Minggu, 12 Januari 2020

Mayat Tanpa Identitas Yang Ditemukan Di Saluran Irigasi Terusan Kali Pemali Brebes Masih Misterius

Brebes – Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas yang diperkirakan berumur 60 tahun dengan tinggi badan 158 centimeter dan ditemukan di saluran irigasi terusan Sungai Pemali Kiri, Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (3/1), masih misterius hingga berita ini diturunkan. Rabu malam (8/1/2020).

Untuk mengungkap penyebab kematian, jasad yang sebelumnya ditemukan oleh warga setempat ini telah dilakukan otopsi (6/1) oleh Tim Forensik Polda Jateng, di Ruang Jenazah RSUD Brebes.


Dikutip dari Radartegal.Com, menurut penuturan Kanit Reskrim Polsek Songgom, Polres Brebes, Ipda Widodo, bahwa identitasnya masih belum terungkap karena belum ada laporan dari keluarga yang bersangkutan.

Dari keterangan dr. Istiqomah, Dokter Forensik Polda Jateng, pihaknya telah melakukan serangkaian pemeriksaan luar dan dalam pada tubuh mayat untuk mengetahui penyebab pasti kematian.

“Ada beberapa luka di bagian tubuh korban. Diantaranya di bagian dalam tulang belakang dan tulang leher serta bagian leher belakang,” terangnya.

Ia menambahkan, luka tersebut diduga kuat akibat hantaman benda tumpul atau bisa juga akibat terbentur bebatuan saat hanyut dari hulu sungai.

Danramil 17 Songgom Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Jupriadi, menerangkan bahwa, saat ditemukan mayat memakai baju lengan pendek warna hitam dengan motif garis, celana panjang kain warna hitam, rambut pendek beruban dan kulitnya sawo matang.

“Adapun saksi yang melihat jenazah pertama kali saat mengapung di saluran irigasi sekitar pukul 09.30 WIB adalah Saudara Fakhrurozi, agen tiket bus saat berada di pinggir jalan,” ucapnya.

Ditambahkannya, dari pemeriksaan awal sebelumnya oleh pihak Puskesmas Jatirokeh, Songgom, ditemukan luka robek pada bagian kepala dan dahi yang tak beraturan sepanjang 2 centimeter serta serta dua luka robek di bagian atas telinga kanan.

Untuk diketahui, peran media sosial sangat penting untuk mempublikasikan sosok tersebut agar dikenali pihak keluarga yang kehilangan. Tentunya juga akan sangat membantu pihak berwajib dalam mengungkap identitasnya. (Aan)

Aksi Babinsa Bantarkawung Brebes Dalam Meminimalisir Dampak Bencana Alam

Brebes – Aksi Babinsa Koramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, dalam upaya meminimalisir dampak bencana alam tanah longsor adalah dengan membentuk tim siaga pos kamling di desa binaannya, yaitu Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jateng.

Hal ini disampaikan oleh Sertu Sunaryo, Babinsa Jipang, saat talk show bertajuk Aksi Babinsa Kodim Brebes yang disiarkan secara live di Radio Singosari 103.9 FM. Rara Elshanum (31) atau Siti Khumairoh, tampak memandu dialog interaktif ini di Studio 2 Singosari FM Brebes, Jalan Veteran nomor 14 Brebes. Rabu (8/1/2020).


Dijelaskan Sunaryo, bahwa pihaknya bersama perangkat desa setempat memotivasi warga untuk lebih aktif lagi dalam melaksanakan siskamling khususnya pada puncak musim penghujan ini.

Pasalnya, geografis Jipang adalah wilayah pegunungan yang cukup berpotensi terjadi bencana alam.

“Pencegahan dini untuk meminimalisir dampak longsor yang dilakukan Babinsa dan Pemerintahan Desa adalah dengan melakukan sosialisasi kepada warganya apabila terjadi,” ucapnya.

Sementara dari penuturan Sugiharto (55), Kadus 1 Jipang, bahwa warganya sudah terjadwal secara bergiliran untuk ronda malam, sehingga dapat memberikan peringatan dini jika terjadi bencana.

“Semuanya kebagian jaga sehingga apabila terjadi bencana maka petugas jaga saat itu berkewajiban mengumumkannya langsung melalui pengeras suara di masjid/mushola dan kentongan untuk pencegahan dini,” tutur Kadus.

Kebersamaan tiga pilar (TNI, Polri dan Pemdes) Jipang dalam mengantisipasi bencana alam, juga diwujudkan melalui langkah membentuk jaring komunikasi melalui whatsapp sebagai media lapor cepat yang dikomandoi oleh Babinsa, Babinkamtibmas dan Kepala Desa.

Sekedar diketahui, acara ini ditayangkan setiap Rabu siang pada pukul 10.00-11.00 WIB, dan dapat diakses melalui interaksi langsung di nomor telepon (0283) 671636. Juga dapat diakses melalui link youtube Singosari di https://youtu.be/7heRkU14Llk serta link radio streaming di http://singosarifmbrebes.radiostream123.com/.

