Tampilkan postingan dengan label Tsunami Selat Sunda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tsunami Selat Sunda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2019

Relawan Bela Negara Recovery Psikologis Korban Tsunami Pesisir Lampung

Lampung – Tim Relawan Bela Negara dari Yayasan Barisan Patriot Bela Negara (YBPBN) Kementerian Pertahanan, kembali melakukan trauma healing terhadap korban terdampak musibah Tsunami Selat Sunda (22/12/18), di pesisir Provinsi Lampung tepatnya di SMAN 1 Rajabasa, Jalan Pesisir Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Kalianda, Lampung Selatan.



Disampaikan Ketua Relawan Belneg, Achmat Juniawan (51) melalui Cepi G, salah satu anggota bahwa, “Tim disini didukung oleh FKPLP (Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan) yang diketuai oleh Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan. Selama dua hari (14-15/1) sasarannya termasuk murid dan guru sekolah tersebut yang juga menjadi korban tsunami. Selain disini, kami juga akan bergerak ke Pulau Sebesi wilayah Desa Tejang Kecamatan Rajabasa,” tuturnya melalui pesan whatsapp kepada Serka Aan Setyawan, Humas Kodim 0713 Brebes. Selasa (15/1/2019).

Sementara menurut Kepala Sekolah Khoerulloh, sesaat sebelum trauma healing dilakukan,  “Saya mengapresiasi sekali dengan kegiatan relawan Bela Negara Kemhan ini, kebetulan disini masih banyak siswa-siswi yang trauma akan peristiwa tsunami beberapa minggu lalu. Di sekolah kami ada yang menjadi korban bahkan ada yang meninggal dunia,” ujarnya.

Tak kurang dari 200 anak didik SMA tersebut hadir mengikuti kegiatan kemanusiaan ini. Pendekatan spiritual diselingi edukasi tentang wawasan kebangsaan membuat suasana menjadi semakin hangat. Beberapa anak kelas 12 yang menyatakan senang antara lain Firmansyah, Evi, Imel dan Revi. Pasalnya, perbedaan trauma healing dari relawan Bela Negara dengan yang lain adalah aspek pendekatan spiritual ditambah pemberian muatan edukasi wawasan kebangsaan dan lainnya.

Diketahui sebelumnya, di pesisir Banten tepatnya di di Dusun Tanjung Lame Desa Ujungjaya Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang (Minggu pagi (13/1), dengan dukungan Dirjen Bela Negara Kemhan RI, Brigjen TNI Tandyo Budi Revita, S.Sos serta Koperasi Madu Hanjuang Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut, Jabar. Setidaknya 250 orang, baik Balita/Paud, anak-anak sampai dengan Lansia terdampak tsunami, diberikan pemulihan trauma melalui metode serupa. (Aan0713).

Sabtu, 12 Januari 2019

Anak-anak dan Warga Korban Tsunami Banten Jalani Trauma Healing Bela Negara

Banten – Upaya kemanusiaan pemulihan psikologis korban tsunami pesisir Banten dan Lampung pada 22 Desember 2018 terus dilakukan, baik oleh pemerintah maupun relawan. Termasuk yang dilakukan para relawan Bela Negara dari Yayasan Barisan Patriot Bela Negara (YBPBN) Kementerian Pertahanan.


Mereka melakukan trauma healing di Dusun Tanjung Lame Desa Ujungjaya Kecamatan Sumur. Sekitar 250 orang yang terdiri dari anak-anak dari Balita dan Paud sampai dengan Lansia yang terdampak tsunami, diberikan pemulihan trauma melalui pendekatan spiritual dipadukan dengan psikologis. Minggu pagi (13/1/2019).

Kegiatan mendapatkan respon sangat baik dari warga dan tokoh masyarakat setempat, termasuk Koordinator Layanan Dukungan Psikososial, Taruna Tanggap Bencana, Labuan Banten, Siti Nurdjanah. Relawan Bela Negara juga ditopang atau dukungan dari Koperasi Madu Hanjuang Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut, Jabar, melalui Korlap Posko Hendra Pranova, SE.MM.

Terlihat Ketua Relawan Belneg Achmat Juniawan (51) Eman Sulaeman, Syafrijal (59), Nanang (55) dan Cepi Gantina (belanegaranews.com) menyisipkan edukasi tentang pemahaman bela negara dan pendalaman pancasila dengan sesekali diselingi game dan pembagian hadiah guna memacu semangat dan keceriaan. Disampaikan Achmat Juniawan, bahwa pihaknya mendapatkan mandat penuh dari Dir Bela Negara Kemhan, Brigjen TNI Tandyo Budi Revita, S.Sos, guna melaksanakan pemulihan kemanusiaan di Banten selama 2 hari, kemudian menyusul langsung ke Provinsi Lampung Selatan di daerah Kota Kalianda serta Pulau Sebesi (yang terletak di wilayah Desa Tejang Kecamatan Rajabasa).

“Pemulihan psikologis, pada dasarnya membuat anak-anak sibuk bermain, menggambar, bernyanyi dan mendengarkan dongeng. Kalau anak-anak justru lebih mudah pulih psikisnya dibandingkan orang dewasa," ungkapnya melalui pesan whatsapp kepada Serka Aan Setyawan, Humas Kodim 0713 Brebes.

Sementara salah satu anak, Dedeh (11) menyatakan terima kasih, “Kami diajak bermain dan diberi hadiah, ini membuat kami Anak-anak bahagia karena dapat berkumpul bermain bersama,” cetusnya. (CepiG/Aan0713/Dade).

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...