Kamis, 27 Februari 2020

TNI-Polri Dan Masyarakat Tonjong Brebes Berhasil Buka Jalan Manual Selama Dua Hari

Brebes – Anggota TNI dari Koramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes bersama Polsek dan masyarakat Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berhasil membuka jalan antar pedukuhan dua desa yang sebelumnya lumpuh total (27/2) akibat tertimbun material longsor dari tebing setinggi 15 meter di Dukuh Karang Anjog, Tonjong. Jumat siang (28/2/2020).

Peltu Edi Burhanudin, Bati Tuud Koramil, bersama Kepala Desa Tonjong, Samsudin, memimpin para relawan gabungan yang meliputi 8 orang Babinsa, 7 orang Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat sejumlah 65 orang ditambah perangkat desa, BPD dan LPMD.


“Adapun sasaran kerja bakti di hari kedua ini adalah pembersihan tanah longsor sepanjang 50 meter lebar 2 meter, pembuatan saluran air/drainase serta pembuatan tanggul pengamanan berbahan bambu di lereng/tebing yang longsor,” ucapnya.

Dijelaskannya lanjut, pekerjaan sehari sebelumnya adalah berhasil mengevakuasi material longsor sepanjang 50 meter dari total panjang longsor yaitu mencapai 100 meter.

“Atas kerja keras dan kerjasama, jalan antar pedukuhan yang menghubungkan Dukuh Karang Anjog, Desa Tonjong dengan Dukuh Balai Kambang, Desa Linggapura, akhirnya terbuka pada Jumat siang,” pungkasnya.

Kepala Desa, Samsudin, mengapresiasi keterlibatan anggota TNI dan Polri tersebut sehingga kini jalan dapat dilewati kendaraan bermotor sehingga aktivitas masyarakatnya normal kembali. Pasalnya, akses itu merupakan jalan utama warga pedukuhan antar desa.

“Kemarin baik warga dan anak sekolah harus melalui jalan lain yaitu melewati pematang sawah dan jalan setapak, namun kini sudah terbuka kembali,” ungkap Samsudin.

Pihaknya berharap bantuan penanganan secara lebih permanen (talud) atau pemasangan bronjong, sehingga tanah yang labil di titik tersebut atau rawan longsor tidak longsor kembali, dan juga pembuatan jalan darurat tidak dilakukan dengan memangkas tebing.

Untuk diketahui, longsor tebing terjadi pada Kamis dini hari (27/2) pukul 01.00 WIB. Tidak ada korban jiwa akibat bencana yang dipicu hujan intensitas sedang yang mengguyur wilayah Desa Tonjong dan sekitarnya sejak sore sampai malam hari (17.00-21.15 WIB). Longsor berada di atas samping Jembatan Kali Salak, Dukuh Karang Anjog RT. 03 RW. 09, Tonjong. (Aan)

Keluarga Besar Kodim Brebes Kembali Bagikan Nasi Kotak Di Jalanan

Brebes – Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0713 Brebes kembali membagi-bagikan nasi kotak kepada para tukang becak, tukang ojek, pengemis, tukang parkir, buruh panggul, pengemis dan Ibu-ibu pengguna jalan.

Tampak gambar pembagian dilakukan di depan Pasar Induk Brebes dan depan Kantor Pegadaian Brebes, Jalan Jenderal Sudirman, Brebes, Jawa Tengah. Jumat pagi (28/2/2020).


Disampaikan Ketua Persit, Ny. Reva Faisal Amri melalui Pembina Harian Persit, Kapten Infanteri Kunpriyanto, bahwa nasi kotak yang dibagikan merupakan masakan dari Pengurus Persit yang dimasak sejak jam 05.00 WIB.

“Kegiatan Jumat berkah kali ini adalah membagikan 100 kotak nasi di Jalan Jenderal Sudirman, Pantura Brebes. Dini hari tadi nasi ini dimasak Ibu-ibu Persit dengan hati,” jelasnya.

