Selasa, 07 Januari 2020

Tim Penanggulangan Bencana Alam Brebes Lakukan Mitigasi Pemetaan Tanggul Rawan Di Cisanggarung

Brebes – Unsur terkait penanganan bencana alam di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan mitigasi dengan mengecek daerah rawan bencana di aliran Sungai Cisanggarung. Selasa siang (7/1/2020).

Tampak Kepala BPBD Nurshy Mansur, bersama Kapolres AKBP Aris Supriyono dan Ketua Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE atau yaitu Dandim 0713 Brebes, mengecek secara langsung kondisi tanggul Cisanggarung, di wilayah Desa Karangsambung, Losari, yang dikhawatirkan jebol jika menerima debit air dan arus yang besar.


Disimpulkan tim melalui Ketua Gulbencal, Letkol Faisal Amri, bahwa tanggul yang berada di ujung desa tersebut harus segera ditangani secara cepat dan maksimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait dengan mengerahkan alat berat.

“Kami juga menghimbau masyarakat agar lebih waspada dan siaga jika terjadi perubahan cuaca di wilayah Brebes Selatan,” ucapnya di depan Kades Kosim, perangkat desa serta masyarakat.

Ditambahkannya, jangan mudah mempercayai dan menyebarkan berita bencana alam yang belum tentu kebenarannya sehingga dapat mengganggu kondusifitas Kamtibmas.

Sementara disampaikan Danramil 05 Losari, Kapten Infanteri Sutarno, bahwa sebelumnya di hari yang sama, jajaran Muspika baru saja membentuk Destana (Desa Tangguh Bencana) di Aula Balai Desa Karangsambung dalam rangka mengantisipasi banjir di puncak musim penghujan 2019-2020 ini (Januari-Februari).

Dalam kesempatan ini Kepala BPBD Brebes melalui Kasi Kesiapsiagaan BPBD, Wibowo Budi Santoso, SE.ST menyatakan bahwa, selain pembentukan Destana yang merupakan misi dari BPBD dalam menanggulangi bencana alam secara mandiri di Karangsembung, kader-kadernya/relawan ini juga diberikan pelatihan penanganan bencana secara bertahap.

Apa yang dilakukan pihak terkait tersebut diapresiasi Camat Losari, Sumarno, S.Pd, M.Pd. Ia berharap para relawan dapat dengan cepat menyerap ilmu yang ditransfer sehingga cekatan dan tepat saat mengaplikasikannya di lapangan, yaitu menanggulangi dan mengevakuasi jika terjadi bencana.
“Saya berharap Destana Karangsambung akan segera melakukan aksi nyata untuk mengurangi dampak bencana banjir karena terdapat tanggul yang rawan, dengan membuat tanggul darurat menggunakan karung diisi tanah sambil menunggu perbaikan tanggul secara permanen dari pemerintah,” ucapnya.

Selain itu Sumarno menghimbau kepada masyarakat setempat yang tergabung dalam Destana, agar segera membuat jadwal piket siaga banjir, dengan tugas salah satunya adalah melakukan patroli tanggul. (Aan)

Masyarakat Ketanggungan Brebes Dan TNI Terus Pertebal Dan Tambal Tanggul Babakan

Brebes – Upaya perbaikan dan penebalan tanggul Sungai Babakan, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus dilakukan di hari kedua ini oleh masyarakat yang dibantu unsur TNI dan relawan lainnya. Rabu (8/1/2020).

Diketahui dua hari sebelumnya (6/1, petang), banjir menggenangi sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga akibat limpasan Sungai Babakan di wilayah Ketanggungan.


Puluhan rumah di dua pedukuhan di Desa Cikeusal Lor yaitu Dukuh Babakan dan Campur, mengalami dampak lebih dibandingkan tempat lainnya.

Dibenarkan Danramil 15 Ketanggungan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Sugeng Wiratno, bahwa wilayah tersebut sudah menjadi langganan banjir jika debit air Sungai Babakan melimpah sehingga air limpas ke pemukiman yang berada di sekitar sungai.

“Banjir lewat ini sudah sering terjadi kurang lebih lima tahun ke belakang, akibat dari limpasan air Sungai Babakan yang melewati tanggul,” ucapnya, Rabu (8/1/2020).

Dikatakannya juga, pihaknya bersama unsur terkait dan masyarakat, melanjutkan penebalan dan peninggian tanggul secara darurat dengan menggunakan karung yang diisi dengan tanah.

Sehari sebelumnya telah dilakukan penutupan lubang-lubang di tanggul sungai, , tepatnya di Desa Ketanggungan RT. 004 RW. 003, dengan memasukkan karung berisikan tanah/pasir kedalam lubang.

Ditambahkannya, untuk penanganan tanggul yang mengalami abrasi, dilakukan dengan menata karung tanah sebagai tanggul darurat yang ditopang oleh pagar kayu/bambu.

