Tampilkan postingan dengan label Banjir Brebes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banjir Brebes. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Maret 2020

Masyarakat Petunjungan Bulakamba Brebes Juga Perlu Penanganan Banjir

Brebes – Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kali ini melanda wilayah Desa Petunjungan, Kecamatan Bulakamba. Kamis pagi (5/3/2020).

Dijelaskan Danramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Tuteng Aryolona, bahwa banjir merupakan dampak meluapnya Sungai Poting akibat tak mampu menampung debit air yang melimpah pasca wilayahnya diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi sejak Rabu sore (4/3).


“Hujan deras terjadi sejak kemarin sore mulai 15.00 WIB sehingga menyebabkan air Sungai Poting limpas ke pemukiman warga masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskannya lanjut, walaupun hanya banjir ringan namun aktivitas masyarakat sempat terhenti akibat musibah tersebut. Mereka mengamankan barang-barang berharga dan ternak ke tempat yang lebih tinggi.

“Warga masyarakat tidak mengungsi ke tempat lain karena hanya banjir limpasan. Pada saat banjir, mereka hanya mengamankan barang-barang berharga dan ternak ke tempat yang lebih tinggi biar lebih aman,” imbuhnya.

Tidak ada korban jiwa atas banjir ini. Untuk ketinggian wilayah terdampak meliputi jalan di Petunjungan RT/RW. 01 sempat terendam air setinggi kurang lebih 20 centimeter dan sebagian rumah warga terendam antara 10-20 centimeter, kemudian wilayah RW. 05 terendam air berkisar antara 30 centimeter, serta jalan di RT. 04 RW. 06 terendam air juga dengan ketinggian 30 centimeter.

“Di RT. 04 RW. 06, sebagian air masuk ke rumah warga setempat dengan ketinggian mencapai 10 centimeter,” pungkasnya.

Saat berita ini diturunkan, kondisi air sudah berangsur-angsur surut dan masyarakat melaksanakan pembersihan rumah dari lumpur dan air serta menjemur perabotan rumahnya yang terendam air.

Untuk penyebab banjir diduga karena pendangkalan sungai karena sedimentasi serta kurang berfungsinya drainase di wilayah tersebut. Masyarakat berharap adanya normalisasi dan pelebaran sungai tersebut sehingga saat hujan mendatang musibah serupa tidak terulang. (Aan)

Selasa, 11 Februari 2020

Dua Sungai Di Brebes Tengah Meluap, Banjir Genangi Tujuh Desa Di Tiga Kecamatan

Brebes – Hujan deras yang mengguyur di hampir sebagian wilayah Kabupaten Brebes Tengah, Jawa Tengah, mulai pukul 15.20-19.40 WIB (7/2), telah menyebabkan bencana banjir.

Tujuh desa di wilayah Kecamatan Ketanggungan, Larangan dan Banjarharjo, tergenang air dari luapan Sungai Babakan (Ketanggungan) dan Kabuyutan (Banjarharjo), dengan ketinggian antara 40 centimeter sampai dengan 2 meter.

Dibenarkan Danramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes, melalui Bati Tuud, Peltu Sartono, bahwa luapan air akibat tanggul sungai tak mampu menampung debit air dari wilayah Brebes selatan. Sabtu pagi (8/2/2020).

“Di wilayah kami, luapan air Sungai Kabuyutan diakibatkan hujan deras selama kurang lebih 2,5 jam. Air menggenangi pemukiman warga di Desa Banjarharjo RT/RW. 08/03, 03/05, 04/05, 06/05 dan 07/05. Ketinggian air antara 1-2 meter,” jelasnya.

Salah satu rumah warga di Dukuh Nambo RT. 07 RW. 05, Catim (42), dindingnya roboh akibat tergerus air.

Untuk wilayah Kecamatan Larangan, banjir menggenangi Desa Karangbale, sedangkan di Kecamatan Ketanggungan meliputi Desa Ketanggungan, Karangmalang, Baros, Dukuhturi dan Buara. Ketinggian air di enam desa ini antara 40-100 centimeter.