Menurutnya juga, kegiatan sosial tersebut merupakan upaya Keluarga Besar Tentara (KBT) Kodim Brebes guna mendekatkan diri kepada masyarakat.

“Semoga kegiatan yang dilakukan Persit secara rutin ini membawa berkah dan manfaat bagi orang lain,” imbuh Danramil 02 Jatibarang ini.

Samroh (50), salah satu ibu yang menerima nasi kotak menyatakan senang dan terima kasih.

Terpisah di hari yang sama, kegiatan serupa juga dilakukan oleh anggota TNI berpakaian loreng dari Koramil 08 Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, berupa pembagian 100 nasi bungkus di Pasar Jatisawit, Pasar Bumiayu, Pasar Talok, Terminal Bumiayu dan Jalan Lingkar Pagojengan.

Danramil Bumiayu, Kapten Armed Jupriadi menjelaskan bahwa untuk sasaran pembagian meliputi abang becak, sopir angkot dan tukang ojek serta Ibu-ibu di pasar. (Aan)

Rabu, 26 Februari 2020

Akses Anak Sekolah Di Galuh Timur Brebes Ambles, Jembatan Darurat Dibangun Ulang

Brebes – Puluhan masyarakat Dukuh Ketabasa, Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melaksanakan kerja bakti pemindahan jembatan kayu bambu penyeberangan anak sekolah diatas Kalen/Kali Pancur. Kamis pagi (27/2/2020).


Dibenarkan Danramil 09 Tonjong, Kapten Infanteri Ngadino melalui Babinsa setempat, Sertu Ali Mahfur, bahwa pekerjaan yang telah selesai dilakukan adalah pembuatan jembatan dari bahan kayu dan anyaman bambu di samping jembatan lama yang tebingnya longsor akibat tergerus air.

“Pekerjaan yang dilakukan adalah membuat jembatan sepanjang 6 meter dan lebar 1,5 meter yang sebelumnya sempat miring dan akhirnya ambruk akibat longsor,” ucapnya.

Dijelaskannya lanjut, selain akses anak warga setempat yaitu RT. 01 RW. 03, yang hendak sekolah di SDN 04 Galuhtimur, Ketabasa, sarana kayu dan bambu tersebut juga digunakan untuk berbagai aktivitas.

Disampaikan Sekdes Galuhtimur, Muhajir, untuk pembangunan secara permanen jembatan tersebut akan dilakukan pada bulan September 2020 mendatang.

“Sebelumnya sudah disepakati dalam Musdes tahun 2019 bahwa jembatan akan dibangun permanen pada bulan September nanti. Untuk panjangnya adalah 2 x 6 meter dengan anggaran kurang lebih Rp. 74 juta,” jelasnya.

Ditambahkannya, mengingat pentingnya sarana tersebut dan faktor keamanan, maka jembatan darurat itu dibuat ulang. (Aan/Red)

Longsor Tebing Di Tonjong Brebes Tutup Akses Utama Masyarakat Antar Pedukuhan

Brebes – Bencana alam tanah longsor menutup total akses utama penghubung Dukuh Karang Anjog, Desa Tonjong dengan Dukuh Balai Kambang, Desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis dini hari (27/2/2020).
Longsor tebing dipicu hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur beberapa desa di wilayah Kecamatan Tonjong sejak sore mulai pukul 17.00-21.15 WIB.


“Tebing setinggi kurang lebih 15 meter tepatnya di atas samping Jembatan Kali Salak, Dukuh Karang Anjog RT. 03 RW. 09, Desa Tonjong, longsor pada pukul 01.00 WIB,” papar Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Ngadino.

Dijelaskannya mendetail, bahwa panjang jalan yang tertutup material longsor sekitar 100 meter. Adapun kondisi jalan saat ini belum bisa dilewati kendaraan bermotor. Warga maupun anak sekolah harus melewati jalan setapak dan pematang sawah.

