Selasa, 05 Mei 2020

Positif Covid-19 Perdana di Kabupaten Brebes

Brebes – Salah satu warga Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dinyatakan positif covid-19, setelah keluar hasil tes swab dari Laboratorium di Salatiga. Ini merupakan kasus positif virus corona pertama di Brebes.


Diumumkan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, MH, bahwa pasien positif adalah seorang laki-laki berumur 36 tahun dan masih dirawat di ruang isolasi di RSUD Brebes.

“Dari sebanyak 21 hasil tes swab yang keluar tadi malam, hasilnya 20 orang negatif dan satu positif,” ucapnya, Selasa pagi (5/5/2020).

Dijelaskan lanjut oleh Idza Priyanti atau Bupati Brebes, pasien tersebut merupakan salah satu dari 19 orang warga Kecamatan Bantarkawung, peserta tabligh akbar ijtima di Gowa, Sulawesi Selatan, yang dibubarkan Gubernur, Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr, pada 19 Maret 2020 lalu.

Sebelumnya, pasien merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan gejala demam. Untuk kondisinya saat ini sudah stabil dan tanpa demam.

Idza pun menyatakan Kabupaten Brebes menjadi zona merah dengan satu kasus positif corona ini. Tim akan segera melakukan tracking terhadap keluarga pasien dan warga lainnya yang pernah kontak dengan pasien untuk mencegah penularan wabah lebih lanjut.

“Kita akan memastikan apakah mereka positif dan tidak. Kita juga minta kepada masyarakat agar tetap selalu memakai masker, menjaga jarak (physical distancing), dan jangan berkerumun,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dari total 49 ODP (Orang Dalam Pemantauan) eks Gowa, Sulsel, sebanyak 20 PDP diisolasi di Karantina Pemkab Brebes yaotu di Islamic Centre Brebes. Mereka adalah 19 orang warga Kecamatan Bantarkawung dan 1 orang warga Kecamatan Salem. Sisanya yakni 28 orang ODP, masih menunggu hasil tes swab.

Sementara untuk PDP terbaru yang berasal dari Kecamatan Salem, masih dikarantina di RSUD Bumiayu dan rencananya akan digabungkan ke Islamic Centre Brebes.

Dengan satu orang positif ini, wilayah Kabupaten Brebes dinyatakan sebagai zona merah per 5 Mei 2020. (Aan)

Senin, 04 Mei 2020

Petugas Terpadu Covid-19 di Pintu Tol Brebes Timur Terus Halau Pemudik Dari Zona Merah

Brebes – Petugas gabungan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang terdiri dari TNI-Polri, Dishub, Dinkes, Satpol PP dan BPBD, terus melakukan pengecekan kendaraan umum dan pribadi yang keluar melalui Pintu Tol Brebes Timur atau Brebes Exit Timur (Brexit) Tol.


Tujuan tim gabungan yang bermarkas di Posko Pantau Terpadu Covid-19 di pintu tol tersebut adalah untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona memasuki wilayah Brebes dari para pemudik atau pulang kampung dari zona merah.

Dikemukakan Danramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin, bahwa tim juga memeriksa identitas diri (KTP) dari sopir maupun penumpang baik kendaraan umum atau pribadi.

“Kita hentikan seluruh kendaraan yang keluar di Brexit Tol untuk disemprot cairan disinfektan, diukur suhu tubuh penumpangnya, dan di cek alamat sesuai KTP dan tujuan. Apabila kedapatan yang pulang kampung atau dari zona merah akan dikembalikan lagi memasuki tol,” ungkapnya, Selasa pagi (5/5/2020).

Petugas juga menghimbau khususnya kepada para penumpang untuk selalu menggunakan masker dan menerapkan physical distancing.

“Semua itu kita minta dengan humanis. Kita juga menghimbau agar selalu memakai masker dan senantiasa hidup bersih,” tandasnya.

Sekedar diketahui, penyekatan pemudik tak hanya di Pintu Tol Brebes Timur dan Pintu Tol Pejagan Kecamatan Tanjung, tapi juga di depan Terminal Kecipir di Jalan Raya Pantura.

Sedangkan untuk Pintu Tol Brebes Barat sementara ditutup. Beberapa hari yang lalu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, meninjau penyekatan di sejumlah akses mudik dari wilayah Jawa Barat yang akan memasuki wilayah Jawa Tengah. Termasuk di wilayah selatan di Majenang, Kabupaten Cilacap (29/4).

Ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Candi 2020 yang sudah dimulai 14 April 2020 lalu, untuk menyambut Ramadan dan lebaran tahun ini. (Aan)

Misi Ketua FKPPI Brebes Yang Baru

Brebes – Ketua FKPPI Kabupaten Brebes atau Cabang 1113 Jawa Tengah yang baru, Bambang Priambodo, SP, Staf Dinas Pertanian Kabupaten Brebes, sowan Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, untuk menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan FKPPI Brebes yang baru disahkan Ketua FKPPI Jawa Tengah, Hendrar Prihadi, SE, MM, tanggal 25 April 2020.


Tampak dirinya didampingi salah satu Dewan Penasehat FKPPI (Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri, Joko Susanto, B.Sc (kemeja abu-abu) dan Sekretaris, Ir. Sugiarto (batik). Senin (4/5/2020).

Untuk diketahui, Bambang Priambodo, Ketua FKPPI Brebes periode 2020-2022, melanjutkan kepemimpinan pejabat lama periode 2017-2022, yaitu H. Prasetyo Wibowo, SE.

Dikemukakan Bambang Priambodo, bahwa dirinya siap meneruskan karya keluarga besar FKPPI Brebes menjadi lebih baik lagi, termasuk menjadi barisan terdepan dari organisasi masyarakat penangkal ideologi-ideologi lain yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kiprah FKPPI mewarnai Kabupaten Brebes,” tegasnya.

Tak lupa dirinya mohon doa dari keluarga besar FKPPI Brebes khususnya dan seluruh pihak umumnya sehingga mampu mengemban amanah demi kemajuan NKRI.

Sementara itu Dandim mengapresiasi salah satu langkah FKPPI yang merespon sejumlah masyarakat yang terdampak virus corona/covid-19 di Brebes Kota khususnya, yaitu Desa Pesantunan dan Pasar Batang, Kecamatan Brebes (23/04), dimana sasaran utamanya yakni para janda dan anak yatim.

Faisal Amri juga berharap kepada keluarga besar FKPPI Kabupaten Brebes terus bersemangat menciptakan aksi nyata dalam rangka mendukung program-program Pemerintah, TNI dan Polri, serta merangkul semua elemen masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI. (Aan)

Minggu, 03 Mei 2020

Penyemprotan Disinfektan di Karantina Pemkab Brebes

Brebes – Tim gugus tugas penanganan covid-19 dari Kodim 0713 Brebes, melakukan mitigasi wabah tersebut dengan melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan karantina PDP (Pasien Dalam Pemantauan) Pemkab Brebes di Islamic Centre Brebes. Senin (4/5/2020).


Dibenarkan Pasiops Kodim 0713 Brebes melalui Batiops, Pelda Abdul Kholik, bahwa sterilisasi di lingkungan tersebut dilakukan guna menghindarkan petugas pengawas dan perawat pasien terpapar dari virus corona.

“Selain melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan karantina PDP Pemkab Brebes, Kodim juga mensuplai makanan dan minuman untuk sahur dan berbuka puasa bagi PDP yang kesemuanya adalah para peserta tabligh akbar ijtima di Gowa, Sulawesi Selatan, Maret 2020 lalu,” ungkapnya.

Untuk diketahui, saat ini PDP yang dikarantina berjumlah 20 orang, yakni 19 orang dari Kecamatan Bantarkawung, dan 1 orang dari Kecamatan Salem. (Aan)

Cara TNI-Polri Tanjung Brebes Ajak Masyarakat Pakai Masker dan Perlakukan ODGJ

Brebes – Anggota TNI dan Polri dari Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, membagikan nasi bungkus kepada segenap warga masyarakat yang melintas di pertigaan lampu merah Pejagan dan lampu merah Tanjung, serta ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa). Rabu sore (3/5/2020).


Dikemukakan Danramil 04 Tanjung, Kodim 0713 Brebes, melalui Bati Tuud, Serma Rullyon, bahwa nasi bungkus untuk berbuka puasa itu diambil dari Dapur Lapangan di Exit Tol Pejagan.

“Kita manfaatkan logistik yang ada di dapur lapangan di pintu tol Pejagan untuk mensupport upaya sosialisasi menggunakan masker,” ucapnya.

Bakti sosial selama satu jam (16.30-17.30 WIB) oleh anggota Koramil dan Polsek Tanjung ini juga mensosialisasikan tentang cara hidup sehat dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona/covid-19 khususnya di wilayah Tanjung.

