Rabu, 21 Agustus 2019

Anoman Obong Dari Pemaron Brebes, Juara Satu Pawai Pembangunan HUT RI

Brebes – Replika tokoh pewayangan raksasa berupa ogoh-ogoh anoman dari Dukuh Waru, Desa Pemaron, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berhasil menjuarai pawai pembangunan atau karnaval perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74 (20/8).

Ogoh-ogoh tersebut diarak mulai dari titik start di depan Gedung DPRD Kabupaten Brebes, Jalan Gajah Mada No. 5 Kotabaru, menuju finish atau panggung kehormatan Forkopimda di depan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Brebes atau di samping Markas Kodim 0713 Brebes, Jalan Jenderal Sudirman.


Panitia karnaval, Ismu Broto, Kepala DPKH (Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan) Kabupaten, bersama para juri menilai ogoh-ogoh dengan tinggi 3,5 meter dan berat mencapai kurang lebih 250 kilogram ini layak menjadi pemenang kontes yang juga diikuti ratusan peserta mulai dari SKPD, para pelajar dan masyarakat umum, karena semangat dari tim dan pernak-perniknya bahkan dengan asap warna dan musik anoman obong.
Dibenarkan Supardi (35) Kaur Kesejahteraan Desa Pemaron, bahwa apa yang ditampilkan para pemuda desanya berhasil mencuri perhatian ribuan masyarakat yang menyaksikan di Jalan Raya Pantura mulai dari Gedung DPRD sampai Kodim tersebut, mengalahkan para peserta lainnya yang antara lain menampilkan kendaraan hias, batik carnival, marchingband, kesenian lokal pencak silat, kuda lumping maupun pawai komunitas sepeda onthel.

Sementara dikatakan penggagas atau yang mempunyai ide kreatif, Nodo alias Kijut (36), bahwa dirinya bersama para pemuda yang diketuai Resky Ginanjar (27) tidak menyangka dan mengharapkan juara dari karya seninya.

“Saya bersama para pemuda dan masyarakat hanya berniat menampilkan ogoh-ogoh anoman raksasa ini dalam festival karnaval desa yang akan digelar pada 24 Agustus nanti. Eh ternyata juara di tingkat kabupaten atas permintaan pihak kecamatan,” ucapnya kepada Serma Aan Setyawan, Humas Kodim 0713 Brebes. Rabu (21/8/2019).

Ditambahkannya, niat hanya untuk membuat masyarakat bangga, dengan estimasi biaya mencapai kurang lebih Rp. 5 juta dan dikerjakan dalam waktu 10 hari. Untuk bahan pembuatannya meliputi dakron untuk bulu badan hanoman dan bulu korea untuk bagian wajah yang dipesan dari Bandung. Sedangkan udeng atau penutup kepala serta kain catur, khusus didatangkannya dari Bali.

Nodo mengaku, kesulitan utama pembuatan adalah saat pengeleman dakron. Tampak dirinya berfoto bersama sersan tersebut di Kantor Pengairan Krasak, Jalan Raya Jatibarang-Brebes, Dukuh Waru, Pemaron, di sela-sela perbaikan pasca tampil dalam karnaval kabupaten.

Inilah karya Nodo, yang juga sebagai pelukis lokal, yang membawa nama desa dan kecamatannya. Ia berharap, kedepan akan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi pemuda Pemaron dari pesanan ogoh-ogoh. (Aan)

Makam Keramat Syekh Junaedi di Kota Bawang Brebes Direnovasi

Brebes – Salah satu destinasi wisata religi yang dimiliki Kota Bawang atau Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, adalah Makam Syekh Junaedi Al-Baghdadi yang terletak di Desa Randusanga Wetan Kecamatan Brebes, yang juga terkenal dengan obyek wisata Pantai Randusanga Indah dan kuliner lautnya.

Masyarakat setempat mempercayai bahwa tempat ini adalah makam tokoh penyebar agama islam di wilayah pesisir Brebes, namun ada juga yang meyakini hanya petilasannya saja. Makam yang dikeramatkan ini terletak di tengah-tengah areal tambak milik warga, untuk mengakses ke kompleks makam, peziarah harus melewati pematang tambak penduduk.


Ini menunjukkan bahwa proses syiar agama islam dari Arab ke Pulau Jawa banyak dimulai dari wilayah pesisir, termasuk di pesisir Laut Jawa ini. Dibenarkan Danramil 01 Brebes Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin bahwa, tempat ini ramai didatangi ratusan peziarah dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat pada hari-hari tertentu, seperti malam Jumat dan Selasa kliwon.
“Keberadaan makam Syekh Junaedi Al-Baghdadi adalah dengan orbitasi 9 kilometer dari pusat kota, para peziarah adalah lokal maupun luar kota seperti dari kabupaten Tegal, Pemalang dan Cirebon. Kebanyakan di malam Jumat kliwon,” ucapnya selepas meletakkan batu pertama pembangunan kompleks makam secara simbolis bersama Muspika dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Drs. Didin Setiadi. Selasa sore (20/8/2019).

