Rabu, 23 Januari 2019

Kejar Target 13 Ribu Ton, TNI Brebes Turun Sawah Tanam Ciherang 600

Brebes – LTT (Luas Tambah Tanam), sekecil apapun lahan persawahan harus dimanfaatkan sebisa mungkin guna mensejahterakan petani. Inilah salah satu upaya yang dilakukan Babinsa Koramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes dalam memotivasi petani desa binaannya, memaksimalkan musim penghujan 2019.


Masyarakat di Desa Sengon Kecamatan Tanjung, condong menggemari ciherang karena produksinya yang tinggi dan mudah perawatannya, selain potensi hasil antara 6-7 ton gabah/hektar. Nampak Babinsa setempat, Serda Sukirno bersama rekannya, melaksanakan pendampingan kepada buruh tani serta pemilik lahan, Kasnari, Rt. 01 Rw. 05, diareal miliknya seluas 0,5 hektar. Mereka mencabut benih padi varietas ciherang 600 kemudian menanamnya di selokan tanaman bawang Kasnari. Rabu (23/1/2019).

Disampaikan Suntoro, Ketua Gapoktan Murni Tani Desa Sengon, “Ciherang bisa dipanen pasca 100 hari setelah penanaman, lebih singkat dari jenis lainnya yang memerlukan waktu sekitar 125 hari. Padi ini juga cocok ditanam saat musim tanam kedua, walaupun di daerah kekurangan air saat padi sudah menua,” jelasnya.

Jenis ciherang adalah padi galur yang kini banyak jenisnya, mulai dari ciherang janger, jumbo, 600, SS, putih, super, dempo dan ciherang jonggol. “Disebut ciherang 600 karena, dalam 1 malai bisa menghasilkan 600 butir gabah. Namun di lapangan, patokan itu tergantung dari kondisi tanah dan pemupukannya, yaitu antara 400-500 bulir/malai,” lanjutnya.

Diketahui, definisi ciherang meliputi tinggi antara 85-100 cm, usia 95-100 hari, batang sedang, bentuk tegak, warna gabah kuning bersih dan lebih lonjong, rasa nasi pulen dan enak, kerontokan sedang serta tahan wereng coklat dan blast.

Sementara menurut Babinsa, pendampingannya dilakukan demi mendukung Upaya Khusus (Upsus) pemerintah melalui Bulog Kabupaten Brebes, yang menargetkan wilayahnya menyumbang swasembada pangan nasional 2019. “Di tahun ini, Bulog Brebes menargetkan 13.000 ton panen petani terserap, sedangkan untuk 10.000 tonnya sebagai suplai nasional,” ungkapnya. (Aan0713).

Selasa, 22 Januari 2019

Gabungan Unsur Sirampog Brebes, Bendung Kali Keruh Bangun Jembatan Darurat

Brebes – Ratusan warga masyarakat Desa Plompong Kecamatan Sirampog dan sekitarnya, berjibaku melakukan gotong-royong membendung paksa sisi selatan Kali Keruh untuk membuat jalan darurat bagi para pejalan kaki. Hal Kegiatan ini dibenarkan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Inf. Mukhrodi di lokasi. Selasa (22/1/2019).

Dijelaskannya juga, sebelumnya jembatan penghubung antar desa sepanjang 70 meter dan lebar 2,5 meter yang berdiri di atas kali tersebut terputus di sisi bagian selatan (dari arah Desa Plompong ke Kaliloka) sepanjang kurang lebih 10 meter. Abutment dan oprit jembatan yang sebelumnya sudah mulai tergerus arus Kali Keruh, akhirnya hilang tersapu banjir bandang coklat pekat bercampur dengan material batu, pada Senin sore (21/1). Ini merupakan akses utama perekonomian, pendidikan dan kesehatan penduduk Plompong untuk menjangkau kecamatannya (7,1 kilometer selama 20 menit) serta desa lainnya.

Jadi jembatan ini merupakan jalan pendekat warga Plompong ketempat lainnya. Jika jembatan ini terputus, maka warga harus memutar jarak 3 kali lipat melewati Desa Cilibur wilayah Kecamatan Paguyangan, kemudian Desa Langkap Kecamatan Bumiayu untuk sampai ke Kantor Camat.

