Tampilkan postingan dengan label Pupuk Wijayakusuma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pupuk Wijayakusuma. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Februari 2019

Biji Kurma Kini Bisa Tumbuh di Indonesia Dengan Cairan Ajaib Wijayakusuma

Brebes – “Petani pahlawan bangsa yang bekerja tanpa lelah, setiap bulir adalah ibadah maka jangan biarkan dia lelah,” Itulah penggalan kalimat yang dilemparkan Aji (42) penemu pupuk cair ajaib Wijayakusuma Nutrition dari PT. Permata Agro Nusantara (PON) Purwokerto, saat memaparkan keunikan temuannya dihadapan puluhan petani, Poktan, Danramil dan Babinsa di Aula Kodim 0713 Brebes. Kamis sore (31/1/2019).
Perusahaan tersebut berkolaborasi dengan Korem 071 Wijayakusuma guna memperkenalkan nutrisi tanaman hayati ramah lingkungan. Terlihat dirinya menjelaskan gamblang kelebihan pupuk cair organik untuk menyelamatkan komposisi tanah lahan pertanian yang rusak seiring penggunaan pupuk pestisida berlebihan.


Aji juga menjelaskan tentang pembibitan kurma yang bisa tumbuh tunas setelah direndam cairan organik dan ditaruh dalam media tanam sembari disiram Wijayakusuma Nutrition. Disamping itu, para hadirin juga diperlihatkan bukti-bukti hasil pertanian lainnya. “Jangan malu jadi petani muda, karena nasib kemakmuran bangsa juga ditentukan petani,” serunya.

Lebih dalam diurainya tentang kelebihan produknya, meliputi memiliki kandungan semua unsur baik mikro maupun makro (glukosa, vitamin, protein, lemak dan bahan positif lainnya), bisa dicampur pupuk lain serta tidak ada masa kadaluarsanya, mengandung anti virus, bakteri, jamur, antibodi dan antioksidan, mengaktifkan dan meningkatkan unsur hara tanah, menggemburkan tanah dan menetralisir zat kimia (menetralkan PH tanah sehingga memaksimalkan penyerapan nutrisi), memperkuat akar, batang, daun, bunga dan buah serta mempercepat pertumbuhan, mempersingkat masa panen hingga 20 %, meningkatkan hasil panen secara bertahap hingga 50 % serta meningkatkan imunitas tanaman terhadap hama penyakit. Cairan ini bening, tidak berwarna, berasa dan berbau, produk panen juga aman, sehat/organik terbebas dari residu bahan kimia.

“Jadi mengandung unsur yang dibutuhkan serta sifatnya menyesuaikan kebutuhan tanaman secara sistematik. Untuk pembibitan, akan memaksimalkan pertumbuhan bibit walaupun suhu ekstrim, mempercepat pertumbuhan benih dan immune serta mampu merubah semua benih menjadi bibit unggul,” tegasnya.

Dalam 1 botol cairan ini, dapat dicampur dengan air antara 50-80 ml, tak hanyut oleh air siraman maupun hujan, bisa dicampur pupuk lain, bisa digunakan sebagai hidroponik/aquaponik dan bisa disimpan tanpa takut terkontaminasi (semakin lama disimpan semakin bagus) serta harga pas dikantong penggiat tani. Pasalnya, mampu memangkas harga pembelian pupuk 100 %, dan ketiga adalah efisien mengingat untuk semua jenis tumbuhan dan tempat ketinggian tanam. (Aan0713).

Pupuk Cair Ajaib Wijayakusuma Dikenalkan di Brebes

Brebes – Sosialisasi Pupuk Wijayakusuma Nutrition back to the nature di 9 Kodim/Kabupaten jajaran Korem 071 Wijayakusuma, juga singgah menyapa para petani, Kelompok Tani (Poktan) di Kabupaten Brebes. Aula Kodim 0713 Brebes, dijadikan tempat memperkenalkan nutrisi tanaman hayati ramah lingkungan ini. Kamis sore (31/1/2019).



Korem 071 menggandeng PT. Permata Agro Nusantara (PON) Purwokerto untuk memotivasi penggiat tani meningkatkan produksi panen. Nampak penemu, Aji (42), memaparkan kelebihan pupuk organik cair untuk menyelamatkan komposisi tanah lahan pertanian karena kerusakan yang diakibatkan penggunaan pupuk pestisida berlebih. “Kelebihannya adalah memiliki kandungan semua unsur baik mikro maupun makro (glukosa, vitamin, protein, lemak dan bahan positif lainnya), bisa dicampur pupuk lain serta tidak ada masa kadaluarsanya,” ungkapnya.