Kades Ketanggungan, Sofani, sangat mengapresiasi upaya unsur terkait dan para relawan yang membantu pihaknya dalam menangani masalah klasik di musim penghujan. (Aan)

Senin, 06 Januari 2020

Prajurit Brebes Senam Senjata Untuk Menjaga Kebugaran

Brebes – Olahraga secara konsisten dan berjenjang guna membina fisik merupakan ciri khasnya TNI, salah satunya adalah melalui senam senjata.

Tampak puluhan prajurit Kodim 0713 Brebes melakukannya di halaman Makodim. Selasa pagi (7/1/2020).


Dibenarkan Pasi Ops Kodim melalui Bati Ops, Pelda Abdul Kholik, bahwa kegiatan pembinaan fisik tersebut sebagai upaya dalam mendukung tercapainya tugas pokok kesatuan dalam membina teritorial maka para prajurit staf juga terus diupayakan memiliki fisik yang prima dan postur yang ideal.

Keceriaan serta kekompakan penuh dengan semangat tampak dari raut wajah para prajurit saat melaksanakan gerakan demi gerakan yang dipimpin oleh Sertu Muslim.

Sementara dikatakan Sertu Muslim, “Senam senjata juga sebagai sarana untuk meningkatkan serta memacu semangat prajurit disamping menjaga kebugaran tubuh,” ujarnya.

Menutup pembinaan, para prajurit juga melaksanakan pembinaan fisik tambahan yakni push-up, sit-up dan pull-up. (Utsm-Aan)

Inna lillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un, Mbah Ropiah Asal Bumiayu Brebes Tersambar Kereta Api Kutojaya

Brebes – Korban meninggal dunia akibat kurang kewaspadaan saat melintasi rel kereta api, terjadi di Desa Negaradaha, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Senin malam (6/1/2020).

Dijelaskan Danramil 08 Bumiayu Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Ngadino, bahwa Ropiah (60) warga Dukuh Sepur Timur RT/RW. 01, Negaradaha, tersambar Kereta Api (KA) Kutojaya dengan nomor lokomotif 259 A, tepatnya di BH 1182 kilometer 317+4/5, petak BMA-PWT, Negaradaha.

“Korban yang merupakan warga setempat tersambar kereta api yang sedang melintas dari arah selatan di jalur hilir Bh 1182 sekitar pukul 20.05 WIB,” terangnya.

Dijelaskannya lanjut, diduga Almarhumah tidak melihat dan mendengar klakson yang dibunyikan masinis sehingga kejadian tak dapat dielakkan.

Korban yang masih hidup atau selamat, segera dilarikan oleh masyarakat ke RSUD Bumiayu untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Setelah mendapatkan perawatan intensif, akhirnya Mbah Ropiah menghembuskan nafas terakhir karena lukanya yang sangat serius,” pungkasnya.

Saat ini kasus sedang ditangani oleh pihak kepolisian setempat, sedangkan jenazah akan segera dimakamkan oleh pihak keluarga.

Ngadino menghimbau kepada masyarakat agar lebih memperhatikan keluarganya baik lansia maupun anak-anak saat beraktivitas di sekitar jalan raya, perairan maupun saat akan melintasi rel kereta api. (Aan)

Inna lillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un, Karena Depresi Warga Bantarkawung Brebes Gantung Diri

Brebes – Petani asal Dukuh Jetak RT. 03 RW. 01, Desa Sindangwangi, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di teras rumah mertuanya, Suni, di RT. 01 RW. 02. Senin malam (6/1/2020).

Dibenarkan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi bahwa, Almarhum Kasmin (48) ditemukan sudah meninggal dunia oleh adik iparnya, Tohir (37), petani asal Desa/Kecamatan Bantarkawung RT. 08 RW. 03, saat mengunjungi rumah orang tuanya tersebut sekitar pukul 22.00 WIB.


“Saat akan memarkir sepeda motornya di samping rumah Bu Suni, Saudara Tohir kaget saat melihat saudara Kasmin sudah tergantung di kaso/kayu usuk teras rumah ibunya,” jelas Danramil.

Kasmin diketahui istrinya, Taswi (39), sebelumnya keluar dari rumah sekitar pukul 20.00 WIB. Kemudian ditemukan sudah tergantung di tali tambang warna putih dengan memakai kaos warna putih dan celana pendek kolor warna biru.

Ia menggunakan papan gebyokan padi sebagai pijakan saat ditemukan. Melihat hal ini, iparnya segara masuk ke dalam rumah dan memberitahukan kepada istri Almarhum yang sedang di dalam kamar tidur.

“Jasad Almarhum diturunkan oleh istri dan iparnya yaitu Saudara Tohir. Selanjutnya Mas Tohir segera memberitahukan kepada tokoh masyarakat sekitar serta melapor kepada pihak Koramil, Polsek dan Puskesmas Bantarkawung,” imbuh Kapten Nurhadi.

