Rabu, 13 November 2019

Aksi Nyata Mengatasi Kenakalan Remaja Di Limbangan Kersana Brebes

Brebes – Talk show tentang aksi Babinsa Kodim 0713 Brebes, yang disiarkan secara live di Radio Singosari 103.9 FM Brebes dan News Singosari FM Ketanggungan, kali ini mengupas tentang penanganan kenakalan remaja melalui olahraga dan organisasi kepemudaan. Rabu (13/11/2019).

Narasumber yang dihadirkan dari Desa Limbangan, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, adalah Babinsa Serda Solikhin dan Kades Tulap, Sp (54), sedangkan pemandu acara adalah Mohamad Ibnu Mudzakar (45) dengan nama udara Ian Rakawinu, Manager Singosari.


Memulai acara, Serda Solikhin menjelaskan tentang ajakan kepada para pemuda desa berpartisipasi dalam organisasi spiritual/keagamaan, yang diantaranya remaja masjid, pemuda NU dan karang taruna. Selain itu juga melalui pendekatan penyuluhan.

“Selaku Babinsa, kita harus rajin untuk nimbrung jika ada kegiatan apapun di desa. Saat itulah kita mengarahkan untuk selalu memulai kegiatan dengan berdoa dan pesan moral lainnya,” ucapnya.

Menjawab pertanyaan dari beberapa penelpon, Solikhin menyampaikan tentang pendampingan dari para orang tua sangat penting untuk membatasi penggunaan medsos yang dapat memicu kenakalan remaja.

“Peran orang tua juga menjadi kunci bagi remaja yang sedang mencari jati diri agar tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas yang bertentangan dengan budaya bangsa sehingga memicu kenakalan remaja,” tandasnya.

Sementara ditambahkan Kades Tulap, upaya nyata dari pihaknya adalah dengan menghidupkan kesenian rebana/hadroh (seni musik islam) serta kegiatan olahraga.

“Dengan support Babinsa, kami juga melakukan pencegahan dini terhadap kenakalan remaja melalui olahraga yaitu sepakbola, bola voli dan tenis meja,” ucap Tulap.

Pihaknya juga menggelar beberapa event pertandingan olahraga tersebut antar dusun dalam setiap kesempatannya. Dalam waktu dekat, dirinya juga akan menyiapkan minimal 7 meja pingpong di 7 RW/dusun di Limbangan.

“Dengan berorganisasi, para remaja akan lebih mudah untuk diarahkan karena mempunyai sosok figur pemimpin,” pungkas Kades yang baru 3 bulan menjabat tersebut.

Sekedar diketahui, acara dialog interaktif ini ditayangkan setiap hari Rabu pagi pukul 10.00-11.00 WIB. Pendengar dapat mengaksesnya untuk berdialog dengan para narasumber melalui telepon (0283) 671636. Dan dapat disaksikan melalui link youtube di https://youtu.be/7heRkU14Llk serta link radio streaming di http://singosarifmbrebes.radiostream123.com/. (Aan)

Senin, 11 November 2019

Karya Bakti TNI Lintas Sektoral Di Tanjung Brebes, Cor Jalan Dan Bangun Pos Kamling

Brebes – Kegiatan TNI Manunggal Masyarakat Desa di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah kali ini, adalah menyasar Dukuh Karangmangu, Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung, untuk membangun rabat beton sandsheet.

Dijelaskan Danramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Muhtadi, sasaran fisik karya bakti TNI lintas sektoral bersama masyarakat ini meliputi pekerjaan di gang RT. 01-03 RW. 05 di 13 titik untuk di rabat beton sandsheet sepanjang total 886 meter dengan lebar 1,2 – 2,8 meter, dengan ketebalan 10-15 centimeter.


Untuk sasaran tambahannya meliputi pembuatan talud penahan sepanjang 52 meter, tinggi 1,5 meter dan ketebalan 40 centimeter. Talud di kanan-kiri jembatan sepanjang 7 meter, tinggi 1,5 meter dengan ketebalan 40 centimeter.

“Dalam karya bakti TNI bersama Pemdes Pengaradan yang dimulai Hari Senin ini juga membangun 1 unit Pos Kamling permanen dengan ukuran 2 x 3 meter,” bebernya.

Capaian hasil di hari kedua ini adalah talud sayap kiri sepanjang 17 meter dengan hasil 100 %, sementara pemasangan batu di talud sayap kanan sepanjang 35 meter mencapai realisasi 75 %.
Untuk para teknisi/tukang bangunan meliputi 18 orang TNI dan masyarakat setempat yang berjumlah 50 orang meliputi BPD, perangkat desa dan TPK.

