Kamis, 17 Oktober 2019

Warung Esek-esek Di Pantai Randusanga Indah Brebes Dibongkar Petugas

Brebes – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali melakukan penertiban terhadap puluhan bilik mesum di Obyek Pantai Randusanga Indah (Parin). Kamis (17/10/2019).

Ada 18 warung esek-esek telah dilakukan pembongkaran. Sebelum dibongkar, petugas memergoki tiga pasangan ABG yang berstatus pelajar tengah asyik berduaan bahkan satu pasangan nyaris telanjang di dalam bilik berukuran 2 × 2 meter itu.

Kasatpol PP Brebes, Drs. Budi Darmawan, M.Si mengatakan, dari hasil razia itu ditemukan 3 pasangan remaja yang masih sekolah tengah berduaan di bilik asmara sekitar pukul 12.15 WIB.

Untuk kedua pasangan ABG yang hanya sebatas pegang-pegangan tangan, diminta petugas pulang, sedangkan sepasang ABG yang nyaris telanjang dibawa ke kantor untuk membuat surat pernyataan dan diberitahukan ke pihak sekolah untuk pembinaan.


Sebelumnya, pihaknya dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Brebes, telah memberikan teguran keras kepada para pemilik warung asmara yang diduga untuk praktik asusila, dengan mengacu kepada Perda Nomor 1 Tahun 2015, tentang Ketertiban dan Ketentraman Umum.

“Tindakan tegas ini sesuai dengan Perda Nomor 1 Tahun 2015 Pasal 15, tentang tertib asusila,” jelasnya.

Dikatakannya juga, sebelumnya pihaknya juga sering melakukan penindakan dan pembongkaran terhadap warung-warung di kawasan OW Parin tersebut, dengan melibatkan juga pihak Polres dan Kodim 0713 Brebes. Namun, para pedagang membandel dan kembali membuat bilik-bilik usai ditertibkan.

Sementara itu, Kadinbudpar Brebes, Iskandar Agung menyatakan bahwa, pengembangan pariwisata di Parin sebagai penyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah), merupakan tantangan terberat pihaknya.

“Ini tantangan terberat kami untuk melakukan pengembangan pariwisata. Harus diakui memang tempat wisata itu sulit dibangun karena faktor dari kondisi masyarakat,” ungkapnya.

Iskandar melanjutkan, untuk menangani peliknya persoalan ini, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Randusanga Kulon untuk menata kembali warung-warung yang selama ini dijadikan ajang mesum. Termasuk penanganan sampah yang kondisinya juga memprihatinkan karena tidak tertata.

“Kami dengan Pemerintah Desa setempat telah sepakat untuk mengatur langkah kedepannya. Karena selain petugas, penataan tempat wisata ini sangat memerlukan keterlibatan masyarakat setempat,” pungkasnya.
Terkait dengan tahap pengembangan tempat wisata tersebut, Detail Engineering Design (DED) sudah dibuat, namun memulainya perlu diawali dengan penataan warung esek-esek terlebih dahulu. Pasalnya, ratusan bilik mesum ini sudah ada dan masih eksis sejak puluhan tahun lalu.

Kepala Desa Randusanga Kulon, Afan Setiyono menyatakan bahwa, 80 % warganya mendukung upaya penertiban. Pihaknya juga telah mensosialisasikan kepada masyarakatnya tentang segi positif dan negatif terkait warung-warung itu.

"Ada sisi-sisi yang harus dipetakan dulu kalau memang akan dilakukan penertiban, jadi tidak merugikan siapapun. Karena warung tersebut merupakan sumber penghasilan bagi masyarakat setempat,” ucap Afan. (Gust/Aan)

Rabu, 16 Oktober 2019

Jika Babinsa Itu Kowad, Dibahas Dalam Talk Show Aksi Babinsa Brebes

Brebes – Aksi kemasyarakatan Babinsa Kodim 0713 Brebes kembali ditayangkan Radio Singosari 103.9 FM dan Radio News Singosari FM Ketanggungan 96.9 FM, dalam acara talk show atau dialog interaktif secara live. Rabu (16/10/2019).

Acara setiap hari Rabu pagi pukul 10.00 WIB ini, merupakan support Diskominfotik Kabupaten Brebes terhadap TNI. Tampak Mohamad Ibnu Mudzakar (45) dengan nama udara Ian Rakawinu, Manager Singosari FM, memandu acara di ruang siaran Singosari FM Brebes.