Sedangkan siaran tundanya ditayangkan di Radio Top FM Bumiayu pada pukul 12.00 WIB setelahnya. (Utsm-Aan)

Erosi Mengancam Rumah Warga Di Salem Brebes, TPT Darurat Dibuat Masyarakat

Brebes – Respon cepat dilakukan segenap unsur di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk mencegah dampak abrasi yang mengancam rumah salah satu warga Desa Bentarsari, akibat tergerus air hujan.

Babinsa Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes dan anggota Satpol PP Salem, juga terjun membantu masyarakat setempat bergotong-royong dalam upaya membuat TPT (Tanggul Penahan Tanah) darurat untuk mengamankan rumah Kartono (60), warga Dukuh Cikulur RT/RW.03.


Dibenarkan Danramil, Kapten Infanteri Iskandar, bahwa pekerjaan adalah membuat tanggul darurat di tebing sepanjang 20 meter dan tinggi 3 meter yang berada di depan rumah Kartono.

“Pembuatan tanggul darurat dilakukan dengan media karung yang diisi dengan tanah yang diambil dari samping rumah,” ucapnya.

Dengan menghabiskan sebanyak 70 kantong tanah yang tersusun dan dipatok dengan bambu, diharapkan mampu mencegah tanah longsor dan melewati musim penghujan 2020 ini sebelum nantinya di talud permanen.

Kades Bentarsari Ruswa Abdul Mukti, mengucapkan terima kasih atas bantuan unsur di wilayahnya dalam membantu salah satu warganya yang terdampak erosi. (Aan)

Subhanallah, Mbah Tanyep Warga Larangan Brebes Selamat Tanpa Luka Di Dalam Rumahnya Yang Roboh Saat Sedang Ibadah

Brebes – Rumah roboh akibat angin kencang terjadi di Desa Kamal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Rabu (8/1/2020).

Dibenarkan Danramil 16 Larangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Dipo Suyatno, bahwa rumah roboh adalah milik Tanyep Binti Mirja (75), warga RT. 005 RW. 003.

“Rumah Mbah Tanyep ambruk sekitar pukul 13.30 WIB, yang diduga kuat karena bangunan sudah rapuh saat tertiup angin cukup kencang,” jelasnya.


Tidak ada korban jiwa namun kerugian harta benda diperkirakan mencapai kurang lebih RP. 10 juta.

Hal tersebut juga dibenarkan salah satu saksi yang merupakan tetangga korban, yaitu Kuryati Binti Nasikhin (29).

“Saya keluar rumah karena mendengar gemuruh dan mendapati rumah Mbah Tanyep sudah ambruk. Mendengar teriakan Mbah Tanyep yang terjebak di dalam rumah, saya pun langsung berteriak meminta pertolongan warga,” beber Kuryati.

Dijelaskannya lanjut, korban yang masih selamat ditolong oleh kedua tetangga lainnya yaitu Taswan Bin Marto (30) dan Marto Bin Kertaradas (55).

Sementara dari pengakuan korban, kejadian terjadi saat dirinya sedang melaksanakan sholat dzuhur. Dirinya juga tidak mengalami luka atas kejadian ini.

Atas musibah ini, pihak Koramil berkoordinasi dengan pihak desa dan Polsek setempat guna karya bakti penanganan selanjutnya. (Aan)

Selasa, 07 Januari 2020

Hindarkan Banjir Di Tanjung Brebes, Muspika Bersama BBWS Akan Pertebal Tanggul Kebuyutan

Brebes – Muspika Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bergerak cepat dalam upayanya menghindarkan salah satu wilayahnya yaitu Desa Pengaradan dari musibah bencana banjir pada puncak musim penghujan 2019-2020 yang diperkirakan Januari-Februari 2020 ini.

Langkah ini dilakukan agar banjir besar yang pernah terjadi di wilayah sepanjang Pantura Brebes pada Februari 2018 silam tidak terulang. Pun dengan banjir-banjir di daerah-daerah lain di nusantara karena jebol/meluapnya sungai yang tak mampu menahan debit air.


Tampak Danramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes Kapten Infanteri Muhtadi, bersama pihak BBWS Cisanggarung-Cimanuk dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, melakukan pengecekan tanggul Sungai Kebuyutan.

“Tanggul di Dukuh Pilangsari, Desa Pengaradan ini juga merupakan salah satu titik yang dikhawatirkan dapat memicu banjir khususnya menggenangi pemukiman dan persawahan warga setempat,” ucapnya.

Ditambahkannya, dari hasil pengecekan, tanggul yang berada di utara ujung pedukuhan Pilangsari perlu dilakukan penebalan dan peninggian sepanjang kurang lebih 20 meter. Titik lainnya yaitu tanggul di bagian selatan sepanjang 60 meter.

“Pada tahun 2017 lalu, pernah dilakukan karya bakti TNI bersama warga untuk menanam bambu sebagai penahan tanah urug sebagai tanggul darurat, namun kondisi sekarang sudah terkikis air rob dan arus dari sungai,” terangnya.