“Masyarakat Dukuh Karangmangu sejumlah 50 orang per hari secara bergiliran membantu dalam 2 shift, yaitu pagi dan siang,” imbuhnya.

Untuk anggaran pembangunan tersebut bersumber dari Mabes TNI senilai Rp. 74,5 juta dan Pemdes setempat, dan akan dikerjakan sampai dengan akhir November ini.

“Peningkatan akses ini untuk lebih memberikan kemudahan bagi masyarakat setempat baik perekonomian, pertanian, kesehatan dan pendidikan, selain mencegah pengikisan tanah,” pungkas Muhtadi. (Aan)

Brebes Archery Club Kirimkan Sepuluh Atlet Juniornya Di Kejurda Jateng

Brebes – Puluhan atlet pelajar dan klub di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengikuti seleksi atlet panahan junior tingkat kabupaten, yang digelar mulai tanggal 10 November 2019 lalu.

Menurut Tarsono, M.Pd atau Coach Son sapaan akrabnya, pembesut Brebes Archery Club, mereka sedang disiapkan guna Kejurda (Kejuaraan Daerah) panahan junior tingkat provinsi yang akan digelar pada 10-12 Desember mendatang di Kabupaten Batang, Jateng.


“Seleksi dari kategori divisi/kelas yang akan dilombakan yaitu compound, recurve dan standart nasional, sudah berjalan dua hari ini (10-11/11) dari sejumlah 50 orang atlet,” terangnya di Lapangan Gor Sasana Kridha Adikarsa Brebes, Selasa (12/11/2019).

Dijelaskannya lanjut, para anak didiknya yang lolos untuk dikirim ke Batang meliputi, untuk kategori compound yaitu Safira, Iqrima, Abbiyu dan Farel. Kategori recurve yaitu Aulia, Daffa, Putra dan Nibras, sedangkan standar nasional Dita, Aflah dan Galang.

Sepuluh anak didiknya tersebut, harus terus diberikan banyak ruang dan jam terbang sehingga terpelihara dan meningkat kemampuannya.

“Mereka adalah bibit-bibit atlet yang diharapkan mampu memberikan warna baru KONI Brebes dan tentunya mengharumkan nama Brebes kedepannya,” tandasnya.

Untuk itulah dirinya bersama Official Pelatih, Serda Bangun Hidayat Babinsa Koramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes, telah menjadwalkan latihan ekstra guna mendapatkan hasil yang maksimal sehingga memenuhi target di Batang. (Utsm-Aan)

Minggu, 10 November 2019

Brebes Kehilangan Kembali Dua Babinsanya

Brebes – Satuan teritorial Kodim 0713 Brebes, kembali kehilangan dua orang Babinsanya, namun mendapatkan tambahan 23 orang Bintara baru yang nantinya akan memperkuat 17 Koramil di 17 Kecamatan.

Tampak Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, di lapangan upacara Makodim memberikan apresiasi kepada Sertu Martoyo, Babinsa Koramil 01 Brebes (MPP 1-10-2019) dan Serda Teguh Budiawan, Babinsa Koramil 12 Bantarkawung, yang alih tugas ke Koramil 04 Sokaraja Kodim 0711 Banyumas, Jawa Tengah. Senin (11/11/2019).


“Kepada Sertu Martoyo, selamat menikmati Masa Persiapan Pensiun untuk berkumpul dengan keluarga dan bermain bersama cucu. Sedangkan kepada Serda Teguh, selamat bertugas di tempat yang baru dan dekat dengan keluarga di Banyumas,” ucapnya mengapresiasi.

Ditambahkannya, atas TNI dan keluarga besar Kodim Brebes, dirinya mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan dedikasinya selama ini kepada masyarakat, Kodim dan TNI.

“Bukan berarti jika MPP berhenti melakukan pengabdian kepada bangsa dan negara. Saat kembali menjadi masyarakat, tentunya masih banyak bentuk pengabdian lainnya yang dapat dilakukan sehingga tetap bermanfaatkan bagi lingkungan,” tandasnya.

Tak lupa Faisal Amri berpesan agar tetap menjaga citra TNI dalam kehidupan bermasyarakat maupun di tempat tugas yang baru.

Sementara penerimaan awal ke-23 Babinsa baru dilakukan Kasdim, Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku.

