Rabu, 13 Mei 2020

PDP Positif Covid-19 Klaster Gowa di Brebes Tunggu Test Swap Ke-3 Sebelum Dipulangkan

Brebes – Sebanyak 12 orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Covid-19 yang dikarantina Pemkab Brebes di Islamic Centre, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih harus bersabar untuk bertemu keluarganya di rumah masing-masing.


Mereka akan dipulangkan jika hasil tes swab PCR yang ketiga dinyatakan negatif, sementara jika yang masih positif akan tetap menjalani isolasi.

Disampaikan Danramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin, bahwa Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Brebes, terus memberikan pengertian kepada PDP Ijtima Ulama Dunia 2020, Klaster Gowa, Sulawesi Selatan, untuk tetap bersabar.

“Ke-12 pasien yang masih dikarantina di Islamic Centre Brebes ini masih harus menunggu hasil swab tenggorokan yang ketiga. Hal ini juga berlaku bagi 4 PDP lainnya yang dirawat isolasi di RSUD Brebes saat ini,” jelasnya.

Dijelaskannya lanjut, adapun perincian PDP meliputi 14 orang dari Kecamatan Bantarkawung, 1 orang dari Kecamatan Bumiayu, dan 1 orang dari Kecamatan Paguyangan.

Sepulang dari Kecamatan Bontomarannu, Gowa, awalnya ada 20 orang yang diisolasi di Islamic Centre Brebes, setelah dinyatakan positif dari hasil rapid test pertama (28-29/4). Namun setelah keluar hasil swab PCR dari Labkesda Kemenkes, Salatiga, pasien lainnya dipulangkan guna mencegah penularan dari para OTG (Orang Tanpa Gejala) tersebut sehingga hanya menyisakan 12 orang saat ini.

“Untuk pasien yang sudah pulang ke rumah masing-masing, kita himbau untuk sementara tetap melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Mereka juga diawasi oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 dari daerahnya masing-masing,” tandasnya.

Zaenal Abidin juga menghimbau kepada warga masyarakat Kabupaten Brebes umumnya agar tetap memakai masker jika harus keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan hidup mendesak, mencuci tangan dengan sabun/cairan disinfektan sesering mungkin, serta menerapkan physical distancing.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr. Sartono, juga hadir bersama Babinsa Kelurahan Pasarbatang Koramil 01, Serda Agus, juga ikut hadir meredam keinginan pulang ke-12 PDP, untuk menunggu hasil laboratorium. Pasalnya, sebelumnya masing-masing masyarakat desa tempat pasien berasal menolak kepulangan mereka sampai benar-benar dinyatakan sembuh secara medis. (Aan)

Tak Hanya di Pasar dan Jalan Tonjong Brebes, Masker Juga Dibagikan di Sawah

Brebes – Puluhan petani Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendapatkan pendampingan pertanian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, BPP (Balai Penyuluh Pertanian) Kecamatan Tonjong, dan juga Babinsa setempat.


Dijelaskan Danramil 09 Tonjong, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Ngadino melalui Babinsa Kutamendala, Serka Iskandar, bahwa pihak terkait tersebut terus melakukan pendampingan kepada para petani guna menjaga stok beras di Kabupaten Brebes khususnya.

“Di sawah areal persawahan milik Gapoktan Abdi Tani seluas 2 hektar, selain para petani dimotivasi melakukan gerakan tanam dan panen padi, mereka juga diberikan edukasi terkait pencegahan covid-19, dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya, Selasa (12/5/2020).

Tak hanya itu, mereka juga menerima pembagian masker kain yang disalurkan langsung oleh Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Ir. Yulia Hendrawati, M.Se.

Sementara dinyatakan Ketua Gapoktan Abdi Tani, Kutamendala, Rudiyanto (50), bahwa mewakili kelompok tani, dirinya mengucapkan terima kasih atas bantuan masker dan bibit padi jenis Inpari-32 program tahun 2020.

“Sebagai salah satu lumbung beras di Kecamatan Tonjong dan Kabupaten Brebes, bantuan ini jelas akan memicu kami untuk mensukseskan gerakan tanam padi agar stok beras terjaga di tengah krisis ekonomi terkait pandemi,” ujarnya.

