Tampilkan postingan dengan label Rest Area. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rest Area. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Mei 2019

Rest Area Koramil Bulakamba Brebes Siap Sambut Pemudik Lebaran

Brebes – Anggota TNI dari Salah satu Koramil di wilayah Kabupaten Brebes, yaitu Koramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes, sedang mendirikan tenda peleton yang akan difungsikan sebegai rest area bagi pemudik lebaran dan arus balik 1440 Hijriyah. Rabu (29/5/2019).

Hal ini merupakan rutinitas tahunan yang telah dilaksanakan Koramil khusus wilayah tengah, utara dan selatan. Rest area juga akan segera menjamur didirikan terutama di sabuk merah Pantura sampai ke Semarang melalui Koramil-Koramil yang dilewati pemudik lebaran.


“Komandan Kodim juga telah memberikan instruksi untuk mempersiapkan rest area guna membantu para pemudik lebaran dan tahun baru yang melintas di wilayah Bulakamba,” ungkap Danramil, Kapten Infanteri Tuteng.

Ditambahkannya, untuk fasilitas adalah tentu saja velbed untuk beristirahat dan kamar mandi dan mushola. Diharapkan membantu pengemudi dan penumpang kendaraan untuk melepas lelah di peristirahatan ala TNI ini. (Aan Pendim Brebes).

Rabu, 16 Januari 2019

PG. Banjaratma, Dulunya Angker Sekarang Rest Area Tol Pejagan-Pemalang

Brebes – Pabrik Gula (PG) Banjaratma Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes merupakan cagar budaya berusia 110 tahun peninggalan penjajah Belanda. Bangunan yang dibangun pada tahun 1908 oleh Perusahaan Gula N.V. Cultuur Maatschappij (perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam).

Masyarakat setempat percaya bahwa hantu “Noni Yolanda” anak pejabat administratur PG asal Belanda, adalah salah satu penghuni bekas pabrik gula ini. Kini, pabrik yang terakhir kali beroperasi pada tahun 1997 ini, suwung dan terkesan angker. Tutupnya pabrik diakibatkan kerugian secara terus menerus, biaya operasional tak sebanding dengan keuntungan.


Konon, Noni Yolanda adalah salah satu korban pembantaian keluarga Belanda saat perebutan penguasaan pabrik dari tangan Belanda di masa nasionalis radikal oleh perlawanan masyarakat. Yolanda bukan termasuk korban pembantaian, namun saat terjadi pengepungan rakyat yang mulai masuk di perumahan sekitar PG, dirinya mencoba melarikan diri karena ketakutan dari amuk massa. Naas, saat berlari, ia terjatuh sehingga matanya tertancap besi tajam dan akhirnya tewas seketika. Jenazahnya dimakamkan di negeri asalnya. Penampakan Noni Yolanda biasanya berwujud seorang gadis dengan pakaian pengantin yang sangat cantik, namun terkadang berwujud gadis biasa dengan mata dan wajah penuh darah.
Kini, pabrik tersebut sudah disulap menjadi rest area kilometer 260 B Ruas Tol Pejagan-Pemalang dan telah ditinjau oleh Gubernur Jateng, H. Ganjar Pranowo, saat kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Brebes guna melihat progres pembangunannya. "Luar biasa, ini akan menjadi the best rest area nasional dan bisa juga De Tjolomadoe kedua," ucap Ganjar. Rabu sore (16/1/2019).
Rest Area Tipe-A ini akan dilengkapi dengan fasilitas seperti masjid, SPBU, bengkel, klinik, taman bermain dan tempat parker sangat luas. Terlihat foto bersama dari kiri, Serma Ujang (Penerangan Kodim 0713 Brebes), Lusi (Kabid Diskominfotik Brebes) dan Bripka Sarinto (Humas Polres Brebes, sedang berfoto dengan background akar beringin yang tumbuh terjuntai dari atas PG. (Aan0713).

Gubernur Jateng dan Forkopimda Brebes Tinjau Rest Area KM 260 Tol Pejagan-Pemalang

Brebes – Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP, dalam kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Brebes, meninjau dari dekat progres pembangunan rest area kilometer 260 B ruas Tol Pejagan-Pemalang, di bekas Pabrik Gula (PG) Banjaratma Kecamatan Bulakamba. Rabu sore (16/1/2019).


Rest area yang berdiri di lahan seluas 5 hektar dari total luas PG kurang lebih 10 hektar, dan masih dalam pengerjaan Konsorsium BUMN dan dijadwalkan rampung Mei 2019 atau sebelum lebaran. “Rest area sengaja dibangun di lahan tidur bekas PG. Banjaratma, bangunan cagar budaya, guna mewadahi produk UMKM lokal Brebes dan sekitarnya. Ini juga untuk menampung aspirasi pengrajin telur asin dan penjual bawang merah Brebes yang sebelumnya mengeluhkan penurunan penjualan setelah adanya tol,” ucapnya.

Ganjar ingin paling tidak ada 70% penjualan produk berasal dari UMKM lokal. Lebih lanjut dijelaskannya, arsitektur bekas tungku pabrik dan ornamen pendukung lainnya sengaja dibiarkan alami guna menambah daya tarik pengguna jalan tol untuk berkunjung beristirahat melepas lelah di rest area tersebut. Disini akan disediakan stand berukuran kecil 2 x 2,5 meter sebanyak 64 buah dan ukuran besar sebanyak 52 buah bagi para UMKM guna memasarkan hasil bumi maupun kerajinan.

“Sengaja bangunan sejarah yang indah ini dibiarkan kondisinya seperti ini dan akan diberikan pagar pembatas agar orang tidak menyentuh. Dan diharapkan nantinya akan ada pemutaran film sejarah dengan layar lebar tentang PG ini, sehingga menambah daya tarik,” imbuhnya.

Gubernur juga berharap kedepan juga ada pertunjukan kesenian dan workshop kreatif seperti cara membatik, pembuatan telur asin atau inovasi membuat makanan dari telur asin dengan mengundang master chef atau youtuber untuk lebih mempromosikannya.

Dono Prasojo, selaku Pimpro pembangunan terlihat menjelaskan mendetail bangunan kepada Gubernur beserta rombongan serta Forkopimda Kabupaten Brebes, bahwa Rest Area Tipe-A ini dilengkapi dengan fasilitas seperti masjid, SPBU, bengkel, klinik, taman bermain dan tempat parkir yang mampu menampung kendaraan kecil maupun berat. (Aan0713).

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...