Jumat, 08 November 2019

Pengenalan Tactical Radio Dan POL Juga Diberikan Pada Bela Negara Kodim Brebes

Brebes – Sebanyak 170 orang pelajar dari 17 sekolahan tingkat SLTA sederajat di 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah selesai menerima pembekalan Kader Bela Negara selama dua hari di Kodim 0713 Brebes dan GOR Sasana Adhi Karsa Brebes kompleks. Jumat Sore (8/11/2019).

Pembekalan yang diberikan meliputi materi wawasan kebangsaan, pengetahuan radikalisme, bahaya Narkoba (BNN Brebes), pemadaman kebakaran (Damkar Brebes), caraka malam, pengenalan senjata dan bongkar pasang, berbagai macam permainan tim dan pemutaran film perjuangan.


Di hari kedua ini, ratusan pelajar tersebut dibekali materi 5 (lima) Krida Saka Wira Kartika yang meliputi Navrat (Navigasi Darat), pengenalan mountenering, penanggulangan bencana alam, tali-temali/pioneer serta survival yang mengenalkan berbagai macam tumbuhan hutan yang bisa dimakan dengan paparan melalui layar proyektor.

Selain itu para pelatih dari TNI ini juga mengenalkan Radio AN/PRC-77, yaitu tactical radio legendaris pengembangan dari AN/PRC-25 buatan JETDS (Joint Electronics Type Designation System) Amerika, digunakan pertama kali oleh Tentara AS (GI) di perang Vietnam tahun 1968 dan digunakan TNI dalam operasi Seroja pada tahun 1975 saat melawan pasukan Fretilin di Timor Timur yang sekarang bernama Timor Leste.

Selain itu para siswa juga dibekali materi kesehatan Longmalap yang antara lain POL (Pengangkutan Orang Luka) di berbagai medan termasuk gang sempit serta dengan jumlah penolong. Juga pengetahuan tentang cedera panas (bercak panas/heat rash, kejang panas/heat cramps, kelelahan panas/heat exhaustion dan sengatan panas/heat stroke) dan cara penanganan pertama di lapangan.

Tampak Serda Hardono, anggota Perhubungan Kodim, serta Kopka Willy, paramedis dari Klinik Pratama Kartika 13 Brebes, memberikan kedua materi tersebut.

Dibenarkan Kasdim Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku, bahwa kegiatan dalam rangka Pembinaan Teritorial (Binter) TNI terpadu dengan memberdayakan wilayah guna memantapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh dalam mengawal NKRI.

“Kita harapkan melalui pembekalan dan pembentukan karakter selama dua hari ini, ke depan mereka akan menjadi generasi unggul di berbagai bidang, lebih mumpuni dari generasi sekarang untuk mengawal NKRI,” tegasnya.

Puncak acara dilakukan penutupan, melalui upacara yang dipimpin Kasdim mewakili Dandim. (Aan)

Ada Pocong Jatuh Di Kuburan Saditan Brebes, Satu Peserta Caraka Malam Ucapkan Doa Sebelum Makan

Brebes – Adalah Agus Prianto (16), salah satu murid SMK Syafa'Atul Ummah Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, salah satu dari 170 orang peserta kegiatan pembekalan Bela Negara yang digelar di Kodim 0713 Brebes.

Selain menyatakan bangga dengan berbagai ilmu dan latihan kedisiplinan ala TNI yang ketat, dirinya mempunyai kesan terhadap kegiatan selama dua hari yang diikuti 17 sekolahan tingkat SLTA sederajat di 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes.


Dikatakannya bahwa, ia mempunyai pengalaman unik saat melakukan melakukan permainan Wasbang (Wawasan Kebangsaan), dengan materi merayap dan merangkak senyap serta caraka malam.

“Saya sangat terkesan dengan materi permainan di pos terakhir yaitu merayap dan merangkak senyap sejauh 25 meter, untuk melewati dua ekor bebek hidup yang ditaruh pelatih di tengah perjalanan. Jika bebek berteriak maka saya dinyatakan gagal dan harus mengulang lagi dari peserta paling belakang di tim saya,” ucapnya mengenang kegiatan yang dilaksanakannya, Jumat dini hari (8/11/2019).