Dibenarkan Kades setempat, H. Swi Agung, keberadaan wisata religi ini secara tidak langsung telah membantu masyarakat dari segi perekonomian jika dikelola dengan baik oleh Pokdarwis, serta lebih luasnya adalah mendongkrak sektor pariwisata budaya di Brebes.

Sementara dari keterangan Juru Kunci Makam, Syakhur Romli (83), dari jumlah ratusan peziarah, banyak juga yang menginap di desa, aula serta mushola di kompleks makam yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

Sosok dari Baghdad, Saudi Arabia ini diperkirakan hidup pada masa Walisanga, dan tahun ini merupakan Haul-nya yang ke-275. Sepengetahuan Syakhur, tokoh ini tidak mempunyai keturunan dan silsilah. Masyarakat dulunya mengetahui keberadaan makam saat mereka penasaran dengan burung-burung yang jatuh saat terbang di atas areal makam yang dulunya rawa-rawa. Setelah dilakukan pencarian penyebabnya, mereka mendapati gundukan tanah yang ternyata adalah sebuah makam, kemudian terus dirawat sampai sekarang.

Untuk diketahui, asal usul nama Desa Randusanga sendiri berasal dari kata randu/randa yang artinya bekas, serta sanga yang merujuk kepada Walisanga. Konon Syekh Junaedi datang pasca desa ini ditinggalkan Walisanga untuk syiar ke Kota Cirebon, dengan petilasan berupa tempat bekas musyawarah wali tersebut. (Aan)

Terjawab, Impian Memiliki Rumah Layak Huni Dari Para Pahlawan Olahraga Nasional Asal Brebes

Brebes – Akhirnya penantian untuk memiliki rumah layak huni dari keluarga Sumanan (52) buruh serabutan asal Desa/Kecamatan Wanasari RT. 2 RW. 1, ayah empat orang pahlawan olahraga yang membawa nama harum Kabupaten Brebes ke tingkat nasional dan internasional, terjawab sudah.

Ayah dari para atlet gulat bersaudara, Bayu Sumantio (26), Justra Aditio (20), Bagas Widianto (19) dan Ajeng Dinda Lestari (19), yang dalam kurun waktu 12 tahun terakhir, keempatnya mampu mengumpulkan puluhan medali dan piala dari kejuaraan gulat tingkat provinsi dan nasional. Lebih dari 40 penghargaan tersimpan di rumah, bahkan lemari baju tak mampu menyimpan prestasi yang kebanyakan adalah juara pertama.

Walaupun terlahir dari keluarga miskin, namun keempat orang anaknya memiliki prestasi yang sangat membanggakan. Dan tujuan mereka adalah melayakhunikan rumah. Gubuk yang dulunya berdinding gedek dan mau roboh, telah direhab oleh para donatur dan swasta perorangan menjadi rumah berdinding kalsiboard walaupun lantai masih tanah.

Dibenarkan Sumanan, bahwa dirinya tidak memiliki pekerjaan tetap dan banyak menganggur dengan sambilan memelihara itik, sedangkan istrinya Surkiwi (51) berjualan lontong pagi di Pasar Banjaratma, Wanasari, dengan penghasilan bersih antara Rp. 10-15 ribu sehari, dengan catatan 3 kilogram lontong habis terjual.

“Bantuan untuk merehab rumah telah kami terima dari Perumda Bank Brebes sebesar Rp. 15 juta dan dari Baznas Brebes Rp. 10 juta, sedangkan dari PDAM Brebes Rp. 10 juta masih menunggu,” ucapnya kepada Serma Ujang dan Serma Aan, Humas Kodim 0713 Brebes, Rabu petang (21/8/2019).

Diterangkannya, bantuan tersebut sudah dibelikan bahan bangunan dan akan digunakan untuk merehab rumah orang tuanya yang sudah menjadi hak Sumanan.

“Bukan rumah berdinding kalsiboard dan gedek ini yang saat ini kami tempati yang direhab, melainkan rumah orang tua yang berada di samping rumah yang akan kami tempati jika sudah jadi nanti,” tandasnya.

Sekedar diketahui, anak sulung keluarga ini Bayu Sumantio, peraih juara II dan membawa nama Indonesia di ajang Gulat Indonesia Open tahun 2015 di Kota Semarang, turnamen yang diikuti oleh 5 negara lainnya yaitu Thailand, Iran, Kamboja, Canada dan Laos.