Dikatakannya, mereka selanjutnya akan melaksanakan orientasi di Kodim sebelum dilepas ke jajaran Koramil sebagai Babinsa. (Aan)

Jumat, 08 November 2019

Pengenalan Tactical Radio Dan POL Juga Diberikan Pada Bela Negara Kodim Brebes

Brebes – Sebanyak 170 orang pelajar dari 17 sekolahan tingkat SLTA sederajat di 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah selesai menerima pembekalan Kader Bela Negara selama dua hari di Kodim 0713 Brebes dan GOR Sasana Adhi Karsa Brebes kompleks. Jumat Sore (8/11/2019).

Pembekalan yang diberikan meliputi materi wawasan kebangsaan, pengetahuan radikalisme, bahaya Narkoba (BNN Brebes), pemadaman kebakaran (Damkar Brebes), caraka malam, pengenalan senjata dan bongkar pasang, berbagai macam permainan tim dan pemutaran film perjuangan.


Di hari kedua ini, ratusan pelajar tersebut dibekali materi 5 (lima) Krida Saka Wira Kartika yang meliputi Navrat (Navigasi Darat), pengenalan mountenering, penanggulangan bencana alam, tali-temali/pioneer serta survival yang mengenalkan berbagai macam tumbuhan hutan yang bisa dimakan dengan paparan melalui layar proyektor.

Selain itu para pelatih dari TNI ini juga mengenalkan Radio AN/PRC-77, yaitu tactical radio legendaris pengembangan dari AN/PRC-25 buatan JETDS (Joint Electronics Type Designation System) Amerika, digunakan pertama kali oleh Tentara AS (GI) di perang Vietnam tahun 1968 dan digunakan TNI dalam operasi Seroja pada tahun 1975 saat melawan pasukan Fretilin di Timor Timur yang sekarang bernama Timor Leste.

Selain itu para siswa juga dibekali materi kesehatan Longmalap yang antara lain POL (Pengangkutan Orang Luka) di berbagai medan termasuk gang sempit serta dengan jumlah penolong. Juga pengetahuan tentang cedera panas (bercak panas/heat rash, kejang panas/heat cramps, kelelahan panas/heat exhaustion dan sengatan panas/heat stroke) dan cara penanganan pertama di lapangan.

Tampak Serda Hardono, anggota Perhubungan Kodim, serta Kopka Willy, paramedis dari Klinik Pratama Kartika 13 Brebes, memberikan kedua materi tersebut.

Dibenarkan Kasdim Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku, bahwa kegiatan dalam rangka Pembinaan Teritorial (Binter) TNI terpadu dengan memberdayakan wilayah guna memantapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh dalam mengawal NKRI.

“Kita harapkan melalui pembekalan dan pembentukan karakter selama dua hari ini, ke depan mereka akan menjadi generasi unggul di berbagai bidang, lebih mumpuni dari generasi sekarang untuk mengawal NKRI,” tegasnya.

Puncak acara dilakukan penutupan, melalui upacara yang dipimpin Kasdim mewakili Dandim. (Aan)

Ada Pocong Jatuh Di Kuburan Saditan Brebes, Satu Peserta Caraka Malam Ucapkan Doa Sebelum Makan

Brebes – Adalah Agus Prianto (16), salah satu murid SMK Syafa'Atul Ummah Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, salah satu dari 170 orang peserta kegiatan pembekalan Bela Negara yang digelar di Kodim 0713 Brebes.

Selain menyatakan bangga dengan berbagai ilmu dan latihan kedisiplinan ala TNI yang ketat, dirinya mempunyai kesan terhadap kegiatan selama dua hari yang diikuti 17 sekolahan tingkat SLTA sederajat di 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes.


Dikatakannya bahwa, ia mempunyai pengalaman unik saat melakukan melakukan permainan Wasbang (Wawasan Kebangsaan), dengan materi merayap dan merangkak senyap serta caraka malam.

“Saya sangat terkesan dengan materi permainan di pos terakhir yaitu merayap dan merangkak senyap sejauh 25 meter, untuk melewati dua ekor bebek hidup yang ditaruh pelatih di tengah perjalanan. Jika bebek berteriak maka saya dinyatakan gagal dan harus mengulang lagi dari peserta paling belakang di tim saya,” ucapnya mengenang kegiatan yang dilaksanakannya, Jumat dini hari (8/11/2019).

Pengalamannya yang kedua adalah saat kegiatan cara malam, yaitu membawa pesan rahasia untuk disampaikan di finish secara lengkap setelah melewati berbagai macam rintangan psikis termasuk saat melewati hamparan nisan di TPU Desa Saditan, Kecamatan Brebes.