Masyarakat khawatir, jika air laut pasang dan debit air Sungai Kebuyutan yang berasal dari hulu Bendungan Nambo Kecamatan Banjarharjo melimpah, maka air akan limpas ke pemukiman.

Sementara itu Kades Pengaradan, Runda, menyatakan bahwa pihaknya akan secepatnya mengajukan proposal penyambungan tanggul permanen yang telah ada kepada pihak BBWS Cisanggarung-Cimanuk, sesuai hasil koordinasi di lapangan.

Tak lupa dirinya berterima kasih kepada TNI atas mediasi yang dilakukan dengan pihak BBWS. (Aan)

Cegah Banjir, Unsur Terkait Dan Masyarakat Ketanggungan Brebes Tambal Tanggul Babakan

Brebes – Mitigasi titik rawan bencana banjir di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus dilakukan pihak terkait yaitu tim penanganan bencana alam.

Selaku Ketua Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kabupaten Brebes, Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, bersama Kepala BPBD Brebes Nurshy Mansur (sepatu boot orange) dan Kapolres AKBP Aris Supriyono, SIK, M.Si memastikan kerja bakti penutupan lubang-lubang di tanggul Sungai Babakan, Kecamatan Ketanggungan.


Dibenarkan Danramil 15 Ketanggungan, bahwa pekerjaan tersebut dilakukan di titik rawan pemicu bencana yaitu tanggul di Desa Ketanggungan RT. 004 RW. 003.

“Pekerjaan massal ini dilakukan baik TNI-Polri, instansi terkait, masyarakat di sekitar Sungai Babakan serta relawan lainnya,” bebernya.

penutupan lubang tanggul dilakukan dengan memasukkan karung berisikan tanah/pasir kedalam lubang, sedangkan untuk tanggul yang terkikis dengan membuat tanggul darurat dari karung yang juga diisi tanah/pasir dan ditahan menggunakan pagar kayu/bambu.

“Langkah ini dilakukan untuk memperkuat tanggul Babakan serta meminimalisir bencana banjir di puncak musim penghujan ini,” tandasnya.

Muspika Ketanggungan serta Kepala Desa Ketanggungan, Sofani, memimpin pasukannya masing-masing untuk bekerja bakti.

Diketahui, mitigasi ini dilakukan guna mencegah banjir yang melanda Provinsi Jawa Barat dan sekitarnya serta banjir Brebes yang pernah terjadi pada Februari 2018 silam. (Aan)

Beda Sehari, Dua Kasus Korban Jiwa Kereta Api Di Dua Tempat Di Brebes

Brebes – Pada awal tahun 2020 dalam rentang waktu kurang lebih 10 jam, korban jiwa akibat kecelakaan terserempet kereta api di wilayah Kabupaten Brebes adalah dua orang.

Korban pertama terjadi di Desa Negaradaha, Kecamatan Bumiayu, tepatnya di jalur hilir BH 1182, kilometer 317+4/5, petak BMA-PWT, Negaradaha pada Senin malam (6/1) pukul 20.05 WIB, saat Kereta Api (KA) Kutojaya dengan nomor lokomotif 259 A menyambar Ropiah (60) warga Dukuh Sepur Timur RT/RW. 01, Negaradaha.


Korban kedua adalah Putiah (60), warga Dukuh Pengempon RT/RW. 06, Kelurahan/Kecamatan Brebes, terserempet Kereta Api Argo Muria jurusan Jakarta-Semarang sekitar pukul 10.28 WIB di Fax TX Rel Kereta Api kilometer 162, wilayah Desa Pebatan, Kecamatan Wanasari.

Dibenarkan Danramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Turiman, bahwa korban mengenakan baju daster warna coklat motif bunga serta celana panjang legging warna hitam.

“Korban tersambar Kereta Api Argo Muria jurusan Jakarta-Semarang dengan nomor lokomotif CC 2061329 yang melaju dari arah barat, sehingga terpental ke arah selatan sejauh 5 meter,” ucap Turiman.

Sementara dari keterangan saksi mata yaitu Hasanudin Bin Sayun (57), petani setempat, bahwa Almarhumah awal mulanya berjalan kaki dari arah timur ke barat di tepian rel ganda sebelah selatan.

Evakuasi dilakukan oleh petugas bersama masyarakat yang segera datang ke TKP setelah menerima laporan dari Kades setempat, Drs. H. Waryono (60).

Saat ini kasus sedang dalam penanganan Satreskrim Polres Brebes. Untuk korban juga dievakuasi ke RSUD Brebes untuk dilakukan visum.

Sementara diterangkan dr. Dian, bahwa jenazah mengalami beberapa luka robek yaitu pada kepala bagian depan dan mulut, serta mengalami patah tulang tangan kiri dan paha kanan dan kiri.

Atas insiden ini, Babinsa dan Babinkamtibmas tak lupa menghimbau kepada masyarakat agar lebih hari-hati saat beraktivitas di daerah perlintasan kereta api. Juga himbauan agar masyarakat lebih memperhatikan keberadaan keluarganya, terlebih Balita, anak-anak dan bahkan Lansia. (Aan)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...