Tampilkan postingan dengan label Kecelakaan Lalu-lintas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecelakaan Lalu-lintas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Januari 2020

Babinsa Tanjung Brebes Bantu Evakuasi Kecelakaan Maut Di Jalan Raya Pantura Brebes

Brebes – Satu orang pelajar sekolah SMP di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tewas setelah mengalami kecelakaan maut di Jalan Raya Pantura, tepatnya di depan Apotek Puspa Jalan Cenderawasih, Desa/Kecamatan Tanjung. Kamis siang (2/1/2020).

Dijelaskan Danramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Muhtadi, bahwa korban meninggal atas nama Rizki (14), asal Desa Losari Kidul RT. 04 RW. 03, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, tewas ditempat setelah sepeda motor yang dikendarainya yaitu Honda Beat dengan Nopol G 3277 IR tertabrak Bus PO Dewi Sri dengan Nopol G 1413 GR yang dikemudikan Rojali (51) warga asal Desa Kalisalak RT. 02 RW. 11, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jateng.


“Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Satu orang pelajar meninggal dunia dan kawan sekaligus tetangganya yang bernama Nano (14) mengalami patah tulang kaki kanan,” ucapnya.

Sementara dari keterangan kondektur bus yaitu Hasan Basri (32) di lokasi kejadian kepada Serda Slamet Widodo Babinsa Koramil Tanjung, bahwa pengemudi sepeda motor (Almarhum Rizki), tertabrak dan terlindas bus yang melaju kencang dari arah yang sama yaitu dari barat (Cirebon, Jawa  Barat) menuju ke timur (wilayah Tanjung Brebes).

Sopir bus yang kaget akibat lajunya dipotong oleh sepeda motor tersebut dari sebelah kiri tak mampu menghindarkan tabrakan. Honda Beat terseret hingga kurang lebih 10 meter.

Hingga berita diturunkan, kedua korban sudah dievakuasi ke RSUD Brebes untuk visum/otopsi dan penanganan medis kepada korban selamat, Nano.

Tampak Babinsa bersama beberapa masyarakat setempat sedang membantu petugas lalu-lintas untuk mengevakuasi para korban.

Saat ini kasus ini sedang dalam penanganan Polsek Tanjung, sedangkan korban selamat masih mengalami syok. (Aan)

Jumat, 08 Februari 2019

Sterilisasi Lumpur Berbahaya di Ruas Jalan Provinsi Banjarharjo-Salem Brebes

Brebes – Hindarkan kecelakaan para pengguna jalan yang melintas, puluhan anggota gabungan Kecamatan Banjarharjo yang terdiri dari TNI-Polri, Perhutani serta Pemuda Pancasila (PP), membersihkan lumpur yang menutupi badan Jalan Provinsi Ruas Banjarharjo-Salem di Gunung Tengah atau areal Perhutani komplek.


Lumpur di jalan tersebut sudah menjadi langganan tetap jika hujan deras datang akibat saluran drainase yang kurang mumpuni. Jajaran Muspika mewakili masyarakat berharap adanya peningkatan volume gorong-gorong atau saluran pembuangan yang menjadi pemicunya, hal ini dibenarkan Danramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Agus Sulistyo. Sabtu (9/2/2019).

“Pagi ini Kepala Perhutani BKPH Banjarharjo Timur KPH Balapulang, Bapak Jon Wahyudi (43) sudah melaksanakan koordinasi lagi dengan Dinas PU terkait saluran drainase di jalan Provinsi ini. Semoga upaya kali ini segera direspon pemerintah demi keselamatan umum,” ungkap Agus.

Sementara, Turino (45) Asper Perhutani BKPH Banjarharjo, mengapresiasi tentang upaya TNI penggagas pembersihan akses serta kontribusi Pemuda Pancasila ikut serta dalam sterilisasi lumpur. (Aan0713).

Sabtu, 12 Januari 2019

Di Brebes, Sopir Tak Ugal-ugalan Dapat Haji dan Umroh Gratis

Brebes – “Reward and punishment” Bagi seorang sopir penghargaan karena mengemudi dengan sopan dan tidak membahayakan atau merugikan orang lain, jarang terjadi. Sedangkan punishment berupa kecelakaan yang merenggut jiwa sudah barang tentu didapatkan.