Mengatasi agar penduduk Plompong yang bekerja atau bersekolah di Desa Benda melewati sungai tersebut, maka ratusan orang meliputi TNI Koramil 10 Sirampog dan Polsek masing-masing 5 orang, SAR/Kokam (30) dan PU Sirampog (7), Perangkat Desa (8) serta masyarakat Plompong sejumlah 115 orang.

“Adapun sasaran kerja bakti adalah pembuatan jalan darurat untuk pejalan kaki serta mengalihkan arus air bagian selatan dengan membendung menggunakan batu kali agar tidak memperparah pondasi jembatan yang ambruk. Ini untuk rekonstruksi nantinya,” ungkapnya. (Aan0713).

Walaupun Ruangan Tak Ber-AC, Kebanggaan Memimpin Pemaron Brebes

Brebes – Apresiasi terhadap program bedah rumah dan jambanisasi TNI Kodim 0713 Brebes, yang telah dilakukan pada November-Desember 2018 lalu, diungkapkan Haris Ridiyanto (42) Kepala Desa Pemaron Kecamatan/Kabupaten Brebes di ruang kerjanya. Rabu pagi (23/1/2019).

Diungkapkannya, “Bagi saya ruangan dengan kipas angin saja sudah cukup, yang penting bisa melayani masyarakat dengan baik. Saya mewakili masyarakat Pemaron mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI atas bantuan pembuatan 8 unit jamban sehat serta pemugaran 25 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bantuan pemerintah,” ucapnya mengapresiasi Kodim melalui Pelda Sugiarto saat melakukan Komunikasi Sosial (Komsos) kewilayahan.


Lebih lanjut, apresiasi lebih tentunya kepada Pemda, sehingga Dana Desa (DD) dapat dialihkan guna pembangunan fisik lainnya maupun pemberdayaan masyarakat. Haris juga menyatakan komitmen bahwa kedepan akan mempertahankan status desa tertib pajak APBD selama 4 tahun berturut-turut di Kecamatan Brebes “lunas pertama”. Dirinya juga bangga atas prestasi yang diperoleh warganya dalam Turnamen Sepakbola Kapolres Brebes Cup 2018, sebagai juara pertama. Pun dalam lomba antar desa, Pemaron mendapatkan penghargaan.
“Ini merupakan bukti kekompakan antara perangkat desa dengan masyarakatnya, jadi ketika masyarakat nitip pajak langsung disetorkan. Nominal pajak desa saat ini mencapai 113 juta dan sudah lunas terbayarkan,” tegasnya.

Selain pajak, desa juga telah memiliki gedung serba guna yang dibangun mulai 2015-2017 dan merupakan gedung serba guna termegah di wilayah kecamatannya. “Sesuai cita-cita dan visi misi dalam membangun aula desa untuk dapat digunakan sebagai tempat pertemuan, kegiatan PKK serta olahraga badminton. Semoga dapat dimanfaatkan masyarakat kedepannya,” harap Kades yang merangkap sebagai Humas Paguyuban Kades Praja Tali Asih Kabupaten Brebes.

Diketahui, anggaran pembangunan gedung berasal dari Bankeu APBD 2015 senilai 100 juta dan 2017 85 juta, ADD 2016 sebesar 56 juta dan terakhir finishing menggunakan swadaya masyarakat sebesar kurang lebih 50 juta. Peresmian gedung saat renungan malam Agustus 2018. “2.628 Kepala Keluarga (KK) sangat merespon kewajibannya dalam pembangunan dan ikut merasa memiliki gedung. Saya sangat bersyukur menjadi pelayanan dari 7.968 jiwa Pemaron,” imbuhnya mengenang kondisi aula sebelum dibangun sangat memprihatinkan. (Aan0713).

Perahu Penyeberangan Tenggelam di Brebes, Satu Penumpang Tewas

Brebes – Perahu penyeberangan Sungai Pemali sarat penumpang di Desa Kebandungan Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes, terbalik sehingga menyebabkan Roilah Binti Sidik (40) warga Kebandungan Rt. 05 Rw. 03, meninggal dunia. Selasa pagi (22/1/2019).