Dibenarkannya bahwa, aksi Babinsa mulai ditayangkan kedua stasiun radio tersebut sejak hari Rabu 9 Oktober 2019 lalu. Untuk dapat berinteraksi dan berdialog langsung, para pendengar dapat mengaksesnya melalui telepon (0283) 671636, link youtube Singosari di https://youtu.be/7heRkU14Llk serta link radio streaming di http://singosarifmbrebes.radiostream123.com/.

Salah satu pembahasan kali ini adalah tentang kiprah Babinsa jika dijabat oleh seorang TNI perempuan/Kowad. Serma Aan Setyawan, anggota Penerangan Kodim (Pendim) 0713 Brebes, menjawab secara live pertanyaan dari salah satu pendengar setia Singosari.

Dijelaskan Sersan Aan bahwa, jika Babinsa sebuah desa adalah Kowad maka menurutnya adalah akan memberikan warna tersendiri bagi pembinaan masyarakatnya.

“Karakter masyarakat segala profesi, akan mudah dirangkul jika yang menyampaikannya adalah Babinsa Kowad. Terlebih adalah para laki-laki. Preman saja kalau disarankan oleh perempuan saya yakin akan nurut dan tidak akan main tangan karena lawannya wanita,” ucapnya.

Ditambahkannya, Babinsa perempuan juga sangat luwes dalam kegiatan ibu-ibu yaitu KB-Kes, Posyandu dan lain-lain, sehingga desa akan lebih adem (dingin –red). Sebagai contoh adalah seorang Babinsa dari Kodim 0701 Banyumas, Serka (K) Iska Yuniarti, yang membina wilayah Desa Pasiraman Kidul, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.

“Jika Babinsa perempuan maka dengan bebas dapat masuk ruangan pelayanan KB, untuk memberikan support kepada ibu-ibu,” pungkasnya. (Aan)

Pelawak Empat Sekawan Qomar, Minta Dibebaskan Dari Segala Tuntutan Di PN Brebes

Brebes – Pelawak gaek, Nurul Qomar (59) kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Brebes terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen Surat Keterangan Lulus (SKL) S2 dan S3, saat dirinya mencalonkan diri sebagai pejabat rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, pada 2017 lalu. Selasa (15/10/2019).

Sidang lanjutan kali ini dengan agenda pledoi atau pembelaan, pelawak grup Empat Sekawan yang juga anggota DPR RI periode 2004-2009 dan 2009-2014 itu, didampingi kuasa hukum, Furqon Nurzaman serta dihadiri sejumlah komedian senior yang merupakan rekan Qomar, meliputi Eman dari grup Empat Sekawan, Ustadz Gus Memet Mini, Taufik Lala, Farly, Hanoeng penulis cerita humor serta Ijal (adik kandung Dery).


“Kedatangan para pelawak senior ini adalah untuk memberi support kepada terdakwa Saudara Qomar,” ucap Furqon Nurzaman.

Dalam pembacaan pledoi, Qomar meminta Majelis Hakim untuk mempertimbangkan segala tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum,  Bahtiar Ihsan Agung Nugroho pada sidang sebelumnya.

"Jika soal dendam bisa masuk ke ranah hukum dan bahkan disidangkan, tentu saja akan ada pembalasan dari dendam itu," ungkap Qomar.

Menurutnya juga, kasus ini ada unsur dendam pribadi pada dirinya, karena saat mengundurkan diri sebagai Rektor UMUS Brebes, terjadi gejolak aksi mahasiswa yang menolak dirinya mundur dari jabatannya.

"Laporannya kan sampai tiga kali, berubah-ubah tuduhan. Tuduhan satu, tuduhan dua dan tuduhan tiga, itu kan indikator bahwa memaksa-maksa, dicari-cari kesalahan yang penting saya ditangkap dan dipermalukan," tegasnya.

Ditambahkannya, bahwa yang sebenarnya, dirinya tak pernah mengajukan SKL S2 dan S3 untuk menjadi rektor.

Senada, Furqon Nurjaman, juga meminta kepada Majelis Hakim untuk dapat mempertimbangkan atas segala tuduhan yang dituduhkan kepada terdakwa. Apalagi SKL yang dipermasalahkan itu tidak diketahui oleh terdakwa.

"SKL itu dibuat oleh siapa dan diperoleh dari mana," tegasnya.

Selain itu, usai sidang tersebut, Furqon juga menyampaikan harapannya kepada Majelis Hakim agar membebaskannya dari segala tuntutan. Qomar dijerat pasal 263 ayat 2 dengan tuntutan kurungan selama tiga tahun. (Gus/Aan)

Rumah Baca Anak Di Bantarkawung, Dapat Bantuan Peralatan Baca Dari Persit Brebes

Brebes – Puluhan anak-anak di Rumah Baca Guyub Rukun di Dukuh Cikamuning RT. 008 RW. 011, Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan seperangkat peralatan mengaji dari Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0713 Brebes.