“Sambil kita berikan nasi bungkus, warga yang melintas kita ingatkan untuk memakai masker dan sementara tidak keluar rumah jika tidak perlu,” pungkas Rullyon. (Aan)

Kamis, 30 April 2020

Terancam Ambruk Jembatan Kali Karut di Kedung Oleng Brebes Perlu Perbaikan Segera

Brebes – Abutment jembatan Kali Karut di Desa Kedung Oleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, longsor/ambrol karena disebabkan tergerus arus aliran air.


Warga masyarakat dan Babinsa memasang pembatas jalan dari bambu sebagai tanda peringatan.

Dikemukakan Bati Tuud Koramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes, Peltu Gunawan, bahwa ambrolnya pondasi jembatan penghubung antara Dukuh Cipanas dengan Cigobang ini mengakibatkan lubang di sepertiga badan jalan.

“Longsor terjadi pukul 09.00 WIB setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kecamatan Paguyangan, sehingga menyebabkan arus Kali Karut sangat deras dan menggerus pondasi jembatan,” ucapnya, Kamis (30/4/2020).

Saat ini jalan masih dapat dilalui kendaraan roda empat dan dua, namun perlu segera dilakukan penanganan agar bangunan tidak roboh. Untuk kerugian ditaksir mencapai kurang lebih Rp. 100 juta.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat melintasi jembatan.

“Kita juga menghibau kepada perangkat desa untuk membatasi tonase roda empat yang lewat. Kita juga melarang keras jika ada aktivitas penambangan pasir dan batu ilegal dalam radius minimal 50 meter karena amdalnya akan memperparah pondasi jembatan,” pungkasnya. (Aan)

Dapur Lapangan Covid-19 TNI Brebes Terima Bantuan Masker dan Sembako Komunitas SBB

Brebes - Dapur Umum (DU) lapangan Kodim 0713 Brebes yang mulai beroperasi dari tanggal 23 April 2020 lalu, masih eksis memasak sahur dan buka puasa untuk 20 orang PDP (Pasien Dalam Pemantauan) covid-19 yang dikarantina di Islamic Centre Brebes, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.


Salah satu pihak swasta perorangan atau Ormas yang peduli menyisihkan sebagian hartanya bagi sesamanya tersebut dan 10 orang petugas harian yang mengawasi dan melayani PDP, adalah relawan dari SBB (Sepakat Brebes Bermartabat), dengan memberikan bahan makanan berupa minyak goreng, mie instan, bawang merah dan putih, ikan asin, teh, susu, gula pasir dan puluhan masker.

Tampak Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE menerima bantuan di DU yang berada di lapangan apel Kodim. Kamis (30/4/2020).

Dandim Brebes menyatakan bahwa dapur akan terus beroperasi sampai dengan penanggulangan pandemi virus corona berakhir.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dari masyarakat kepada sesamanya yang terkena dampak pandemi. Kita sangat mengapresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih,” ungkap Faisal Amri.

Sementara Asmi Majid (50), Koordinator SSB mengemukakan bahwa sedikit bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pihak TNI dalam membantu Pemda melakukan upaya penanganan wabah tersebut.

“Ini merupakan spontanitas dari Komunitas SSB. Kita serahkan kepada Kodim untuk dikelola bagi PDP dan masyarakat lainnya yang membutuhkan makanan karena mengalami lumpuh ekonomi akibat pandemi,” ungkap lelaki paruh baya yang merupakan pengusaha Alkes dari Desa Pulosari, Kecamatan Brebes.

Dirinya juga mengapresiasi inisiatif Dandim atas pengoperasionalan dapur tersebut yang telah berjalan satu pekan.

Sekedar diketahui, Kodim Brebes sebelumnya memberikan bantuan 200 paket sembako yang dibagikan secara serentak selama dua hari (23-24/4) di wilayah Kabupaten Brebes, yakni 17 Koramil/Kecamatan, kepada warga masyarakat yang betul-betul tidak mampu, non PKH, dan janda/manula yang tidak mempunyai penghasilan.

Bantuan untuk meringankan beban pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari itu meliputi beras 2,5 kg, 5 bungkus mie instan, 1,5 kg gula pasir, 5 butir telur bebek dan ayam, serta minyak goreng 1,5 liter.

Bantuan dibagikan langsung door to door guna menghindari kerumunan atau penerapan social distancing. (Aan/Red)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...