Kedepan menjadi harapan keluarga karena saat ini sedang kuliah di UNNES (Universitas Negeri Semarang) semester 7 jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rohani (PJKR), jalur beasiswa Bidikmisi. Sementara Justra dan Bagas tidak melanjutkan sekolah setelah lulus dari SMK NU 3 Larangan, Brebes. Bagas sesekali menjadi kernet truk, namun mereka tetap terus berlatih di bawah asuhan guru besar gulat asal Wanasari Brebes, Dasirun (80) Dan 3 Judo dan pensiunan Polri berpangkat Komisaris di Polda Jateng.

Untuk saat ini, satu dari para atlet PON ini, Justra, berhasil menyabet juara kedua/perak dalam ajang Kejurprov Jateng di Magelang, Jawa Tengah, bersama tim di bawah panji KONI Brebes, yang berhasil menjadi juara umum keempat tingkat Jateng dengan torehan 2 emas, 1 perak (Justra), dan 3 perunggu. (Aan)

Selasa, 20 Agustus 2019

Pembekalan Babinsa Brebes Untuk Membina Teritorial

Brebes – Puluhan Babinsa se-Kabupaten Brebes menerima penajaman kemampuan teritorial sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas saat membina wilayah desa binaan, sehingga tidak terjadi keraguan dalam pengaplikasian tugas di lapangan. Selasa (20/8/2019).

Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, membuka pembekalan tersebar peningkatan kemampuan Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil) yang bertemakan “Melalui Kegiatan Kemampuan Apkowil Tersebar Kita Tingkatkan Profesionalisme Apkowil Dalam Mengimplementasikan Kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) Guna Mendukung Tugas TNI-AD”.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari (19-20/8) yang diikuti lebih dari 77 orang Babinsa di 17 kecamatan di Kabupaten Brebes,” terang Faisal Amri di Aula Jenderal Soedirman Makodim (19/8).

Lebih jauh dikupasnya akan pentingnya sosialisasi kepada setiap prajurit Komando Kewilayahan (Kowil) agar kedepan lebih memahami tugas dan tanggung jawab serta fungsinya di wilayah.

“Babinsa perlu memahami materi yang disampaikan, sehingga mempunyai kesamaan langkah/tindakan dalam tugas membina teritorialnya,” imbuh Dandim.

Sementara disampaikan salah satu pemateri, Kapten Infanteri Agus Sulistyo, Danramil 14 Banjarharjo, adapun materi yang diberikan meliputi 5 Kemampuan Teritorial, yaitu kemampuan temu cepat lapor cepat, manajemen teritorial, penguasaan wilayah, pembinaan perlawanan rakyat dan kemampuan Komunikasi Sosial (Komsos). Sedangkan materi tambahannya berupa sikap teritorial, Pembinaan Teritorial Bumdes (Badan Usaha Milik Desa), proxy war, radikalisme serta menyikapi pemberitaan hoax di medsos.

Ditambahkannya bahwa, Babinsa merupakan garda terdepan dalam tugas kewilayahan TNI-AD, untuk itulah wajib hukumnya mengasah dan meningkatkan kemampuan teritorial sesuai situasi dan kondisi saat ini. (Utsm-Aan)

Ribuan Warga Brebes Memagar Betis Jalan Raya Pantura Saat Pawai Pembangunan

Brebes – Ribuan manusia tumpah ruah di Jalan Raya Pantura dari arah timur ke barat, mulai dari Depan Gedung DPRD Kabupaten Brebes di Jalan Gajah Mada No. 5 Kotabaru sampai di depan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Brebes, Jalan Jenderal Sudirman. Selasa (20/8/2019).
Mereka sangat antusias menyaksikan karnaval atau pawai pembangunan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74, bahkan sejak pagi hari untuk mencari tempat terdepan. Hajatan tahunan ini dimulai pukul 09.00 WIB, dilepas secara simbolis oleh Bupati Brebes, Idza Priyanti, SE.MH dan Wakilnya, Narjo, SH dengan didampingi Forkopimda.


Dinilai Ketua Panitia, Ismu Broto, Kepala DPKH (Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan) Kabupaten Brebes, bahwa pelaksanaan karnaval kali ini sangat ramai namun lancar dengan jumlah peserta mencapai ratusan kelompok yang fokusnya menampilkan seni dan budaya demi melestarikan tradisi bangsa. Karnaval yang bertemakan “Dengan Kebhinekaan Kita Percepat Pembangunan Menuju Brebes Unggul”, juga menunjukkan bahwa keberagaman dapat dipadukan menjadi kekuatan demi memajukan Brebes.
Peserta meliputi dari SKPD, para pelajar dan masyarakat umum, termasuk penampilan berbagai batik carnival, marchingband, pencak silat, kuda lumping dan Komunitas Sepeda Onthel Pasti Brebes serta kendaraan hias, ogoh-ogoh, turut meramaikan pawai.