Dibenarkan Bati Tuud Koramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes, Peltu Diono, selaku pengasuh rumah baca tersebut, bahwa bantuan berupa 10 buah Al Quran, 20 buah Iqro, 10 buah Juz Amma serta karpet sepanjang 35 meter, sebelumnya telah diserahkan Persit melalui Danramil, Kapten Infanteri Nurhadi.


“Bantuan ini sangat berguna bagi anak didik kami yang berjumlah 75 orang kelas sore dan 86 orang kelas pagi atau kelompok bermain usia 2-5 tahun,” ucapnya melalui pesan whatsapp, Selasa sore (15/10/2019).

Diono yang juga Ketua Yayasan ini, bersama istri, Enah Wartinah (45) anggota Persit Ranting 13 Koramil 12 Bantarkawung, mengucapkan terima kasih kepada Ketua Persit Kodim, Ny. Reva Faisal Amri, atas perhatiannya dalam meningkatkan literasi anak didiknya.

Dikatakannya juga, pihaknya juga telah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah, berupa tunjangan untuk para tenaga pengajar sukarela sebesar Rp. 150 ribu untuk 4 orang termasuk Enah Wartinah, yang diterima melalui ATM masing-masing setiap bulannya.

“Kami ucapkan terima kasih juga kepada Bupati Brebes atas bantuan kepada 4 orang tenaga pengajar kami, yaitu istri saya, 2 orang anak kuliah serta 1 orang anak lulusan SMP. Mereka bertiga adalah mantan anak didik kami,” sambungnya mengapresiasi.

Menutup pesannya, Diono menyatakan bahwa, apa yang dilakukan bersama istri merupakan kepuasan batin tersendiri saat melihat anak didiknya berkembang menjadi pribadi yang mempunyai sifat kekeluargaan, jauh dari sifat egois, saling mengasihi, berdisiplin serta mempunyai karakter kepemimpinan dan bela negara sebagai bekal mereka sebagai pemimpin bangsa kelak.

Terlepas dari itu, untuk sekedar diketahui, Rumah Baca Guyub Rukun ini juga melakukan acara buka puasa bersama setiap Bulan Ramadhan serta menyantuni anak yatim-piatu, jompo, janda/sebatang kara dalam setiap kesempatannya.

Didirikan Diono bersama istri di samping rumahnya, memfasilitasi ratusan anak desa setempat mempelajari baca tulis Al Quran. Juga diajarkan bimbingan belajar mata pelajaran sekolah maupun outbound sebagai materi tambahannya. (Aan)

Senin, 14 Oktober 2019

Maling Jahe Di Plompong Brebes Tertangkap Warga Karena Balik Ambil Motor

Brebes – Para petani jahe di wilayah Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akhirnya lega setelah pencuri tanaman rimpang tersebut berhasil ditangkap oleh salah satu warga Dukuh Gunung Sumping, Plompong. Senin (14/10/2019).

Ratusan warga setempat yang berniat menghakimi pelaku, Muhamad Makinul Amin (34) buruh asal Dukuh Kweni, Kelurahan Adisana, Kecamatan Bumiayu, Brebes, namun berhasil diredam oleh petugas dari Polsek maupun Koramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes.


Dari keterangan Danramil, Kapten Infanteri Mukhrodi, yang dihimpun dari para saksi yang merupakan warga setempat, Mundir dan Juli, bahwa penangkapan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, di areal perkebunan jahe Blok Monggor, Dukuh Gunung Sumping, oleh kedua saksi tersebut.

“Awalnya pelaku hendak berburu burung di perkebunan jahe milik Kepala Desa, Pak Suyanto, di Blok Monggor, Gunung Sumping. Namun niatnya berubah setelah melihat tanaman jahe, kemudian terjadilah aksi pencurian,” terangnya melalui pesan whatsapp.

Dikatakannya lanjut, saat melakukan aksi penggalian jahe, pelaku yang kepergok oleh Mundir dan Juli, sempat melarikan diri. Namun berhubung dirinya meninggalkan sepeda motornya maka akhirnya kembali lagi untuk mengambilnya, sehingga tertangkap dan kemudian dibawa ke kediaman Kades.

“Setelah medapatkan laporan dari warga, anggota kami langsung meluncur ke kediaman Pak Kades Plompong guna melakukan pengamanan terhadap pelaku,” imbuhnya.