“Saya sangat kaget pas lagi jalan bersama tim (10 orang) di makam ada pohon pisang gerak-gerak sendiri dan ada suara tangisan kuntilanak. Setelah itu saat melihat pocong jatuh dari pohon tepat di depan saya, saya langsung memeluk teman dan sempat menangis,” imbuhnya polos.

Senada juga dikatakan Nisa Salsabila (16), murid MA Asy-Syafi’iyyah Kecamatan Jatibarang, bahkan dirinya mendengar suara monyet.

“Saya sudah mulai merinding saat mendengar suara kuntilanak dan monyet, tapi saat tiba-tiba ada pocong jatuh dari pohon di depan kami, maka saya berteriak paling kencang di tim saya dan saya mengucapkan doa sebelum makan,” ujar Nisa mengenang.

Dibenarkan Wanto (36) warga setempat dan juru kunci makam, bahwa tangisan, pocong dan gerakan pepohonan di TPU tersebut, telah disiapkan para pelatih agar para peserta lupa akan pesan yang telah dihafalnya.

“Saya sangat bangga dimintai izin pihak Kodim untuk melakukan kegiatan malam di TPU desa. Ini juga merupakan pengalaman baru bagi saya untuk membantu menakut-nakuti orang (peserta cara malam – red) untuk melatih psikis mereka,” kata Wanto mengapresiasi.

Pungkas acara, seluruh peserta menyampaikan pesan yang dibawa kepada pelatih di Gor Sasana Adhi Karsa Brebes. Mayoritas dari mereka lupa atau tidak utuh menyampaikannya, sehingga mendapatkan hadiah dari pelatih berupa coretan di seluruh muka dengan lipstik.

Saat adzan subuh, para peserta tersebut melakukan perjalanan untuk kembali ke Barak Siaga bertingkat di Kodim. Bangunan hibah dari Pemkab Brebes untuk penanggulangan bencana dan telah diresmikan Bupati, Hj. Idza Priyanti, pada 27 Februari 2018 lalu. (Aan)

Rabu, 06 November 2019

Agar Brebes Tak Mengalami Loss Generation, Ini Yang Dilakukan Kepada Ratusan Pelajar SLTA Sederajat

Brebes – Para pelajar SLTA, MA dan SMK di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan Pembinaan Kader Bela Negara di Makodim 0713 Brebes dan GOR Sasana Adhi Karsa Brebes kompleks, selama dua hari (7-8/11).

Pembekalan yang diberikan meliputi materi bela negara, wawasan kebangsaan, pengetahuan radikalisme, pengetahuan bahaya Narkoba, pemadaman kebakaran, Long Malap (Pertolongan Pertama di Lapangan), caraka malam, pengenalan senjata, pengenalan radio dan jaring radio, permainan Wasbang dan pemutaran film.


Dibenarkan Kasdim, Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku, pasca membuka acara di halaman Makodim, bahwa 5 (lima) Krida Saka Wira Kartika yang meliputi Navrat (Navigasi Darat), mountenering, penanggulangan bencana alam, pioneer dan survival, juga diberikan dalam pembekalan kepada para pelajar sebanyak 170 orang siswa/i yang tersebar di 17 kecamatan.

“Kami juga dibantu pihak BNN dan Damkar Kabupaten Brebes serta Klinik Pratama Kartika 13 Brebes, sebagai pemateri,” ucapnya.

Dikatakannya lanjut, para peserta tersebut akan bermalam di Barak Siaga Kodim, yang telah diresmikan Bupati Brebes awal 2019 lalu.

Dalam pembukaan materi di Aula Jenderal Soedirman, Kodim, mewakili Danrem 071 Wijayakusuma, Kepala Seksi Teritorial Korem, Letkol Infanteri Sapto Broto, memberikan motivasi tentang rekrutmen TNI.

“Saya harapkan generasi dari Kabupaten Brebes ini, dapat memproteksi dari serangan pintar yaitu gaya hidup konsumtif dan narkoba yang mengincar negara kita agar mengalami loss generation,” ucap mantan Prajurit Komando abituren Sepa PK 2007 ini.

Harapan Sapto Broto adalah, kedepan para peserta dapat menggantikan generasi sekarang karena telah dibekali berbagai ilmu pengetahuan, disiplin dan pembentukan karakter.

“Saya harapkan para peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, sehingga nantinya mempunyai jati diri dan karakter saat kelak menjadi para pemimpin bangsa,” tandasnya.

Inilah salah satu upaya TNI Kodim 0713 Brebes dalam upayanya memberdayakan Pembinaan Teritorial (Binter) terpadu, dengan harapan terciptanya pertahanan wilayah NKRI di darat melalui masyarakat. (Aan)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...