Dibenarkan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin bahwa, perahu penyeberangan antar desa, Kebandungan- Kosambi Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal, yang ditumpangi 12 orang penduduk Desa Kebandungan dan 1 orang Pengarasan terbalik pada pukul 06.00 WIB.

“Musibah ini disebabkan putusnya tali seling perahu sebrang saat berada ditengah sungai karena sudah berkarat dan aus, para penumpang panic saat perahu terbawa arus deras. Kemudian miring dan tenggelam. Ada 13 penumpang ditambah dua juru mudi,” jelasnya.

Perahu tersebut dikemudikan Tardi (55) warga Rt. 02 Rw. 01 dan Pak Idin (45) Rt/Rw. 01 Kebandungan. Selain itu, terdapat juga muatan 4 unit sepeda motor.

“Mereka yang selamat adalah yang bisa berenang dan diselamatkan oleh penduduk yang kebetulan melihat kejadian. Sedangkan Ibu Roilah hanyut karena sama sekali tidak bisa berenang. Setelah pencarian beramai-ramai selama satu setengah jam oleh oleh Tim SAR, TNI-Polri dan masyarakat, jenazah baru ditemukan dalam keadaan meninggal,” imbuhnya.

Danramil juga menghimbau pasca kejadian, jika kondisi sungai setelah hujan arusnya deras sebaiknya masyarakat memutar lewat jalan darat melalui Kecamatan Bumiayu jika akan menuju Kosambi.

Sementara dijelaskan Koordinator SAR Brebes, Adhe Dhanie Raharjo bahwa, Almarhumah ditemukan 1,5 kilometer dari lokasi tenggelam dan jasadnya langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Menurut lagi, dari segi kondisi, perahu masih sangat layak dan tergolong baru serta mampu menampung penumpang berkapasitas 25 orang. Jadi masih memenuhi toleransi. (Aan0713).

Badan Pertanahan Nasional Kabupaten, Suluh Warga Sukareja Brebes

Brebes – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Brebes sudah membuat gebrakan baru di awal tahun 2019 dengan gencar mengedukasi warga masyarakat di wilayah kerjanya melalui Penyuluhan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL), di Aula Balai Desa Sukareja Kecamatan Banjarharjo. Selasa siang (22/1/2019).


Upaya ini guna menunjang program strategis nasional khususnya di wilayah Kabupaten penghasil bawang merah. Acara yang digelar selama satu setengah jam ini dimulai pukul 13.00 WIB dan dihadiri puluhan masyarakat, termasuk pendampingan Babinsa setempat, Serda Aan Rukanto serta tokoh agama dan masyarakat Sukareja.

Dijelaskan Wakil Ketua Tim V Penyuluh BPN Brebes Wantoro, SH (54) bahwa, “Persyaratan mendaftar di program PTSL sangatlah mudah, yaitu melengkapi administrasi berupa fotokopi KTP yang diperbesar 200 %, KK, SPPT (boleh asli/fotocopi) dan materai 6000 sebanyak 1 lembar,” terangnya.

Upaya BPN Brebes tersebut guna memberikan pelayanan prima berupa kemudahan pengurusan sertifikat tanah melalui desa. Hal ini sangat diapresiasi Kepala Desa, Bawon (50) dan disambut hangat sekitar 95 orang hadirin.

Bawon juga mengumumkan kepada warganya tentang susunan panitia pendaftaran PTSL desanya yang diketuai oleh Kadir Budiharjo (45) bersama tiga orang anggotanya.

“Dengan menghadirkan penyuluh dari BPN Brebes serta mengumumkan pengurusan PTSL, adalah wujud pelayanan sebagai wakil masyarakat melalui transparansi,” ungkapnya. (Aan0713)

Ibu-ibu Persit Brebes Harus Cukur Bulu Kewanitaan Tiga Hari Sekali

Brebes – Itulah pesan Bagus Setiawan, Apt. M.Si dari perusahaan Co-Founder PSV Kantor Cabang Semarang, dalam sosialisasi Gerakan Kesehatan dan Kebersihan Genital Perempuan Indonesia di Aula Jenderal Soedirman Makodim 0713 Brebes. Selasa (22/1/2019).