Pengalamannya yang kedua adalah saat kegiatan cara malam, yaitu membawa pesan rahasia untuk disampaikan di finish secara lengkap setelah melewati berbagai macam rintangan psikis termasuk saat melewati hamparan nisan di TPU Desa Saditan, Kecamatan Brebes.

“Saya sangat kaget pas lagi jalan bersama tim (10 orang) di makam ada pohon pisang gerak-gerak sendiri dan ada suara tangisan kuntilanak. Setelah itu saat melihat pocong jatuh dari pohon tepat di depan saya, saya langsung memeluk teman dan sempat menangis,” imbuhnya polos.

Senada juga dikatakan Nisa Salsabila (16), murid MA Asy-Syafi’iyyah Kecamatan Jatibarang, bahkan dirinya mendengar suara monyet.

“Saya sudah mulai merinding saat mendengar suara kuntilanak dan monyet, tapi saat tiba-tiba ada pocong jatuh dari pohon di depan kami, maka saya berteriak paling kencang di tim saya dan saya mengucapkan doa sebelum makan,” ujar Nisa mengenang.

Dibenarkan Wanto (36) warga setempat dan juru kunci makam, bahwa tangisan, pocong dan gerakan pepohonan di TPU tersebut, telah disiapkan para pelatih agar para peserta lupa akan pesan yang telah dihafalnya.

“Saya sangat bangga dimintai izin pihak Kodim untuk melakukan kegiatan malam di TPU desa. Ini juga merupakan pengalaman baru bagi saya untuk membantu menakut-nakuti orang (peserta cara malam – red) untuk melatih psikis mereka,” kata Wanto mengapresiasi.

Pungkas acara, seluruh peserta menyampaikan pesan yang dibawa kepada pelatih di Gor Sasana Adhi Karsa Brebes. Mayoritas dari mereka lupa atau tidak utuh menyampaikannya, sehingga mendapatkan hadiah dari pelatih berupa coretan di seluruh muka dengan lipstik.

Saat adzan subuh, para peserta tersebut melakukan perjalanan untuk kembali ke Barak Siaga bertingkat di Kodim. Bangunan hibah dari Pemkab Brebes untuk penanggulangan bencana dan telah diresmikan Bupati, Hj. Idza Priyanti, pada 27 Februari 2018 lalu. (Aan)

Rabu, 06 November 2019

Agar Brebes Tak Mengalami Loss Generation, Ini Yang Dilakukan Kepada Ratusan Pelajar SLTA Sederajat

Brebes – Para pelajar SLTA, MA dan SMK di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan Pembinaan Kader Bela Negara di Makodim 0713 Brebes dan GOR Sasana Adhi Karsa Brebes kompleks, selama dua hari (7-8/11).

Pembekalan yang diberikan meliputi materi bela negara, wawasan kebangsaan, pengetahuan radikalisme, pengetahuan bahaya Narkoba, pemadaman kebakaran, Long Malap (Pertolongan Pertama di Lapangan), caraka malam, pengenalan senjata, pengenalan radio dan jaring radio, permainan Wasbang dan pemutaran film.


Dibenarkan Kasdim, Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku, pasca membuka acara di halaman Makodim, bahwa 5 (lima) Krida Saka Wira Kartika yang meliputi Navrat (Navigasi Darat), mountenering, penanggulangan bencana alam, pioneer dan survival, juga diberikan dalam pembekalan kepada para pelajar sebanyak 170 orang siswa/i yang tersebar di 17 kecamatan.

“Kami juga dibantu pihak BNN dan Damkar Kabupaten Brebes serta Klinik Pratama Kartika 13 Brebes, sebagai pemateri,” ucapnya.

Dikatakannya lanjut, para peserta tersebut akan bermalam di Barak Siaga Kodim, yang telah diresmikan Bupati Brebes awal 2019 lalu.

Dalam pembukaan materi di Aula Jenderal Soedirman, Kodim, mewakili Danrem 071 Wijayakusuma, Kepala Seksi Teritorial Korem, Letkol Infanteri Sapto Broto, memberikan motivasi tentang rekrutmen TNI.

“Saya harapkan generasi dari Kabupaten Brebes ini, dapat memproteksi dari serangan pintar yaitu gaya hidup konsumtif dan narkoba yang mengincar negara kita agar mengalami loss generation,” ucap mantan Prajurit Komando abituren Sepa PK 2007 ini.