Personel TNI Kodim 0713 Brebes, Polres dan Satpol-PP turut mengamankan kegiatan. (Aan)

Minggu, 18 Agustus 2019

Karateka Cilik Dojo Kodim Brebes Peraih Emas Piala Pangdam Diponegoro

Brebes – Kejuaraan Karate tingkat Provinsi Jawa Tengah yang memperebutkan Piala Pangdam IV Diponegoro 2019, telah digelar oleh Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) selama selama 3 hari (2-4/8).

Salah satu perwakilan Kabupaten Brebes yaitu peserta mungil nan cekatan, Alya Khoirunnisa (7) putri bungsu tiga bersaudara pasangan dari Simpai Agus Supramono (48) dengan Nunung Nurjanah (37), Pelatih Karate Dojo Kodim 0713 Brebes berhasil menyabet sebagai Juara 1 Kelas Pra Usia Dini Kumite 25 kilogram putri.

Diketahui sebelumnya, Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SH, MH, juga telah memberikan penghargaan kepada karateka cilik asal Kota Bawang ini saat acara sarasehan peringatan HUT ke-47 RI di Pendopo Kabupaten (17/8), termasuk empat prestasi tingkat kabupaten yang telah berhasil diraih pelajar SDN 08 Brebes yang beralamatkan di Jalan Pusponegoro, Kauman Pasar, Kecamatan/Kabupaten Brebes.


Tampak Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, berfoto bersama bocah dan menyatakan bangga atas capaian yang diraih karateka cilik asal Dojo Kodim tersebut.

“Saya selaku Dandim, sangat bangga atas prestasi atlet yang berlatih di Dojo Kodim Brebes ini, karena telah berhasil menyabet medali emas di ajang bergengsi setingkat Kejurprov Piala Pangdam IV Diponegoro,” ujarnya (18/8/2019).

Dikatakannya juga, pihaknya terus mendukung kegiatan-kegiatan positif untuk mengharumkan nama Brebes. ”Akan saya dukung terus agar bisa menciptakan anak-anak berprestasi di Brebes,” tambahnya.

Sementara dibenarkan Kepala Sekolah, Sunitah, bahwa keempat prestasi lainnya yang telah diraih anak didiknya meliputi Juara 3 Piala Kapolres Brebes 2019, Juara 1 Kejurda Gokasi Jateng 2019, Juara 2 Piala Dandim 0713 Brebes 2018 serta Juara 3 Kejurnas Gokasi di Jakarta tahun 2018. (Bayu/Aan)

Pergi Lihat Karnaval, Rumah Sugiman di Banjarharjo Brebes Dilihat Orang Terbakar

Brebes – Sugiman (58) warga RT. 02 RW. 04 Desa Cipajang, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tak pernah menyangka bahwa rumahnya kini menjadi tontonan orang saat dirinya sekeluarga menonton karnaval di lapangan desa. Minggu (18/8/2019).

Dibenarkan Babinsa setempat dari Koramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes, Serda Ridhoi Birojikin, yang telah menghimpun keterangan dari saksi yang merupakan tetangga korban, Pipi (40) wiraswasta dan saksi 2 yaitu Intan (30) wiraswasta RT/RW. 04, bahwa sekitar pukul 14.58 WIB kedua saksi juga berniat melihat karnaval desa, namun dalam perjalanan melihat adanya kepulan asap di atap rumah korban.

“Melihat adanya kepulan asap, Ibu Pipi dan Intan tetangga korban langsung berteriak meminta pertolongan,” ucapnya.

Tak lama berselang, puluhan warga setempat merespon musibah kebakaran tersebut dengan memadamkan api secara manual dengan galah bambu maupun dengan penyiraman menggunakan ember secara estafet menaiki atap rumah tetangganya. Warga juga membuka paksa pintu rumah korban yang dalam keadaan tertutup dan terkunci guna mengeluarkan barang-barang yang ada dalam.
“Sekitar pukul 16.00 WIB, api berhasil dipadamkan oleh warga. Satu jam kemudian satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kemudian memadamkan sisa-sisa api yang masih menyala. Kerugian harta benda ditaksir mencapai sekitar Rp. 250 juta,” imbuhnya.

Pasca kejadian, di tengah-tengah warga yang sedang istirahat, Babinsa menghimbau untuk lebih memperhatikan instalasi kelistrikan saat akan meninggalkan rumah serta menyimpan nomor-nomor penting dinas, termasuk Unit Damkar Ketanggungan di nomor (0283-4582193). (Aan)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...