Rabu, 03 Juni 2020

Senyum Mbah Rukilah Dapat Sembako di Tengah-tengah Rob Pesisir Brebes

Brebes – Rukilah (80), Lansia asal Desa Randusanga Kulon RT. 05 RW. 02, Kelurahan Brebes, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako yang diterimanya pasca gubuk berukuran 3 x 2,5 meter miliknya terendam rob (2/6).


Bantuan awal kepada nenek sebatang kara yang tak memiliki anak tersebut datang dari Yayasan Berteman Brebes dan Kodim 0713 Brebes.

Tampak Dede Yusuf atau Ciming (33), Ketua Yayasan dan Pelda Ujang, memberikan bantuan guna meringankan beban sang nenek, Rabu (3/6/2020).

Dijelaskan Zaeni (42), Kepala Dusun I Randusanga Kulon, bahwa Mbah Rukilah tinggal di gubuk yang terletak di tanah tambak milik Pak RT setempat, sehingga selalu menjadi langganan banjir jika rob datang.

“Rob musiman yang sering melanda di pesisir Kabupaten Brebes terutama pada bulan Mei-Juni, membuat pemukiman penduduk terendam air termasuk rumah Mbah Rukilah,” ungkapnya.

Masyarakat juga berharap adanya perbaikan tanggul Sungai Sigeleng, sehingga kedepannya air rob tidak menggenangi beberapa titik jalan dan rumah-rumah penduduk. Pasalnya, air rob yang menggenang berbau amis, belum lagi masalah sampah yang terbawa air.

Sementara disampaikan Pelda Ujang, nenek tersebut layak mendapatkan bantuan karena tidak memiliki rumah dan kesehariannya hanya mengandalkan upah dari usahanya mencari dan mengumpulkan barang-barang bekas.

“Mbah Rukilah juga dibantu warga setempat untuk bertahan hidup. Ia tidur diatas kasur keras dengan dipan yang reot dan di gubuk yang sudah miring mau roboh,” ucapnya.

Ditambahkannya, di Hari Kelahiran Pancasila ini dirinya mengajak untuk peduli terhadap sesama dengan meringankan beban karena terdampak bencana alam musiman dan ditambah dampak ekonomi dari pandemi covid-19.

“Masih banyak Mbah Rukilah lain yang juga memerlukan bantuan agar dapat minimal tersenyum kembali. Selama ini mereka sudah menderita akibat terdampak virus corona dan saat ini terdampak rob,” tandasnya.

Rukilah berharap rob segera surut sehingga dapat mencari barang bekas lagi. Ia menyatakan tidak enak jika terus bergantung dari bantuan para tetangganya.

Untuk diketahui, gubuk nenek tersebut saat ini terendam rob dengan ketinggian mencapai 50 cm. Dengan kejadian saat ini, dirinya akan pindah rumah di lahan milik keponakannya (Amin) yang berada tidak jauh dari tempatnya saat ini.

Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti saat meninjau lokasi pada Mei 2020 lalu mengatakan bahwa Pemkab telah menganggarkan Rp. 500 miliar untuk pembuatan tanggul penahan rob yang membentang di 5 kecamatan di pesisir Kabupaten Brebes, yakni Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Kecamatan Brebes.

Untuk relokasi warga Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan yang terdampak terparah karena rumahnya berada di bantara Sungai Sigeleng atau tanah lepe-lepe, juga menjadi prioritas Pemkab dengan rencana membangun rusunawa.

Rencana penanganan lainnya adalah akan meninggikan jalan di kedua desa tersebut bersama dinas terkait. (Utsm-Aan)

Senin, 01 Juni 2020

Kecelakaan Lalu-lintas di Jalan Raya Pagungan Brebes

Brebes – Dua buah mobil mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Nasional Ruas Tegal-Purwokerto, tepatnya di depan pabrik pemotongan ayam CV Agung Persindo, Jalan Raya Paguyangan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akibat terpeleset tumpahan oli. Selasa pagi (2/6/2020).