Lanjut dibeberkannya, pupuk cair ini juga mengandung anti virus, bakteri, jamur, antibodi dan antioksidan. Mengaktifkan dan meningkatkan unsur hara tanah, menggemburkan tanah dan menetralisir zat kimia (menetralkan PH tanah sehingga memaksimalkan penyerapan nutrisi), memperkuat akar, batang, daun, bunga dan buah serta mempercepat pertumbuhan, mempersingkat masa panen hingga 20 %, meningkatkan hasil panen secara bertahap sampai 50 %, meningkatkan imunitas tanaman terhadap hama dan penyakit.

“Untuk pembibitan adalah memaksimalkan pertumbuhan bibit walaupun suhu ekstrim, mempercepat pertumbuhan benih dan immune serta mampu merubah semua benih menjadi bibit unggul,” tegasnya.

“Ini adalah cairan bening, tidak berwarna, berasa dan berbau. Selain itu hasil panen juga akan sehat/organik karena terbebas dari residu bahan kimia. Jadi mengandung unsur yang dibutuhkan serta sifatnya menyesuaikan kebutuhan tanaman secara sistematik,” imbuhnya.

Keuntungan lainnya bagi petani adalah praktis karena dalam 1 botol dapat dicampur dalam air antara 50-80 ml, tak hanyut oleh air siraman maupun hujan, bisa dicampur pupuk lain, bisa digunakan sebagai hidroponik/aquaponik dan bisa disimpan tanpa takut terkontaminasi (semakin lama disimpan semakin bagus). Yang kedua adalah ekonomis dengan harga yang terjangkau bahkan mampu memangkas harga pembelian pupuk 100 %, dan ketiga adalah efisien mengingat untuk semua jenis tumbuhan.

Upaya antara Korem 071 ini, sebagai wujud perbantuan kepada Pemerintah melalui Kementan RI, dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional. (Aan0713).

Danrem 071 Wijaya Kusuma : “Pupuk Wijayakusuma Nutrition” Back To The Nature

Banyumas – Korem 071 Wijayakusuma berinovasi untuk kembali ke pemanfaatan alam, yaitu dengan memproduksi pupuk organik cair. Upaya ini sebagai wujud perbantuan kepada Pemerintah atau Kementan RI, dalam rangka mendukung program ketahanan pangan.


Untuk itulah sosialisasi Pupuk Wijayakusuma Nutrition di wilayahnya yang meliputi 9 Kodim atau Kabupaten, gencar dilakukan. Terpisah, dijelaskan Komandan Korem 071 Wijayakusuma, Kolonel Kavaleri Dani Wardhana bahwa, perlu adanya upaya menyelamatkan lahan pertanian karena faktor rusaknya komposisi tanah yang diakibatkan penggunaan pupuk berbahan pestisida berlebih “Back to the nature”.

Pupuk cair ini diyakini mampu mempercepat pertumbuhan tanaman, meningkatkan hasil panen, menambah kesuburan tanah dan organiknya. Selain itu, hasil panen juga akan aman atau terbebas dari residu bahan kimia.

“Tentu dalam pelaksanaannya memerlukan pola budidaya tanaman yang mengacu kepada konsep pertanian organik atau non kimia, disamping itu juga kami selalu melakukan pendampingan terhadap para petani,” terangnya, Kamis (31/1/2019).

Lebih lanjut, beberapa hari sebelumnya (26/1) juga telah dilakukan sosialisasi pupuk di Desa Binorong Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara kepada Gapoktan Tiga Serangkai, serta di Desa Bajong Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga kepada Gapoktan Tegalurung. Sedangkan pada (28/1) dilaksanakan peninjauan lokasi Demplot Kodim 0703 Cilacap di Desa Mulyasari Rt/Rw. 03 Kecamatan Majenang di Poktan Manunggal Karsa.

“Selanjutnya sosialisasi, motivasi dan pendampingan ini akan terus bergerak ke seluruh Kodim-Kodim Jajaran Korem 071 Wijayakusuma,” imbuhnya. (Korem071-Aan0713).

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...