Harapan Sapto Broto adalah, kedepan para peserta dapat menggantikan generasi sekarang karena telah dibekali berbagai ilmu pengetahuan, disiplin dan pembentukan karakter.

“Saya harapkan para peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, sehingga nantinya mempunyai jati diri dan karakter saat kelak menjadi para pemimpin bangsa,” tandasnya.

Inilah salah satu upaya TNI Kodim 0713 Brebes dalam upayanya memberdayakan Pembinaan Teritorial (Binter) terpadu, dengan harapan terciptanya pertahanan wilayah NKRI di darat melalui masyarakat. (Aan)

Senin, 04 November 2019

Ratusan Anggota TNI Di Wilayah Pantura Samapta Di Sirkuit Widuri Pemalang

Brebes – Tes kesamaptaan jasmani bagi para prajurit dan PNS di wilayah Pantura, Jawa Tengah, dilaksanakan serentak dan dipusatkan di Kodim 0711 Pemalang.

Dibenarkan Pasi Ops Kodim 0713 Brebes, Kapten Kavaleri Eko Rudiyanto, bahwa pembinaan jasmani adalah merupakan program periodik/semester II Tahun 2019, dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 5-7 November 2019.


“Ini untuk mengetahui sejauh mana kondisi fisik dari masing-masing prajurit dan PNS di jajaran Kodim Brebes,” ucapnya, Selasa (5/11/2019).

Dikatakannya juga, hasil dari pelaksanaan akan dijadikan bahan evaluasi pembinaan fisik kedepannya.

“Ini untuk menunjang tugas pokok satuan dan kinerja masing-masing anggota khususnya Babinsa,” imbuhnya.

Tampak pelaksanaan di Sirkuit Widuri Kabupaten Pemalang. Sedangkan untuk renang dilakukan di Zatobay Waterboom, Jalan Wahid Hasyim No. 7, Bandelan 2, Wanarejan Selatan, Kecamatan Taman. (Aan)

Rubuha Di Bumiayu Brebes Berhasil Menekan OPT Tikus Sawah

Brebes – Upaya Babinsa Koramil 08 Bumiayu, Kodim 0713 Brebes, dalam melahirkan inovasi Rubuha (Rumah Burung Hantu) di desa binaannya, Desa Kaliwadas dan Kalinusu, telah mengantarkannya mendapatkan anugerah sebagai Babinsa inspiratif di jajaran Korem 071 Wijaya Kusuma.

Beberapa waktu yang lalu, Sertu Eko Nuhyoto, menerima anugerah tersebut dari Danrem, Kolonel Kavaleri Dani Wardhana, di Lapangan Upacara Makorem, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 28/10).

Diterangkan Eko Nuhyoto, di Desa Kaliwadas terdapat 6 Rubuha yang dibangun dengan menggunakan tiang pipa paralon yang diisi cor-coran semen dengan estimasi biaya senilai Rp. 750 ribu/rumah burung hantu jenis strix seloputo, tyto alba (serak Jawa) dan tyto almae (serak seram). Di lahan percontohan Koramil seluas 5 hektar ini, telah terisi sebanyak 5 ekor burung.

“Kami bersama BPP, PPL Kecamatan Bumiayu, mengajak para Gapoktan dan Poktan untuk merealisasikan ide pembuatan Rubuha untuk mengatasi hama tikus sawah,” ucapnya melalui pesan whatsapp.

Tampak Eko Nuhyoto bersama Danramil, Kapten Infantri Ngadino dan Daryoto (54) Bendahara Gapoktan Kaliwadas, sedang memantau keberadaan burung hantu di Demplot Koramil atau areal persawahan milik Gapoktan Kaliwadas. Selasa (5/11/2019).

“Proyek yang didanai oleh BPP Bumiayu ini dibuat pada akhir tahun 2014. Kini hama tikus di lahan seluas 5 hektar menyusut sekitar 40 % dan panen warga rata-rata meningkat sebanyak 1 ton jenis padi situbagendit,” imbuhnya.

Diterangkannya juga, untuk di Desa Kalinusu, telah berdiri sebanyak 9 Rubuha yang tersebar di lima titik lokasi milik Poktan Galuh Tani, Beji Tani dan Sri Unggul Tani. Disini terisi sebanyak 6 ekor burung.