“Pagi ini upaya membuka jalan secara manual dan bergotong royong akan dilakukan masyarakat dengan dibantu segenap unsur di Kecamatan Tonjong,” imbuhnya.

Mereka akan membuat jalan darurat dengan memangkas tebing. Masyarakat setempat berharap bantuan penanganan secara lebih permanen (talud) ataupun bantuan bronjong sehingga tanah yang labil di titik tersebut tidak longsor lagi. Pasalnya, akses merupakan jalan utama warga pedukuhan antar desa.

“Tidak ada korban jiwa akibat bencana ini. Kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati atau mempertimbangkan saat akan melewati jalanan di bawah tebing, terutama jika hujan deras telah turun lebat dan melihat tanah tebing lembab,” himbaunya. (Aan)

Selasa, 25 Februari 2020

TNI Brebes Kenalkan Profesi TNI Kepada Murid TK Wanasari

Brebes – Mengambil kegiatan non formal, anggota TNI Kodim 0713 Brebes dari Koramil 03 Wanasari mengenalkan profesi TNI kepada puluhan murid TK Aisyiyah Bustanul Athfal, Desa Pebatan, Jalan Kyai Haji Mas Mansyur, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Senin (24/2/2020).

Disampaikan Sertu Marjaka, bahwa pihaknya mendapatkan undangan dari pihak sekolah tersebut.


“Saya memotivasi anak-anak tentang betapa senangnya menjadi anggota TNI, termasuk juga saya membagikan pengalaman saya yang menarik selama berdinas dan penugasan,” ucapnya.

Tak hanya itu, Sertu Marjaka dan Koptu Ari juga mempunyai cara yang unik untuk memeriahkan acara, mereka memberikan kesempatan memboncengkan anak-anak dengan sepeda motor dinas Babinsa di halaman sekolah.

“Kami tadi juga mengenalkan berbagai macam atribut yang menempel di seragam dinas kami,” imbuhnya.

Sebelum berpamitan, Babinsa berpesan agar mereka menuruti nasehat orang tua di rumahsedangkan di sekolah harus mematuhi aturan sekolah dan nasehat guru.

“Kalau mau jadi TNI harus rajin belajar agar nilainya bagus, minum susu dan makan yang banyak agar sehat dan tinggi badannya,” pungkas Marjaka berpesan.

Kepala Sekolah, Azminah (59), mengucapkan terima kasih kepada Komandan Koramil, Kapten Infanteri Turiman, atas pendampingan kepada anak didiknya termasuk motivasi penyemangat dalam menggapai cita-cita. (Utsm-Aan)

TNI Brebes Terus Bina Silaturahmi 3 Pilar Agar Temu Cepat Lapor Cepat Meningkat

Brebes – Koramil 02 Jatibarang Kodim 0713 Brebes menggelar kegiatan pembinaan jaring teritorial di Aula Koramil, diikuti oleh komponen 3 pilar termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan KBT (Keluarga Besar Tentara). Selasa siang (25/2/2020).
Mayor Kowad Cba. Roro Sri Hardjani, Perwira Seksi Komsos Staf Teritorial Korem 071 Wijayakusuma, menyatakan bahwa kunjungan kerjanya di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, adalah untuk melakukan pembinaan jaring teritorial TNI AD di wilayah Korem 071 Wijayakusuma.


“Pembinaan ini juga kami lakukan secara estafet di 9 kodim lainnya di jajaran Korem 071 Wijayakusuma,” ucapnya.

Dijelaskannya lanjut, tujuannya adalah guna meningkatkan kemampuan temu cepat dan lapor cepat dari Apkowil (Aparat Komando Kewilayahan) atau 3 pilar (Babinsa, Babhinkamtibmas dan Pemdes), dalam mewujudkan stabilitas Kamtibmas demi keutuhan NKRI.

“Rutinitas ini sangat penting dalam membangun silaturahmi dan komunikasi, sehingga visi maupun persepsi tentang berbagai persoalan masyarakat dan kebangsaan dapat segera diselesaikan secara dini demi keutuhan NKRI dan tidak menghambat pembangunan,” imbuhnya.

Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai wujud pembinaan mitra karib TNI dalam rangka pencapaian keberhasilan tugas pokok TNI, yaitu memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya di wilayah/desa secara dini dengan merujuk kepada sistem pertahanan semesta.

“Untuk TNI AD, pemberdayaan wilayah pertahanan darat dilakukan melalui pembinaan jaring teritorial,” ucapnya Selasa pagi di Aula Jenderal Soedirman Makodim Brebes, sebelum kegiatan tersebut dilakukan di Koramil Jatibarang.

Sementara disampaikan Danramil 02 Jatibarang, Kapten Infanteri Kunpriyanto, bahwa bila dijabarkan secara gampang, pembinaan jaring teritorial adalah pembinaan mitra karib terpilih sebagai kepanjangan tangan dari TNI guna mendapatkan berbagai informasi di wilayah secara dini.

Senada dengan Mayor Kowad Roro, jika informasi yang mengarah kepada gangguan Kamtibmas dapat diperoleh secara dini maka upaya penanganan/penyelesaiannya pun juga dapat dilakukan secara awal. Ini semua dilakukan untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, tenteram dan dinamis sehingga pembangunan di desa juga dapat maksimal.

Ia mencontohkan bahwa dahulu di Indonesia banyak berdiri kerajaan-kerajaan yang akhirnya hancur adu domba dari dalam sehingga memicu perang saudara, maupun dari luar yaitu perang dengan kerajaan lain. Untuk itulah sejarah harus dijadikan cerminan agar tidak kembali terulang di penjuru NKRI.

“Kegiatan pembinaan mitra karib ini sebagai upaya untuk mewujudkan dan memperkokoh Kemanunggalan TNI–Rakyat maupun dengan unsur lainnya di wilayah agar NKRI tetap utuh dan semakin jaya,” tegasnya.

Sekedar diketahui, bagi Korem 071 Wijayakusuma dan Kodim Brebes, kemanunggalannya dengan rakyat, segenap eleman dan KBT, sangat strategis dan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan tupoksi TNI kewilayahan. (Aan)

Senin, 24 Februari 2020

Di Sirampog Brebes, Anak Bunuh Ibunya Dengan Batu

Brebes - Nasib Riyanti (67), warga Desa Benda 1 RT. 5 RW. 1, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, harus berakhir tragis setelah dibunuh oleh anak kandungnya sendiri. Selasa (25/2/2020).

Ia ditemukan warga setempat sudah tak bernyawa di rumahnya sendiri dengan luka parah pada bagian kepalanya setelah dihantam menggunakan batu oleh Aripin (33).


Dibenarkan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Mukhrodi bahwa nenek tersebut ditemukan warga masyarakat sekitar pukul 06.00 WIB, dengan kondisi bersimbah darah pada bagian kepala.

“Pembunuhnya adalah anak kandungnya sendiri yang mengalami gangguan jiwa. Korban dihantam dengan batu pada bagian kepala,” ucapnya.

Sementara dibenarkan salah satu saksi mata yaitu Mafrukhah (48), tetangga korban, “Ibu sudah meninggal. Saya timbris (hantam) dengan batu,” ucapnya menirukan Aripin (pelaku).

Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, petugas bergegas ke TKP dan menemukan jasad Riyanti tergeletak di ruang tengah.

Kapolsek Sirampog, AKP Tumiya, juga membenarkan bahwa dugaan kuat pelakunya adalah anaknya sendiri yang tinggal serumah dan mengidap gangguan jiwa.

Korban sudah dievakuasi ke RSUD Bumiayu untuk dilakukan visum. Pelaku juga sudah diamankan beserta barang bukti berupa batu dan karpet plastik bersimbah darah.

Pihaknya juga akan terus mendalami kasus sampai tuntas tentang motif pelaku tega menghabisi ibunya. (Aan/Red)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...