Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Brebes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Brebes. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Mei 2019

Penyemprotan Tahap Awal Pupuk Cair di Demplot TNI Tanjung Brebes

Brebes – Penyemprotan tahap awal Nutrisi Wijayakusuma pada Demonstration Plot (Demplot) yang tersebar di wilayah binaan Koramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes, salah satunya adalah di Desa Karangreja Kecamatan Tanjung, juga dilaksanakan pada sawah milik Casjito. Jumat (10/5/2019).

Terlihat Serda Andik Suyono sedang menyemprotkan 10 liter pupuk cair ramah lingkungan sebelum penanaman benih padi di lahan seluas 1 hektar.

Serda Andik bahwa, lahan Casjito sebelum disemprot nutrisi cair tersebut, sebelumnya dilaksanakan pengukuran pH tanah dengan menggunakan pH Meter di 6 titik yang berbeda oleh pihaknya dan PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) Kecamatan pada Jumat pagi (10/5).


“Dari hasil pengukuran dengan pH Meter, pH sawah Bapak Casjito ber-pH rataan 6,1 dan siap ditanami padi,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk hasil panen di lahan petani tersebut dengan luas 1 hektar sebelumnya adalah mencapai 4 ton. Dengan lahan percontohan yang merupakan salah satu upaya pendampingan petani dari pihak Koramil, akan menjadi pilot project perbandingan langsung hasil panen dengan pupuk tersebut.

Sekedar diketahui, kadar pH tanah antara 0-7 bersifat asam, sedangkan pH antara 7-14 disebut basa. Tanaman yang ditanam tidak akan tumbuh dengan maksimal pada tanah ber-pH rendah/asam atau tinggi/basa. Pasalnya, akar tanaman tidak mampu menyerap unsur hara dengan baik. Sementara untuk kadar pH netral adalah 7, namun beberapa tanaman masih toleran dan tumbuh baik di tanah yang ber-pH 5,5. (Aan Pendim Brebes).

Kamis, 09 Mei 2019

pH Tanah Demplot Koramil Tanjung Brebes Seluas Satu Hektar, Normal

Brebes – Salah satu Demonstration Plot (Demplot) pertanian padi yang diprakarsai Koramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes dengan menggunakan pupuk cair ramah lingkungan “Pupuk Wijayakusuma Nutrition”, adalah di areal persawahan Poktan Sumber Hasil, Desa Karangreja Kecamatan Tanjung.

Dibenarkan Danramil, Kapten Infanteri Muhtadi, pengukuran pH tanah dengan pH Meter dari 6 titik yang berbeda dilakukan oleh dua orang Babinsa bersama PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) Kecamatan, Eko Prasetyo, di lahan milik Casjito seluas 1 hektar. Jumat pagi (10/5/2019).

“Demplot ini merupakan salah satu upaya pendampingan petani dari Koramil melalui lahan percontohan. Tentu harapannya agar para petani nanti dapat membandingkan langsung hasilnya saat panen,” ucapnya Danramil.

Lebih lanjut, demplot juga dimaksudkan agar kedepan para petani memperhatikan kesuburan tanah pertanian atau pH tanah atau kadar keasaman tanah. Pasalnya, tanah berfungsi sebagai media tanam dan sebagai sumber unsur hara bagi akar tanaman untuk memperoleh nutrisi/makanan secara maksimal. Sedangkan kegagalan petani seringkali disebabkan karena minimnya pengetahuan serta kesadaran mereka akan pentingnya mengetahui kadar keasaman lahan.

Sementara diungkapkan Eko Prasetiyo bahwa, data awal hasil pengukuran lahan tersebut di 6 titik adalah dengan pH tanah rata-rata 6,1 dan hasil panen sebelumnya mencapai 4 ton/hektar.


Diterangkan ringkas Eko, bahwa kadar pH tanah diukur dalam skala antara 0-14. Tanah dengan kadar pH 0 hingga 7 bersifat asam, sedangkan pH antara 7-14 disebut basa. Tanaman yang dibudidayakan pada tanah ber-pH rendah/asam maupun tinggi/basa tidak akan tumbuh dengan baik, sebab pada kedua keadaan tersebut akar tanaman tidak mampu menyerap unsur hara dengan baik. “Sebagian besar tanaman budidaya hanya mampu tumbuh secara maksimal pada kondisi tanah yang memiliki kadar pH netral, yaitu 7. Sementara pH minimal toleransi oleh tanaman adalah 5,5,” jelasnya. (Aan Pendim Brebes).

Jumat, 18 Januari 2019

Dari Kereta Kencana, Forkopimda Sawer Penonton di Hari Jadinya Brebes Ke-341

Brebes – “Meriah” Hari jadi Kabupaten Brebes yang Ke-341 tahun 2019 (18/1), dirayakan ribuan masyarakatnya dengan sangat meriah melalui pagelaran kirab budaya. Jalur utama Pantura Brebes, mulai dari titik start kirab yaitu halaman depan Gedung DPRD- Alun-alun, disterilkan sementara dari kendaraan mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan kirab berlangsung. Jumat sore (18/1/2019).


Selama pesta rakyat, jalur dari timur (Semarang) dialihkan melalui Pintu Tol Brexit Timur, sedangkan dari arah barat (Jakarta) dialihkan melalui Tol Brebes Barat. Bupati Brebes Idza Priyanti bersama Forkopimda. Termasuk Dandim 0713 Brebes, Letkol Inf. Faisal Amri, SE bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII, berkesempatan menyapa masyarakat Brebes yang hadir dengan mengendarai kereta kencana, dibelakang Bupati kemudian Wakil, Narjo, SH.

Sepanjang perjalanan dari atas kereta kencana, Forkopimda menaburkan beras kuning disertai permen dan uang receh. Sontan membuat hadirin yang menyaksikan berebut untuk mendapatkanya.

Saat tiba di panggung kehormatan, Bupati memberikan kata sambutan serta menitipkan pesan agar, masyarakat Brebes dapat hidup damai tanpa perselisihan walaupun beda pilihan jelang Pilpres serentak 17 April mendatang. “Saya minta masyarakat jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang tidak benar sehingga memicu perselisihan. Marilah kita memerangi berita bohong (hoax) yang dihembuskan di jejaring sosial,” himbaunya.

Sementara nampak berbagai peserta dari 17 kecamatan, para pelajar SMP dan SMA termasuk didalamnya dan mereka turut menampilkan batik carnival Brebesan desainer sekolah yang tak kalah dengan desainer profesional. Puncak acara yang ditunggu-tunggu Wong Brebes adalah, saling berebut dari 3 gunungan yang diarak yang berisikan hasil laut dan bumi masyarakat, seperti ikan asin, beras, bawang merah, cabe dan lainnya. Diketahui selain tersebut, kirab juga diikuti 120 dokar, 40 pasukan drum band perwakilan setiap kecamatan, sekolah dan instansi pemerintah. (Aan0713).

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...