Ketua Poktan Galuh Tani merangkap Sekretaris Gapoktan Kalinusu, Mei Harto (52) mengatakan bahwa, pembuatan Rubuhan dengan menggunakan media batang bambu dan kayu ini, bersumberkan dari swadaya masyarakat.

Sementara dikatakan Ketua BPP Bumiayu, Bambang, bahwa upaya ini untuk menanggulangi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) berupa hama tikus sawah (rattus argentiventer) yang menyerang lahan pertanian demi ketahanan pangan, menekan laju inflasi dari sisi suplai.

Sehingga tanaman padi warga setempat dapat terhindar dari organisme pengganggu tanaman (OPT) berupa tikus sehingga hasil produksi dapat tetap terjaga.

“Pencegahan hama tikus dengan proses alami ini memang membutuhkan waktu yang cukup lama, namun hasilnya sangat efektif,” jelasnya.

Ditambahkannya, tidak semua lahan pertanian di desa tersebut rawan tikus, sehingga pemasangan Rubuha diprioritaskan di dekat tanggul sungai. Burung hantu tidak bisa membuat sarang sendiri, sehingga harus dibuatkan sarang.

Makanan dari burung hantu ini 99 % adalah tikus. Jenis tyto alba setiap malam mampu memakan 10-15 ekor tikus, dari kemampuannya melihat mangsanya sejauh 500 meter serta mendeteksi suara dari gerakan gerombolan tikus sejauh 12 kilometer. Waktu berburunya setiap malam tidak peduli musim penghujan atau kemarau.

“Jika berbunyi, suara burung hantu sudah cukup untuk menakuti tikus. Dua ekor saja mampu mengawasi lahan seluas 5–10 hektar dengan daya jelajah mencapai radius 12 kilometer,” pungkasnya.

Inilah upaya pengendalian tikus dengan mengaktifkan kembali rantai makanan. Selain burung hantu, ular sawah juga efektif mengatasi masalah petani serupa. (Aan)

Minggu, 03 November 2019

Para Pemenang Kejurnas Grasstrack Championship 2019 Di Sirkuit Pantai Randusanga Indah Brebes

Brebes – 78 tim crosser perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti ajang Grand Final Indonesia Kejurnas Grasstrack Kapolres Brebes Cup Championship 2019 yang dilaksanakan di Sirkuit Pantai Randusanga Indah (Parin) Brebes, Minggu (3/11/2019).

Dijelaskan Ketua IMI Jateng AKBP (Purn) H. Kadarisman saat membuka acara sehari sebelumnya (2/11), bahwa para peserta ada yang berasal dari Provinsi Aceh, Sumatera, Riau, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Alasan dipilihnya Brebes sebagai tuan rumah karena pada 26 November 2016 lalu, sukses menggelar acara serupa di tempat yang sama (Sirkuit Parin), salah satu sirkuit motocross di Indonesia yang berstandar internasional, dibangun Pemkab Brebes dengan menggelontorkan biaya Rp. 2,1 miliar di tanah milik Pemkab seluas 6 hektar.

Dikatakan Kapolres Brebes, AKBP Aris Supriyono, bahwa digelarnya kegiatan di sirkuit sepanjang 1,3 kilometer ini, adalah sekaligus sebagai ajang promosi salah satu wisata kebanggaan masyarakat Brebes, dengan pemandangan indah di tepi pantai Laut Jawa, serta diharapkan juga memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“Kami juga menambahkan untuk kelas TNI-Polri. Keluar sebagai juara I adalah Saudara Tino dari Jateng, juara II saudara Yanuar dari Jateng dan ketiga diraih saudara Kelvin juga dari Jateng,” ucapnya.

Ketua Panitia, Tubagus Angke, memaparkan bahwa kelas yang dilombakan meliputi kategori Bebek Standar Pemula 110CC dan 125CC, Bebek Modifikasi Junior 110CC dan 125CC, Bebek Modifikasi Senior 110CC dan 125CC, Sport N Trail Senior, serta Trabas komunitas lokal dari Kabupaten Brebes, Tegal, Slawi dan Pemalang.

Kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah bagi para pemenang. Keluar sebagai juara pertama Bebek Standar 4T 110CC Pemula (Kejurnas) adalah Ahmad Fadilah dari Sumut, juara kedua Gallang Fernando dari Sumsel dan juara ketiga Maulana Selatan dari Jateng.

