Tampilkan postingan dengan label Terseret Arus Sungai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terseret Arus Sungai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Februari 2020

Berenang Ke Tengah, Satu Bocah Hilang Terseret Arus Kali Pemali Brebes

Brebes – Munif Bin Warkim (11) salah satu anak warga Dukuh Anggamaya RT. 03 RW. 06, Desa Kedungbokor, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terseret derasnya arus Sungai Pemali saat sedang mandi bersama kedua kawannya (9/2).

Dibenarkan Danramil 16 Larangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, bahwa pencarian dilakukan oleh Tim SAR Brebes, para relawan, PMI, TNI-Polri, termasuk melibatkan warga setempat.


“Kejadian terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, saat ananda Munif sedang mandi bersama Khaerudin (11) dan Irfan (10) di pinggir Sungai Pemali, Dusun Penjalin Banyu, Desa Rengaspendawa,” jelasnya Senin pagi (10/2/2020).

Menurut keterangan Irfan, selepas memancing mereka mandi di tepian sungai. Namun naas bagi Munif, dirinya terseret arus saat berenang ke tengah karena pada saat itu debit air sungai tinggi dan sedang banjir.

Melihat kawannya hilang ditelan arus, ia bersama Khaerudin selanjutnya menepi sehingga selamat dari derasnya arus.

“Korban sempat berteriak meminta tolong, kedua temannya berusaha menolong namun korban sudah tenggelam. Dugaan sementara, mereka tidak menyadari bahwa arus sungai semakin deras,” tandasnya.

Belum membuahkan hasil, pencarian ini dihentikan sekitar pukul 17.30 WIB karena terkendala hujan deras dan arus semakin deras. Rencananya, proses pencarian akan dilanjutkan hari ini. (Aan)

Minggu, 10 Februari 2019

Seorang Pemuda Hanyut saat Mencari Ikan di Kali Cigunung Salem Brebes

Brebes – Adalah Yodi Bin Wahyudin (27) pemuda asal Dukuh Selarum Rt. 01 Rw. 03 Desa Indrajaya Kecamatan Salem Kabupaten Brebes, hilang terbawa derasnya arus Kali Cigunung di kampungnya. Minggu (10/2/2019).

Diungkapkan Pejabat Sementara Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri, bahwa korban tenggelam berangkat untuk mencari ikan bersama Darto Bin Supria (40) wiraswasta dan tetangganya, sekitar pukul 13.30 WIB dengan peralatan tradisional.


“Korban menggunakan jaring kecil untuk menciduk ikan, sehingga harus masuk ke air. Sesampainya di lokasi, keduanya berpencar dengan maksud mencari sarang ikan,” terangnya.

Lanjut dijelaskannya, sekitar kurang lebih pukul 17.05 WIB, Darto kembali ke rumahnya sementar korban belum pulang dan ditanyakan keberadaannya kepada dirinya oleh pihak keluarganya. Dari dugaan sementara, pemuda tersebut diperkirakan hanyut terbawa arus. Para relawan gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, SAR, Komunitas Bangbara Kecamatan Salem serta masyarakat sekitar melakukan pencarian dengan menyisir kali. Namun sampai dengan pukul 22.00 WIB, pencarian sementara dihentikan dikarenakan turun hujan dan membahayakan pencari, sehingga akan dilanjutkan besok pagi. Sedangkan titik terang pencarian adalah, tim berhasil menemukan jaring yang dipakai menangkap ikan di aliran tersebut.
Jahri juga menghimbau kepada masyarakat lainnya agar tidak beraktivitas di sungai terlebih pasca hujan turun lebat. “Di puncak musim penghujan ini, sangat berbahaya mencari ikan karena sapuan air bah yang datang dari hulu bisa datang kapan saja,” tegasnya.  

Tanda-tanda alam akan datangnya bah dijelaskannya antara lain : air sungai akan berubah menjadi keruh karena bercampur dengan tanah dan lumpur, ada suara gemuruh dari arah aliran sungai atas, itulah petanda air, lumpur, batu atau batang pohon sedang bergerak mengalir. (Aan).

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...