Dinyatakannya juga, bantuan bibit padi bagi salah satu Gapoktan di desa tersebut, sangat tepat sasaran dan manfaat karena para buruh tani juga masih mendapatkan upah. (Aan)

Rabu, 06 Mei 2020

Inilah Hasil Rapid Test Keluarga PDP Positif Covid-19 Asal Bumiayu Brebes

Brebes – Tracking terhadap keluarga PDP (Pasien Dalam Pengawasan) covid-19 yang dikarantina Pemkab Brebes di RSUD Brebes, dilakukan. Salah satunya adalah keluarga PDP asal Dukuh Karang Anggrung, Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis (7/5/2020).


Tampak Tim Medis Gugus Tugas Covid-19 Bumiayu, melakukan rapid test terhadap keluarga PDP karantina positif covid-19, atas nama SP (36), buruh asal desa tersebut.

Dijelaskan Danramil 08 Bumiayu, Kodim 0713 Brebes, bahwa upaya yang dilakukan petugas medis tersebut guna memutus mata rantai penyebaran virus corona khususnya di Bumiayu, yang dimungkinkan ditularkan oleh SP pasca pulang dari tabligh akbar ijtima di Gowa, Sulsel, Maret lalu.

“Muspika Bumiayu bersama tiga pilar (Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kades), mendampingi petugas medis melakukan rapid test terhadap anggota keluarga pasien dengan riwayat kontak langsung karena sebelumnya tinggal satu rumah dengan salah satu PDP yang dikarantina di RSUD Brebes,” ungkapnya.
dr. Ali Budiarto, Kepala Puskesmas Bumiayu menyatakan bahwa, hasil rapid test terhadap 6 orang keluarga pasien yang tinggal satu atap adalah negatif. Mereka yaitu TW (35) istri pasien, UH (9) anak, Blq (9) anak, Slm (7) anak, SF (50) ibu pasien, dan KT (56) ayah pasien.

“Kita tetap menghimbau agar pihak keluarga yang telah dilakukan rapid test untuk melakukan isolasi mandiri di rumah untuk memberikan rasa nyaman kepada warga masyarakat lainnya dan meningkatkan imun tubuh dengan makan yang bergizi,” bebernya.

Sementara terkait permintaan dari PDP untuk pulang dan melakukan isolasi mandiri di rumah, pihak desa dan warga masyarakat Jatisawit sementara menolak permintaan tersebut dan meminta agar pasien tetap dikarantina di RSUD Brebes sampai dinyatakan sembuh total oleh pihak medis. (Aan)

Ramadhan Berkah TNI Brebes di Tengah Pandemi Virus Corona

Brebes – Puluhan nasi kotak dan es takjil untuk berbuka puasa dibagikan anggota TNI Kodim 0713 Brebes untuk warga masyarakat Brebes di Jalan Sultan Agung dan Jalan Letjen Suprapto. Rabu sore (6/5/2020).


Tampak Sertu Sunardi, Bintara Angkutan dan Kepala Dapur Umum (DU) Bersama TNI/Polri Kodim Brebes, membagikannya bersama rekan-rekannya dengan menggunakan kendaraan single cabin.

Dikemukakan Dandim melalui Sertu Sunardi, bahwa hidangan dimasak sendiri oleh anggota Kodim Brebes bersama Ibu-ibu Persit untuk dibagikan kepada warga sekitar Kodim menjelang berbuka puasa.

“Kami berharap sedikit bantuan makanan untuk berbuka puasa ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan di tengah pandemi virus corona karena masyarakat terdampak ekonomi,” ucapnya.

Ditambahkannya, bahan makanan yang sebagian diberikan oleh para relawan yang peduli sesama dan diserahkan di DU Kodim Brebes, menjadi berkah di bulan suci Ramadhan bagi semuanya. (Aan)

Ratusan Masker Loreng Dibagikan TNI Bumiayu Brebes

Brebes – Sebanyak 150 buah masker loreng dibagikan anggota TNI Kodim 0713 Brebes dari Koramil 08 Bumiayu, kepada masyarakat di sekitar Koramil Bumiayu yang bermarkas di Jalan Pangeran Diponegoro No. 190, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.