Disampaikan Danramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Arhanud Suryadi, SH, bahwa kedua mobil masing-masing adalah satu mobil pribadi Pajero dengan Nopol E 1674 CP dan satu bus PO. Indah Putri.

“Kecelakaan terjadi pada pukul 06.30 WIB yakni Bus Indah Putri menabrak pembatas jalan sedangkan mobil Pajero masuk ke sungai di sisi jalan,” ungkapnya.

Dengan pemasangan rambu-rambu penyekat jalan oleh pihak Polantas Paguyangan mampu membuat para pengendara sepeda motor mengurangi laju kendaraannya sehingga tidak sampai menimbulkan korban walaupun beberapa terpeleset.

Tidak ada korban jiwa atas insiden ini. Untuk sopir mobil Pajero, Komarudin (50), Perangkat Desa Pamedaran, Kecamatan Ketanggungan, juga selamat.

“Sopir Mobil Pajero yang hendak menuju ke Purwokerto tidak dapat mengendalikan kendaraannya akibat tumpahan oli yang tercecer di sepanjang jalan dari depan PT. Etira sampai di depan CV Agung Persindo,” tandasnya.

Anggota Polsek Paguyangan dibantu Babinsa untuk mengatur arus lalu-lintas agar tidak macet. Masyarakat setempat juga membantu petugas dengan menaburkan bubuk gergaji guna membantu mengeringkan jalan sehingga tidak licin dan menimbulkan korban lagi.

Sampai berita ini diturunkan belum diketahui siapa atau kendaraan mana yang menumpahkan oli di jalan tersebut. (Aan)

Syukuran Selesainya Pemugaran Makam Keramat Syekh Junaedi Al Baghdadi Brebes

Brebes – Salah satu destinasi wisata religi di Kota Bawang atau Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, adalah Makam Syekh Junaedi Al Baghdadi, Desa Randusanga Wetan Kecamatan Brebes.


Pembangunan kompleks makam salah satu ulama penyebar agama islam di Kabupaten Brebes yang dipercayai masyarakat berasal dari Baghdad ini dimulai pemugarannya pada 20 Agustus 2019 lalu dengan menggunakan APBD Pemkab Brebes 2019 sebesar Rp. 3,7 miliar, dan ditandai dengan peletakan batu pertama secara simbolis oleh Muspika dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Drs. Didin Setiadi.

Disampaikan Danramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin, bahwa pemugaran lanjutan dimulai pada Maret 2020 lalu di bawah pengawasan ulama besar Jawa Tengah asal Kabupaten Pekalongan, Habib Luthfi Bin Yahya.

“Pemugaran telah selesai dilaksanakan dan tidak ada petunjuk tambahan dari Habib Luthfi selaku pengawas dan pengarah pemugaran. Selanjutnya pengelolaan makam diserahkan kepada Pokdarwis setempat melalui Kades setempat,” ungkapnya Minggu sore (1/6/2020).

Untuk orbitasi kurang lebih 9 kilometer dari pusat kota Brebes. Tempat ini ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat pada hari-hari tertentu, seperti malam Jumat dan Selasa kliwon, namun kebanyakan di malam Jumat kliwon.

“Dengan selesainya renovasi makam diharapkan secara khusus dapat membantu masyarakat setempat dari segi perekonomian karena dikelola dengan baik oleh Pokdarwis. Sedangkan secara umum yakni mendongkrak sektor pariwisata di Brebes,” pungkasnya.

Para peziarah umumnya menginap di desa, di aula Balai Desa, mushola di kompleks makam yang sebelumnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

Sementara Juru Kunci Makam, Syakhur Romli (84), menyatakan bahwa syukuran selesainya pemugaran makam diisi dengan tahlil atau doa bersama yang dipimpin Habib Luthfi.

"Suasana makam kini sudah tertata sehingga diharapkan para peziarah yang datang dari berbagai daerah dapat nyaman dan khusyuk dalam berdoa," ungkapnya.