Setelah dilakukan pendalaman keterangan dari saksi-saksi dan pelaku, akhirnya Muhamad Makinul Amin digelandang ke Polsek Sirampog pada pukul 19.30 WIB, guna proses hukum lebih lanjut. (Aan)

Babinsa Brebes Terus Tanamkan Wawasan Kebangsaan Bagi Pelajar Paguyangan

Brebes – Upaya TNI Brebes dalam cegah dini radikalisme terus dilakukan di kalangan masyarakat binaannya dan lingkup pendidikan sekolah, baik melalui sosialisasi, penyuluhan ataupun pendampingan.

Seperti halnya yang dilakukan Babinsa Koramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes, Serda Sugeng Widodo, memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara kepada ratusan pelajar SMP Nurussibyan Paguyangan, Jalan Kaligua No. 6, Penisihan, Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.


Dikatakannya bahwa, tujuan pembekalan tersebut adalah bukan untuk mengambil porsi para pahlawan tanpa tanda jasa atau guru (tenaga pengajar) yang bertugas mulai yaitu mencerdaskan generasi bangsa. Namun, campur tangan Babinsa TNI dalam membentengi generasi muda adalah wajib dilakukan melalui sinergi dengan pihak sekolah.

“Pelatihan LDK dilakukan agar para pelajar dapat memahami arti dari bela negara yang merupakan kewajiban seluruh rakyat Indonesia, sehingga tumbuh jiwa nasionalisme dan patriotisme,” tegasnya.

Ditambahkannya, tujuan lainnya adalah untuk memupuk kedisiplinan, jiwa korsa, loyalitas dan tanggung jawab. Kesemuanya dibungkus dalam pemberian materi di ruang kelas maupun LDK fisik dengan baris berbaris. Sugeng juga menekankan bahwa NKRI adalah harga mati.

Sementara dikatakan Kepala Sekolah, Nur Baeti, S.Pd, bahwa 200 anak didiknya menerima pembekalan tersebut selama 2 hari (21-22/10) sebagai pondasi kepemimpinan jika suatu saat berorganisasi OSIS di tingkat menengah atas dan selanjutnya.

“Tujuan itu sesuai dengan tema yang kami ambil yaitu Membentuk Kader Pemimpin Cerdas dan Berintegritas Penuh Dedikasi. Atas pembekalan dari Koramil Paguyangan, saya mewakili pihak sekolah dan staf pengajar mengucapkan terima kasih,” ucapnya mengapresiasi. (Aan)

Minggu, 13 Oktober 2019

Banyu Bening Di Bantaran Kali Pemali Brebes Serta Penemuan Kepingan Uang Kuno Dan Jimat

Brebes – Dampak mengeringnya Kali Pemali di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sangat dirasakan para petani di beberapa kecamatan. Namun di salah satu wilayahnya yaitu di Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, kekeringan yang berkepanjangan musim kemarau 2019 ini memunculkan mata air baru  di bantaran kali tersebut.

Kini masyarakat setempat menggunakan sumber air yang sangat jernih ini untuk kebutuhan air minum sehari-hari dan juga digunakan untuk mandi dan mencuci. Mereka menamai mata air dengan sebutan “Teluk Banyu Bening”.


Dikatakan warga setempat Komarudin (39), “Nggak tau kalau pas musim hujan tiba dan air sungai meluap, sumber mata air yang sangat jernih ini akan hilang atau tidak. Mudah-mudahan sih masih ada, sehingga bisa bermanfaat," ucap seniman batu yang memahat bebatuan besar di sekitar Teluk Banyu Bening menjadi berbagai patung hewan seperti buaya, sanca dan bahkan putri duyung maupun sepasang tengkorak manusia.

Dikatakannya juga, selain penemuan mata air tersebut, masyarakat setempat dan sekitar Rengaspendawa juga banyak menemukan kepingan-kepingan uang kuno di sekitar jembatan yang terletak tak jauh dari mata air dan patung pahat. Pun, ditemukan banyak peluru serta jimat yang diduga kuat peninggalan jaman kolonial Belanda.

"Konon menurut cerita di bawah jembatan Sungai Pemali di Rengaspendawa ini, dulunya tempat pembantaian masyarakat di jaman Belanda. Makanya, banyak kepingan uang kuno dan peluru serta jimat yang ditemukan warga setempat dan sekitarnya,” tandasnya.

Berbagai penemuan oleh masyarakat, saat ini disimpan oleh mereka masing-masing. (Takwo Heryanto/Aan)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...