Dibenarkan Danramil 15 Ketanggungan, Kapten Infanteri Sugeng Wiratno, di sepanjang Jalan Raya Ahmad Yani dan Jenderal Sudirman, Kecamatan Ketanggungan, saat banjir tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, banyak motor macet disana. Sedangkan untuk roda empat, kendaraan memilih masuk pintu Tol Pejagan.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Brebes Nushy Mansur, mengatakan bahwa sejumlah relawan dari BPBD, PMI, TNI-Polri, Pemuda Pancasila, terjun ke beberapa lokasi banjir guna membantu evakuasi korban banjir ke tempat yang lebih aman.

“Belum ada laporan korban jiwa. Kami bersama unsur lainnya masih melakukan pendataan di lokasi,” ucapnya saat memimpin anak buahnya menyalurkan bantuan.

Para petugas menghimbau kepada warga masyarakat, agar selalu waspada dan mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman apabila cuaca di wilayah Brebes selatan mendung dan turun hujan dengan intensitas deras dan lama.

Dari pantauan di lapangan, mulai pukul 21.30 WIB, air mulai surut karena lokasi di beberapa desa tersebut cukup tinggi.

Saat berita ini diturunkan (8/2), pembersihan lumpur masih dilaksanakan di desa-desa tersebut. Bantuan awal dari BPBD Brebes juga telah berdatangan. (Aan)

Minggu, 12 Januari 2020

Pasca Banjiri Melanda 5 Desa Di Ketanggungan Brebes, Alat Berat Dikerahkan Menambal Tanggul Sungai Babakan

Brebes – Pasca jebolnya tanggul Sungai Babakan di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, upaya penambalan tanggul di empat titik dilakukan segenap komponen.

Satu unit alat berat diterjunkan untuk mempercepat pekerjaan karena dipacu dengan cuaca untuk mengantisipasi banjir susulan akibat kiriman air dari hulu saat hujan deras.


Sebelumnya di Makoramil 15 Ketanggungan Kodim 0713 Brebes pada Rabu malam (8/1), Dandim Letkol Infanteri Faisal Amri, bersama Forkopimda dan BPBD, telah berkoordinasi untuk pengerahan alat berat.

“Pagi ini Excavator PC 200 milik DPU Taru Brebes telah datang dan mulai bekerja menangani tanggul Sungai Babakan,” ucapnya.

Ini untuk mempercepat pekerjaan sebelumnya, yaitu pembuatan tanggul darurat secara manual. Masyarakat, TNI-Polri, Satpol PP, serta masyarakat, menggunakan karung yang diisi tanah/pasir dengan diperkuat dengan kayu/bambu sebagai tanggul penahan air di titik RT. 004 RW. 003 Desa Ketanggungan.

“Air sudah surut sehingga warga masyarakat sibuk bersih-bersih rumah dari lumpur. Kalaupun ada rumah yang tergenang karena masalah saluran buangan," ucap Faisal Amri.

Sementara aktivitas lalu-lintas di Jalan Raya Jenderal Sudirman kembali normal setelah sempat tergenang dengan ketinggian air berkisar 30 centimeter.

Diketahui sebelumnya (8/1), banjir menggenangi pemukiman masyarakat pada kedalaman maksimal mencapai 70 centimeter. Puluhan rumah mengalami kerusakan terutama bangunan semi permanen di 5 Desa yang meliputi, Sindangjaya, Pamedaran, Cikeusal Lor, Ketanggungan dan Karangmalang.
Masing-masing tercatat 20 rumah, 4 rumah, 30 rumah, 6 rumah, dan di Desa Karangmalang 3 rumah.

Tidak ada korban jiwa, untuk pengungsi juga tidak ada, hanya saja bagi rumah yang terendam agak parah mereka tidur di masjid/mushola atau kerabatnya yang rumahnya aman.

Banjir yang melanda wilayah Ketanggungan ini merupakan banjir musiman, terjadi dari limpasan air Sungai Babakan yang melewati tanggul akibat debit air yang melimpah.

Tim siaga bencana yang terdiri dari unsur TNI-Polri, BPBD, PMI dan pihak terkait lainnya, juga sudah mendirikan Dapur Umum (DU) BPBD di Makoramil, serta membagi-bagikan makanan yang dimasak kepada masyarakat terdampak. (Aan)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...