Menurut Syakhur, tahun ini adalah Haul yang ke-276 dari Syekh Junaedi Al Baghdadi.

Acara peresmian ini juga dihadiri Bupati Brebes yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Masfuri, Dandim yang diwakili Danramil 01 Brebes, Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto, SIK,M.HP, Kapolsek Brebes AKP Harti, SH, Kepala Desa Randusanga Wetan, H. Swi Agung, Habib Abdulloh Al Haddad dari Kabupaten Tegal, Kyai Amin Parakan dari Kecamatan Bumiayu, Kyai Syaefudin dari Kecamatan Songgom, para Tokoh Agama dan warga masyarakat setempat.

Untuk sekedar diketahui tentang sejarah Syekh Junaedi Al Baghdadi, sosok ini diperkirakan hidup satu masa dengan Walisongo. Beliau datang setelah Randusanga ditinggalkan Walisongo ke Cirebon, Jawa  Barat.

Untuk Randusanga sendiri berasal dari kata randu atau randa yang berarti bekas dan sanga berarti sembilan. Jadi Randusanga berarti tempat bekas musyawarah Walisanga.

Penemuan keberadaan makam awalnya dari rasa penasaran masyarakat yang melihat banyaknya burung yang jatuh saat terbang di atas areal makam di tengah rawa-rawa dulunya. Setelah dilakukan pencarian penyebabnya, masyarakat mendapati gundukan tanah yang ternyata adalah sebuah makam sehingga terus dirawat hingga sekarang.

Makam yang terletak di wilayah pesisir utara Kabupaten Brebes ini juga menyajikan potensi sumber daya laut berupa perikanan tambak bandeng, rumput laut, udang dan juga kerajinan terasi. Pun ditambah dengan Obyek Wisata Pantai Randusanga Indah.

Para peziarah akan melewati pematang tambak penduduk untuk mengakses ke kompleks makam yang berada di tengah-tengah areal tambak. Ini menunjukkan bahwa proses syiar agama islam dari Arab ke Pulau Jawa dimulai dari wilayah pesisir, termasuk di pesisir Laut Jawa ini. (Aan)

Kamis, 28 Mei 2020

Bayi Perempuan Hasil Hubungan Gelap Jasadnya Ditemukan di Hutan Jati Banjarharjo Brebes

Brebes – Mayat bayi perempuan ditemukan warga Desa Pende, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, di semak-semak areal hutan jati Perhutani BKPH Banjarharjo Timur, KPH Balapulang, Desa Sukareja, Banjarharjo. Kamis sore (28/5/2020).


Saat ditemukan, jenazah bayi malang yang baru dilahirkan ini tergeletak dengan terbungkus baju putih dan plastik.

Dijelaskan Danramil 14 Banjarharjo, Kodim 0713 Brebes melalui Bati Tuud, Peltu Sartono, bahwa penemuan pertama kali oleh Kanam, warga Dukuh Kubang Bungur, Desa Negla, Kecamatan Losari, dan adiknya yaitu Dedi (38), warga Desa Pende, Banjarharjo, saat sedang memanen jagung di sawah dekat hutan jati tersebut.

“Saat mendengar suara adzan ashar sekitar pukul 15.15 WIB, saudara Dedi dan kakaknya beristirahat dan berteduh di sekitar areal hutan jati. Saudara Kanam pergi untuk kencing dan menemukan bungkusan kain warna putih dan berbau menyengat,” ungkapnya.

Selanjutnya Kanam berteriak untuk memanggil adiknya untuk bersama-sama memeriksanya.

“Mereka kaget karena saat membuka dengan ranting kayu terlihat telinga manusia,” lanjut Sartono.

Atas penemuan tersebut, Dedi segera melapor kepada Kepala Desa Sukareja, Taram. Selanjutnya Kades melaporkannya melalui ponsel kepada anggota Unit Intel Koramil Banjarharjo serta Polsek.