Tampak Danramil, Kapten Armed Jupriadi, memimpin anggotanya secara langsung membagikan secara door to door ke masyarakat. Selasa (5/5/2020).

“Ini merupakan kegiatan untuk membantu Pemerintah mencegah penyebaran covid-19, khususnya di wilayah Kecamatan Bumiayu. Jadi masyarakat kita ajak dan di edukasi tentang pentingnya memakai masker,” ucapnya.

Menurutnya juga, maksud lainnya adalah membudayakan memakai masker serta bentuk kepedulian terhadap masyarakat agar terhindar dari pandemi virus corona, serta upaya terus menjalin silaturahmi dengan warga sekitar, serta memberikan rasa tenang dan nyaman jika banyak orang yang memakai masker.
“Dengan kita berikan masker kain yang dapat dicuci kembali, jika besok ketemu di jalan kami dapat menanyakan kenapa maskernya tidak dipakai,” tandasnya.

Tak lupa anggota TNI tersebut menekankan agar tidak mudah percaya terhadap berita hoax atau berita bohong yang berkembang saat ini terkait wabah tersebut

“Kita juga ajak masyarakat untuk saring berita sebelum share agar Kamtibmas di Bumiayu khususnya tetap aman dan kondusif,” pungkas Jupriadi. (Aan)

Warga Bantarkawung Tolak Pemulangan Pasien Karantina Covid-19 Pemkab Brebes

Brebes – Muspika Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar rapat di Aula Puskesmas Bantarkawung, terkait rencana pemulangan 14 dari 19 orang peserta tabligh akbar ijtima ulama di Gowa, Sulawesi Selatan, asal Kecamatan Bantarkawung, yang saat ini diisolasi di karantina Pemkab Brebes di Islamic Centre Brebes, Kecamatan Brebes, bersama 2 orang lagi warga dari Kecamatan Salem.


Bukan tanpa alasan warga menolak PDP (Pasien Dalam Pengawasan) untuk dikarantina di rumah masing-masing, ini karena adanya kepastian hasil tes swab dari Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga, bahwa 16 orang PDP yang dikarantina dinyatakan positif terpapar covid 19.

Hal ini diumumkan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, MH (Bupati Brebes), saat konferensi pers di Operation Room Setda Brebes, pagi ini. Rabu (6/5/2020).

Masyarakat Bantarkawung cemas karena mayoritas PDP adalah warga Bantarkawung, yaitu 19 orang, setelah keluar hasil tes swab dari laboratorium yang ditunjuk Kemenkes RI, yakni.

Dibenarkan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Nurhadi, bahwa mayoritas masyarakat Bantarkawung menolak keras pemulangan PDP.

“Masyarakat Desa Bantarkawung, Pangebatan, Jipang, Terlaya, Legok, dan Tambakserang, tidak mau untuk sementara waktu mereka dipulangkan sampai wabah corona berakhir,” ungkapnya.

Dikatakannya lanjut, untuk itulah dilakukan mediasi yang dihadiri oleh Dandim Letkol Infanteri Faisal Amri SE, Kadinkes Brebes dr. Sarono, Muspika setempat, Kepala Puskesmas Bantarkawung dr. Ely Hikmawati bersama para dokter, bidan dan perawat.

Selain itu para Kades yang meliputi Kades Bantarkawung, Pangebatan, Jipang, Terlaya, Legok, dan Kades Tambakserang, juga hadir bersama Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 dari masing-masing desa, juga ikut menolak.

“Pihak Pemerintah Desa juga khawatir, karena dengan kepulangan mereka justru akan menimbulkan kepanikan warga,” tandasnya.

Sementara Camat Bantarkawung, Eko Supriyanto, M.Si selaku Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Puskesmas Bantarkawung menyatakan, sebenarnya masyarakatnya tidak menolak, namun untuk sementara tetap di karantina di Islamic Centre Brebes, sampai wabah berakhir dengan beberapa pertimbangan, dimana salah satunya adalah saat menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing tidak ada jaminan mereka tidak keluar rumah.

Masyarakat menilai prosedur di karantina Pemkab Brebes akan sangat membantu pihak desa dimana warga tersebut berasal untuk melakukan upaya pencegahan terpapar dari keluarganya.

