Tampilkan postingan dengan label Banjarharjo Brebes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banjarharjo Brebes. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Juni 2019

Babinsa Banjarharjo Brebes Pantau Kemajuan Demplot Ciherang Wijayakusuma

Brebes – “Apa yang kamu tanam akan petik, maka tanamlah kebajikan walaupun itu sebutir padi”, itulah kiasan yang pantas untuk menggambarkan bahwa sekecil apapun lahan tanam harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mensejahterakan petani, dan bagaimana cara mendapatkan keuntungan dengan mencintai lingkungan.

Sebagai dukungan terhadap ketahanan dan peningkatan pangan di salah satu wilayah Kabupaten Brebes, Babinsa Koramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes, Serda Sulis, terus melakukan pendampingan terhadap petani padi di Demonstration Plot (Demplot) Koramil, di areal persawahan seluas 1 hektar milik Rasjan, warga Desa Cigadung. Selasa (25/6/2019).


Pengecekan rutin minggu keenam areal percontohan/Demplot padi jenis ciherang dengan sistem jajar legowo serta menggunakan pupuk atau Nutrisi Wijaya Kusuma ini, diperoleh data tentang penambahan tinggi tanaman, jumlah anakan serta bulir padi sudah mulai berisi dan banyak. Sementara kondisi pH tanah berangsur-angsur menurun sehingga mampu menetralkan keasaman tanah sawah.
“Sebelum mengajak para petani, bukti harus diberikan dulu di demplot yang ada di setiap Koramil, sehingga jika nanti sudah tampak hasilnya maka petani diharapkan akan mengikuti,” katanya.

Ditambahkannya dari data yang diperoleh dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) bahwa, ciherang ini memiliki banyak keunggulan antara lain meliputi produksinya yang tinggi antara antara 6-7 ton gabah/hektar, mudah perawatannya dan dapat dipanen pada umur 95-100 hari hari pasca tanaman dari jenis lainnya yang memerlukan waktu sekitar 125 hari, cocok ditanam di daerah kurang air saat padi menua, kerontokan sedang serta tahan wereng coklat dan blast.

“Kita lihat nanti hasilnya saat panen. Disini ciherang digemari karena rasa nasi yang pulen dan enak, pupuk juga lebih hemat karena pemupukan baru dilakukan setelah padi berusia 30 hari,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, varietas padi ciherang antara lain ciherang janger, jumbo, jonggol, SS, putih, super, dempo dan ciherang 600. (Aan Brebes).

Senin, 10 Juni 2019

Habis Dipakai Lebaran, Mobil Avanza di Banjarharjo Brebes Raib di Depan Rumah

Brebes – Pencurian mobil kembali terjadi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Mobil jenis Toyota Avanza warna silver type G tahun 2013 Nopol G 9477 KJ milik Mudiarto alias Tarwan (54), warga Dukuh Longkrang RT. 08 RW. 04 Desa/Kecamatan Banjarharjo, hilang saat diparkir di depan rumah. Selasa dini hari (11/6/2019).

Dibenarkan Babinsa Koramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes, Serda Sulis, saat di lokasi kejadian, bahwa mobil diparkir sekitar pukul 17.00 WIB (10/6) oleh Apri atau anak Tarwan.

“Setelah memarkir Avanza, saudara Apri menyerahkan kuncinya kepada ibunya yaitu Carsinah, namun pada malam harinya sekitar pukul dua belas malam dan masih melihat mobil terparkir di tempatnya,” ungkapnya.

Diterangkannya lanjut, sekitar pukul 05.00 WIB, Carsinah mendapat pertanyaan dari salah satu keponakannya, Anto, tentang keberadaan mobil karena kunci kontak masih di dalam rumah.

“Ibu Carsinah baru sadar bahwa mobil telah dicuri setelah ditanya keponakannya,” imbuhnya.

Anto yang didampingi Babinsa segara melaporkan kehilangan tersebut kepada pihak Polsek. Saat ini kasus masih dalam penyidikan petugas. (Aan Pendim Brebes).

Kamis, 16 Mei 2019

Sistem Alarm Bahaya dan Bencana Alam Penduduk Cikuya Banjarharjo Brebes, Terpelihara

Brebes – Alarm lingkungan melalui media “Ragam Bunyi Kentongan Tanda Bahaya” di Pos Kamling yang terletak di samping Kantor Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo, dinilai sesuai dengan kondisi geografis desa yang pernah menjadi sasaran TMMD Reguler 100 Kodim 0713 Brebes pada 2017 silam.

“Tanda tradisional ini akan sangat efektif sebagai alarm penduduk untuk mengetahui jika ada kejadian kriminalitas maupun bencana alam,” ucap Serma Aan Setyawan, Kamis (16/5/2019).

Lebih lanjut, pembuatan Poskamling dan mengoptimalisasi media kentongan bertujuan menekan angka kriminalitas di daerah pegunungan di kecamatan tersebut, dalam rangka menciptakan situasi lingkungan yang aman dan kondusif, serta mempererat silaturahmi secara berkesinambungan.


“Ini merupakan salah satu sasaran fisik TMMD Reguler 100 Kodim 0713 Brebes di tahun 2017, selain membangun Makadam dan mengaspal jalan pertanian penduduk yang masing-masing sepanjang 1 kilometer, serta membuat satu unit jembatan,” beber Sersan.

Ini beberapa ragam bunyi kentongan : jika kejadian warga meninggal dunia maka kentongan dipukul 3 kali berturut-turut terus-menerus, jika ada kejadian perampokan dipukul 2-2 terus menerus dengan satu kali jeda, kebakaran dipukul 3-3 terus menerus dengan satu kali jeda.

Sama dengan pemukulan jeda diatas, untuk bencana alam dipukul 4-4, pencurian 5-5 serta uluk-uluk 6-6 terus-menerus. Untuk tanda patroli atau ronda, kentongan dipukul satu kali dan ditambah 3 kali pukulan selanjutnya, dilakukan secara terputus putus. Sedangkan tanda keadaan aman, kentongan dipukul 1 kali terus-menerus setiap satu jam sekali. (Aan Pendim Brebes).

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...