“Tim Inafis Polres Brebes bersama dr. Nur Asiyah dari Puskesmas Cikakak Banjarharjo bersama pihak Koramil dan Polsek setempat kemudian menuju ke lokasi penemuan yang berjarak kurang lebih 1,5 kilometer dari pemukiman penduduk,” tandasnya.

Dari hasil identifikasi dan olah TKP yang dipimpin Kanit I Satreskrim Polres Brebes, Aiptu Titok Ambar Pramono, diperkirakan hasil hubungan gelap.

dr. Nur Asiyah menyatakan bahwa, dari hasil identifikasi awal, bayi perempuan yang masih lengkap dengan tali pusar/plasenta itu diperkirakan dilahirkan kurang lebih tiga hari.

Mayat bayi kemudian dibawa ke RSUD Brebes untuk visum ET repertum, sedangkan Polisi masih terus mendalami kasus kejahatan tersebut dengan memintai keterangan dari sejumlah saksi dari warga setempat. (Aan)

Rapid Test Serentak, 6 Orang Pengunjung Mall di Bumiayu Brebes Reaktif Covid-19

Brebes – Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar rapid test secara serentak terhadap puluhan pengunjung pasar tradisional dan sejumlah mall di 8 lokasi di 4 Kecamatan, yakni Kecamatan Brebes, Ketanggungan, Bumiayu dan Kecamatan Banjarharjo (28/5).


Secara umum pengambilan sampel di setiap lokasi dilakukan secara acak terhadap 40 orang pengunjung termasuk karyawan Jogja Mall.

Dari upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona di Kabupaten Brebes ini, 6 orang dinyatakan reaktif yang berasal dari pengunjung Mall/Toserba Jadi Baru Bumiayu.

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ismawan Nur Laksono menyatakan bahwa pemeriksaan di tempat keramaian warga di Bumiayu itu dilakukan untuk deteksi dini penyebaran virus corona.

“Dari hasil rapid test di dua lokasi ini hasilnya enam orang reaktif,” ujarnya.

Selanjutnya untuk mereka yang reaktif akan ditindaklanjuti dengan karantina mandiri, diberikan vitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh. Selanjutnya, petugas akan melakukan tracing terhadap keluarga dan orang-orang yang kontak langsung dengan mendatangi rumah masing-masing. Sedangkan tahap selanjutnya adalah pengambilan sampel untuk test swab PCR untuk memastikan positif covid-19 atau tidak.

Sementara disampaikan Danramil 08 Bumiayu melalui Serma Bambang, selain pegawai dan pengunjung pasar dan mall, sejumlah pemudik yang hendak balik ke Jakarta juga ikut mendaftarkan diri mengikuti rapid test untuk mendapatkan surat keterangan sehat atau bebas corona.

“Petugas medis dari Satgas Covid-19 Puskesmas Bumiayu menyarankan mereka untuk menjalani rapid test di RSUD Bumiayu untuk mendapatkan surat keterangan bebas corona,” Jumat pagi (29/5/2020).

Ditambahkannya, rapid test dipimpin langsung Kepala Puskesmas Bumiayu dr. Ali Budiarto dan Kepala Puskesmas Tonjong dr. Ida Rohkmawati.

“Dengan adanya wabah pandemi covid-19 yang berdampak terhadap seluruh elemen masyarakat ini, pemerintah berharap agar masyarakat mematuhi kebijakan atau berdisiplin tinggi untuk segera memutus rantai penyebaran virus sehingga seluruh kegiatan masyarakat normal kembali,” pungkasnya.

Untuk diketahui, di Kecamatan Brebes rapid test dilakukan kepada 80 orang di Pasar Induk dan Yogya Mall Brebes dengan hasil non reaktif/negatif. Di Kecamatan Ketanggungan dilakukan di

Untuk di Kecamatan Losari dilakukan di Jogja Mall Losari terhadap 40 orang pengunjung dan pelayan dengan hasil negatif. Untuk di Kecamatan Banjarharjo dilakukan di Pasar Banjarharjo dengan hasil 40 pedagang pasar negatif.