Dikutip dari Wawasan.co, Kadinkes Kabupaten Brebes, dr. Sartono mengatakan, rencana karantina mandiri di rumah merupakan usulan para PDP yang dikarantina itu sendiri karena mereka mengaku bosan menjalani isolasi di Islamic Center.

"Saya hanya memediasi. Mereka minta supaya dipulangkan dan isolasi mandiri di rumah. Dia berjanji sanggup untuk tidak keluar keluar, tidak ketemu siapa-siapa, termasuk anak istri. Kebetulan secara aturan, isolasi mandiri itu boleh, maka kami mediasi ke pihak desa soal rencana ini,” terangnya.

Sementara itu akhir atau hasil dari mediasi adalah, para PDP tetap dikarantina di Islamic Centre, sedangkan para Kepala Desa sepakat untuk menjenguknya secara bertahap guna mendukung mental pasien.

Untuk diketahui, mulai 5 Mei 2020, Pemkab Brebes memberlakukan PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat) selama 28 hari kedepan. (Aan)

Selasa, 05 Mei 2020

Dua Remaja Tertolong Guardrail Baru Saat Kecelakaan Rem Blong di Gunung Lio Salem Brebes

Brebes – Kecelakaan tunggal akibat rem blong sepeda motor matic kembali terjadi di wilayah Gunung Lio Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Selasa (5/5/2020).

Dua orang pelajar asal Desa Danareja, Kecamatan Tanjung, Brebes, mengalami kecelakaan saat menuruni Tanjakan Picung di Jalan Raya Provinsi ruas Banjarharjo-Salem.


Dijelaskan Danramil 14 Banjarharjo melalui Pelda Sartono, Bati Tuud, bahwa kecelakaan menimpa sepeda motor dengan Nopol B 3727 TJK, yang dikemudikan Muh Yusuf Bahtiar (15).

“Kedua korban mengalami luka yang cukup serius yaitu Muh Yusuf Bahtiar luka robek di dahi 5 centimeter, dan tetangganya yaitu Eky Septanfani Randika (15), mengalami kaki patah dan luka robek di dahi kurang lebih 3 centimeter,” terangnya.

Dijelaskannya lanjut, awalnya (08.30 WIB) keduanya berboncengan dengan sepeda motor menuju puncak Gunung Lio, Kecamatan Salem untuk jalan-jalan. Saat hendak perjalanan kembali ke Tanjung melalui Banjarharjo pada pukul 09.45 WIB, motor mereka tak bisa dikendalikan karena gagalnya fungsi pengereman.

“Beruntung ada guardrail yang telah dipasang Dinas Bina Marga Provinsi Jateng pada Februari 2020 lalu, sehingga tidak masuk ke jurang,” imbuhnya.

Sementara dijelaskan Pelda Jahri, Bati Tuud Koramil 13 Salem, bahwa guardrail baru tersebut menggantikan tanggul darurat yang dipasang swadaya masyarakat sepanjang 200 meter di empat lokasi yang berbeda karena seringnya kecelakaan akibat rem blong.

“Mungkin jika tidak ada pembatas jalan permanen ini akan menambah jumlah korban jiwa akibat rem blong dan masuk jurang. Sudah 13 nyawa melayang sejak 2018 lalu,” ucap Jahri.

Untuk penanganannya, kedua korban dievakuasi ke Puskesmas Bandungsari, Kecamatan Banjarharjo, dengan menggunakan mobil pick up milik masyarakat dengan diantar Serma Wartono, Anggota Unit Intel Kodim Brebes wilayah Kecamatan Salem.

Sekedar diketahui, kecelakaan terakhir menewaskan sepasang suami istri baru pada hari Minggu (15/12/2019) di tanjakan/turunan muncang, Desa Sindangheula, Kecamatan Banjarharjo.

Kecelakaan ini juga dipicu rem blong. Kedua korban ditemukan di jurang di kedalaman 5 meter pada 1,5 hari dan 1 malam berselang. Keduanya tersangkut pepohonan setelah terbentur pohon mahoni, sedangkan motor mereka ditemukan di kedalaman 10 meter. (Aan)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...