Bebek Standar 4T 125CC Pemula ( Kejurnas) : juara I Jefri Bule dari Banten, juara II Gallang Fernando dari Sumsel dan juara III Siro Kanal dari Sulut. Bebek Modifikasi 4T 110CC Junior, juara I Mamo SS dari DIY, juara II Indra Aldo dari Jambi, dan juara III Ariz Isha dari Sumsel.

Selanjutnya Bebek Modifikasi 4T 125CC Junior, juara I Giancarlo Fiesta dari Kalteng, juara II Inggil Bernaditus dari Jateng, juara III Jefri Bule dari Banten. Kelas Bebek Modifikasi 4T 110CC Senior, juara I Edi Ariyanto dari Jateng, juara II Risky HK dari Jateng dan juara III Putra Wijaya dari Bangka Belitung. Untuk Bebek Modifikasi 4T 125CC Senior, juara I Edi Ariyanto dari Jateng, juara II Mamo SS dari DIY dan juara III Putra Wijaya dari Babel.

Bebek Standar Open, juara I Indra Aldo dari Jambi, juara II Dzaif Black Arhan dari Jateng dan juara III Wida Cicir dari Jateng. Sport N Trail Senior, juara I Risky HK dari Jateng, juara II Mamo SS dari DIY dan juara III Putra Wijaya dari Babel.

Trabas komunitas Brebes, Tegal, Slawi dan Pemalang, juara I Tyo Arsitex, juara II Y Riski Risyandi serta juara III diraih Robi. FFA Junior Open, juara I Mamo SS dari DIY, juara II Inggil Bernaditus dari Jateng dan juara III Ariz Ihza dari Sumsel.

Mini Moto 12 Tahun, juara I Melandra Soleto dari Jateng, juara II Rere dari Jateng dan juara III Angga dari Jateng. Untuk FFA Pemula Open, juara I Maulana Selatan dari Jateng, juara II Vigit DS dari Sumbar dan juara III Ardi Adot dari Jabar.

Selama dua hari kegiatan mendapatkan pengamanan dari Polres, Kodim 0713 Brebes dan Satpol PP Brebes. (Sarinto Humas Polres/Aan)

Jumat, 01 November 2019

Freestyler Loenpia Xtreme Semarang, Pertajam TNI-Polri Dan PJR Brebes Gunakan Trail

Brebes – Khanif (27) anggota team freestyle Loenpia Xtreme dari Kota Semarang, Jawa Tengah, sengaja datang ke Kabupaten Brebes atas undangan Kapolres, AKBP Aris Supriyono, SIK, M.Si, untuk meningkatkan kemampuan bermotor bagi anggota TNI-Polri dan PJR (Patroli Jalan Raya) Brebes.

Dijelaskan Kapolres melalui Kasat Binmas, AKP Pranata, bahwa pelatihan dari Loenpia Xtreme untuk persiapan jika ada kunjungan Dubes ke wilayah Kabupaten Brebes atau hanya melewati Jalan Raya Pantura maupun tol. Jumat (1/11/2019).


Kegiatan yang digelar di (Parin) Pantai Randusanga Indah, Kecamatan Brebes ini, juga dalam rangka mengantisipasi aksi kejahatan di jalanan.

Menurutnya juga, pelatihan sangat diperlukan oleh pihaknya (anggota kepolisian) yang nantinya mendapatkan kendaraan dinas trail, terutama jajaran Sabhara dan Sat Reskrim yang tugasnya sering di lapangan/jalanan untuk menjaga Kamtibmas.

"Jadi motor dinas dapat dimaksimalkan penggunaannya untuk mendukung tugas pokok dan fungsinya kepolisian," ujarnya.

“Pelatihan bersama ini juga untuk menjalin silaturahmi TNI-Polri dan petugas PJR di wilayah Kabupaten Brebes,” imbuh Pranata.

Kapolres dan Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, hadir langsung memantau kegiatan ini.

Usai mengikuti materi singkat dari instruktur, para peserta langsung praktek menggunakan trail untuk mengitari sirkuit di kawasan Parin yang sedang dipersiapkan untuk menggelar ajang Kejurnas Grasstrack Kapolres Brebes Cup pada 2-3 November 2019 mendatang. (Sarinto/Aan)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...