Sedangkan dari penuturan istrinya, Almarhum yang merupakan sosok pendiam ini, diduga depresi karena mengidap penyakit menahun yang tak kunjung sembuh. Ia juga baru saja pulang bekerja sebagai buruh di daerah Sumatera.

Sementara dari pemeriksaan awal pihak medis, Juhanah (37) perawat sekaligus bidan Puskesmas tersebut, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan/penganiayaan pada tubuh, hanya luka bekas jeratan tali di leher, alat kelamin mengeluarkan sperma dan dubur mengeluarkan kotoran besar.

Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian Kasmin dan jenazahnya akan dimakamkan di TPU Desa. (Aan)

Tiga Pilar Kawal Audiensi Masyarakat Pandansari Brebes Terkait Amdal PT. Etira

Brebes – Masyarakat Dukuh Taman, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan protes keras terhadap pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh PT. Etira (Eka Timur Raya), produsen pupuk kompos. Senin sore (6/1/2019).

Audiensi ini dilakukan di balai desa setempat, dengan dihadiri berbagai unsur dan komponen masyarakat. Pejabat sementara Danramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Arhanud Suryadi, SH, juga hadir mendampingi Kepala Desa Pandansari Irwan Susanto, SE. Selain itu Babinsa setempat Serda Sugeng W dan Bhabinkamtibmas Aiptu Zenuri, turut mengawal pihak PT. Etira saat bertemu dengan perwakilan masyarakat.


Disampaikan Kapten Suryadi, ”Masyarakat Dukuh Taman sangat mengeluhkan amdal yaitu limbah bau yang menyengat. Untuk itulah dilakukan mediasi bersama pihak desa,” terangnya.

Hasil audensi tersebut, PT. Etira melalui pimpinannya Agus Setiawan, dan manajer Yudo, menyatakan bahwa pihaknya siap menangani limbah air kompos dengan cara memperbaiki drainase/saluran air pembuangan sehingga tidak menggenang atau menumpuk.

Selanjutnya adalah melakukan pengapuran kompos dengan abu kapur sampai baunya hilang, mencari lahan yang agak jauh dari perkampungan sebagai saluran pembuangan kompos alternatif.

Memindahkan cerobong asap ke bawah Desa Wanatirta dalam jangka waktu 4 bulan dari audiensi ini dengan tujuan untuk mengurangi polusi.

“PT. Etira juga menyatakan akan merekrut tenaga kerja dari masyarakat setempat sebesar 95 %, dan jika masyarakat setempat membeli kompos yang dihasilkan maka akan diberikan nilai jual yang rendah,” tandas Suryadi.

Gejolak masyarakat ini akhirnya dapat diredam dengan penanganan secepatnya oleh unsur terkait di wilayah Paguyangan. (Aan)

Minggu, 05 Januari 2020

Family Gathering KBT Brebes Di Pantai Randusanga Indah

Brebes – Pantai Randusanga Indah (Parin) yang terletak di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi ladang atau tempatnya majemuk untuk melakukan berbagai aktivitas.

Tak terkecuali bagi Tarsono (46), penjual siomay keliling yang biasa berjualan di tempat ini juga merasakan faedah dari acara family gathering yang digelar Kodim 0713 Brebes. Minggu (5/1/2020).


Pedagang asal Desa Krasak RT. 03 RW. 04, Kecamatan/Kabupaten Brebes, mengaku berpenghasilan kotor Rp. 600 ribu, dan jika habis terjual dalam sehari mendapatkan keuntungan antara Rp.75-100 ribu.

“Saya sangat senang pak jika ada acara-acara pertemuan keluarga seperti ini di Parin. Terima kasih kepada Kodim karena mengizinkan saya dan kawan-kawan pedagang lain berjualan sehingga dagangan kami habis,” ucap Tarsono mengapresiasi.

Hal senada juga diungkapkan Gilang Jaenudin (21) penjual cilok keliling asal Desa Kauman, Brebes. Ia juga mengaku dagangannya laris manis diserbu prajurit, Persit dan keluarganya, sehingga meraup keuntungan berkisar Rp. 130 ribu.

Sementara itu Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, mengungkapkan bahwa acara tersebut sengaja digelar di Parin untuk lebih menambah nuansa keakraban dengan anggota beserta keluarganya.

“Selain acara hiburan, juga digelar berbagai permainan ketangkasan dan kebersamaan yang diikuti baik prajurit, Persit dan anak-anak. Semua peserta mendapatkan hadiah,” beber Faisal Amri.

Sedangkan Djarot, tokoh masyarakat dan mantan Kades Randusanga Kulon, serta pemilik Warung Makan Djarot di pantai ini, menyatakan senang karena salah satu objek wisata kebanggaan masyarakat Brebes ini makin ramai dari waktu ke waktu.

Menurutnya, hal itu tak terlepas dari keberhasilan publikasi melalui medsos yang dilakukan oleh dinas terkait, para wartawan/wartawati serta masyarakat. (Aan)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...