Untuk di Kecamatan Ketanggungan dilakukan terhadap 80 orang pengunjung di Pasar Ketanggungan dan Yogya Mall Ketanggungan dengan hasil semuanya negatif. (Aan)

Sabtu, 23 Mei 2020

Ini Yang Dilakukan Kasdim Brebes Bersama Anak Anggota Yang Tak Mudik di Malam Takbir

Brebes – Kasdim 0713 Brebes, Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku, mengajak anak-anak asrama Kodim Brebes merayakan Idul Fitri 1441 Hijriyah dengan pesta kembang api di halaman Makodim Brebes. Sabtu malam (23/5/2020).


“Puji Tuhan, kita mengajak anak-anak di Asrama Kodim yang bapaknya tidak mudik karena himbauan Pemerintah untuk bergembira di Hari Raya Idul Fitri,” ungkapnya.

Untuk anak-anak diberikan roman candles atau kembang api stik berukuran kecil, sementara yang besar berisi 40 kembang api yang meletup di udara dan juga kembang api roket (rocket/missile) dinyalakannya sendiri bersama piket kesatriaan.

“Tak lupa kepada umat muslimin dimanapun berada, saya mewakili Komandan Kodim mengucapkan selamat lebaran tahun 2020. Dengan adanya wabah virus corona atau covid-19, tidak mengurangi makna lebaran walaupun banyak yang tidak mudik demi kebaikan keluarga,” pungkasnya. (Aan)

Kamis, 21 Mei 2020

Cacat Luka Tembak, Serda Purnawirawan Sunarno Terima Santunan Lebaran Pangdam Diponegoro

Brebes – Ungkapan terima kasih kepada Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi, SE.MM, disampaikan Serda Purnawirawan Sunarno (58), salah satu dari 16 orang penerima santunan sosial Kodam IV Diponegoro, yang ditujukan bagi prajurit, PNS, dan keluarganya yang membutuhkan.



Tampak dirinya menerima bantuan sosial berupa uang senilai Rp. 1,5 juta yang disalurkan melalui Kasdim 0713 Brebes, Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku (masker putih), di Aula Jenderal Soedirman, Makodim Brebes. Jumat (22/5/2020).

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami terlebih dalam krisis ekonomi karena virus corona saat ini. Mewakili ke-16 penerima bantuan, saya mengucapkan banyak terima kasih,” ungkap warga Desa Tegalglagah RT. 05 RW. 02, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ini.

Sekedar diketahui, Sersan Sunarno merupakan mantan anggota Yonif 321 Raider Kostrad, Majalengka, Jawa Barat. Saat operasi militer Seroja di Timor-timur tahun 1989 silam, dirinya mengalami luka tembak di bagian punggung dan mengenai tulang belakang sehingga menyebabkan lumpuh anggota gerak bawah walaupun telah menjalani 3 kali operasi.

Saat ini hanya bertumpu kepada uang pensiunan prajurit yang diterimanya setiap bulan pasca pensiun tahun 2015 lalu.

Kasdim Mayor Edwin menyatakan, bantuan sosial tersebut diberikan kepada jajaran prajurit dan PNS Kodam IV Diponegoro dan keluarganya, termasuk pensiunan dan warakawuri/wredatama yang mengalami sakit parah, menahun, sehingga masih memerlukan biaya perobatan yang besar.

Selain kategori tersebut, bantuan juga diberikan kepada anak yatim dan piatu dari prajurit, PNS, dan keluarganya yang mengalami kesulitan ekonomi.

Sementara diterangkan Perwira Seksi Personel (Pasi Pers) Kodim, Kapten Infanteri Kunpriyanto, bahwa penentuan penerima bantuan sosial melalui koordinasi dengan masing-masing Babinsa.

“Ada dua anak yatim KBT (Keluarga Besar Tentara) yang juga mendapatkan santunan. Semoga bantuan tersebut bermanfaat terutama saat menjelang Idul Fitri 1441 H ini,” ucapnya. (Aan)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...