Bagi para pengemudi bus sopan, PO. Dedy Jaya memberikan reward/penghargaan bagi para awak armadanya saat perayaan HUT yang Ke-30 2019. Satu juru mudi bus teladan akan diberangkatkan haji atas nama Abdul Khamid (55) warga Desa Pakijangan Kecamatan Bulakamba. Sedangkan sopir dan kernet santun mendapatkan hadiah umroh, antara lain Taryono (40), Bambang (43), Tarjuni (40), Abdul Rosid (45), Kasngad (50), Djaelani (46), Warim (47), Samnudin (45) serta Rastono (40).

Disampaikan Direktur Utama PO. Dedy Jaya, H.Dr.Muhadi Setia Budi (kemeja hijau) bahwa, pihaknya akan meremajakan armadanya supaya dapat bersaing dengan PO lainnya. “Sopir dan kernet harus mematuhi aturan lalu-lintas dan perusahaan, jangan merugikan perusahan dengan ugal-ugalan di jalanan,” ungkapnya di Aula PO Desa Cimohong Kecamatan Bulakamba. Sabtu siang (12/1/2019).

Pungkas sambutan, Muhadi menyatakan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh hadirin karena telah meluangkan waktu ikut merayakan dan mendoakan perusahaan di hari jadinya. Selain acara ramah tamah, juga dilaksanakan pembacaan ayat suci Al Quran dan doa. Hadirin antara lain, Kadis Perhubungan Kabupaten Brebes, Muspika setempat serta puluhan pengemudi dan kernet perusahaan tersebut. (Aan0713)

Senin, 07 Januari 2019

Penerangan Jalan Provinsi Banjarharjo-Salem Brebes, Diusulkan Babinsa


Brebes – Tidak adanya penerangan di ruas jalan provinsi Banjarharjo-Salem Kabupaten Brebes, tepatnya saat akan mendaki tanjakan terjal Gunung Lio, membuat Serda Subkhan, Babinsa Gunung Sugih dan Citimbang, mengusulkan penerangan jalan tenaga surya kepada pemerintah melalui Dandim 0713 Brebes, guna mendapatkan perhatian secepatnya. Senin (7/1/2019).

Hal ini disampaikannya saat kunjungan kerja Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri ke Makoramil 13 Salem. Pasalnya, jalan terdekat menuju pusat pemerintahan Kabupaten dengan jarak tempuh 62 kilometer ini sangat rawan terjadi kecelakaan lalu-lintas mengingat akses disertai tanjakan/turunan ekstrim, sempit dengan jurang dan bukit di sisinya tanpa penerangan. Lampu dengan sistem ramah lingkungan ini dinilai lebih efektif dipasang di sabuk lalu lintas yang membelah Hutan Negara/Perhutani seluas 8.474 hektar atau 55 % dari total luas wilayah Kecamatan 15.402 hektar.

Saat ini, jalan hanya memiliki setidaknya 15 tiang lampu penerangan dari hasil swadaya masyarakat di jalan provinsi tersebut. Itupun letaknya terpasang di zona merah jalan yang pernah tersapu longsor nasional pada 22 Februari 2018 silam yang merenggut 18 jiwa, 52 rumah rusak dan menimbun 14 hektar tanah pertanian warga Desa Pasirpanjang.  

Selain untuk keselamatan berkendara, penerangan akan sangat berfungsi dalam mengembangkan berbagai objek wisata disini yang antara lain, Wisata Kalibaya di Puncak Lio dengan pemandangan sangat indah dan cocok sebagai bumi perkemahan, situs sejarah di Gunung Sagara Desa Gandoang, Tugu Kopassus di Gunung Kadada dan Gunung Pojoktiga, Curug Leuwi Nyiru dan Bukit Bintang di Kampung Panawuan, Ranto Canyon atau wisata jeram menyusuri sungai sempit Cigunung sepanjang 769 meter (3 jam) dan Goa Leuwiranto di Desa Winduasri. Selanjutnya, Water Boom Tiga Putri, Curug Panyusuhan di hulu Sungai Cigunung, Curug Sabuk di Gunung Jaya, Curug Kadumanis dengan ketinggian sekitar 35 meter serta Curug Panenjoan di Desa Wanoja. (pendim0713brebes/Aan).

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...