Ini penting karena bulu kemaluan adalah tempat yang lembab dan disukai bakteri. Bagus juga menjelaskan lebih rinci tentang hal-hal yang perlu diperhatikan oleh wanita agar terhindar dari kanker serviks, pasalnya merupakan pembunuh utama wanita Indonesia. “Untuk membersihkan organ intim wanita saya anjurkan tidak menggunakan sabun mandi atau cairan pembersih lainnya yang ber PH, karena akan membuat perkembangan bakteri lactobacillus semakin meningkat,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, pada dasarnya vagina seperti vakum cleaner sehingga bisa membersikan sendiri. “Bawa selalu tisu toilet, CD ganti dan sabun bayi dan simpanlah dalam tas khusus agar tak tercampur dengan barang lain sehingga steril,” imbuhnya.

Sementara pemateri lainnya, dr. Inge yang merupakan istri dari Aster Kasdam IV Diponegoro, Kolonel Inf. Satyo Ariyanto, mengajak agar para Ibu Persit KCK Cabang XXIII Dim 0713 Brebes lebih memperhatikan vagina. Terutama yang sudah melahirkan lebih dari dua kali. “Elastisitas vagina sangat berpengaruh dalam keharmonisan rumah tangga, jangan sampai suami jajan diluar karena istrinya kurang menjaga bumbu rumah tangga,” cetusnya.

Ditambahkannya juga tentang fase menopause yang seharusnya berkisar di usia 50-64 tahun, menjadi lebih cepat karena disebabkan oleh faktor makanan, stres dan gaya hidup. “Pada masa menopause, para ibu dianjurkan untuk melakukan pap smear setiap lima tahun sekali, sedangkan ibu usia 25-49 tahun wajib pap smear atau IVA test setiap tiga tahun sekali,” tegasnya agar jangan ragu berkonsultasi ke dokter jika mengalami gangguan kesehatan genital.

Diakhir acara, dr. Inge berpesan untuk menggunakan pakaian dalam/CD berbahan katun dalam keadaan kering dan bersih, melepas BH dan CD jika tidur malam hari, ganti pembalut setiap 6 jam sekali saat menstruasi walaupun masih kosong, jangan menggunakan ventiliner saat bepergian karena lembab dan mengundang bakteri, mencuci daerah kewanitaan tiga kali sehari dengan sabun bayi serta bersolek dirumah agar suami betah. (Aan0713).

Senin, 21 Januari 2019

Jalan Provinsi Banjarharjo-Salem Berhasil Dibuka Lintas Sektoral Dua Kecamatan

Brebes – Ruas Jalan Raya Provinsi Banjarharjo-Salem, tepatnya di Tanjakan Santan Arum Desa Bandungsari Kecamatan Salem Kabupaten Brebes yang tertutup material longsoran pada Senin (21/1), kini sudah normal kembali dilalui baik kendaraan roda dua maupun empat. Selasa (22/1/2019).
Upaya yang dilakukan ratusan orang yang tergabung dalam Peduli Bencana Alam Banjarharjo-Salem, berhasil mengevakuasi longsoran sepanjang 10 meter dengan ketebalan puncak 2 meter.


Dibenarkan Pjs. Danramil 13 Salem, Pelda Jahri di lokasi karya bakti bahwa, “TNI dan elemen gabungan dari dua kecamatan yaitu Salem dan Banjarharjo, berhasil membuka akses dengan peralatan manual disertai dengan semangat tentunya,” ungkapnya Senin sore.

Dijelaskannya mendetail, para relawan gabungan dua kecamatan tersebut meliputi Koramil, Polsek, BPBD, Karyawan Perhutani BKPH Salem dan Banjarharjo, Satpol PP, Bagana (Banser Tanggap Bencana), Paguyuban Sopir Angkutan Barang serta masyarakat.

“Sehari sebelumnya, tebing yang termasuk dalam lingkungan Gunung Lio kompleks setinggi 10 meter ini, longsor pukul 13.00 WIB dikarenakan tanah labil akibat diguyur hujan terus-menerus selama dua hari kebelakang. Saya selaku warga masyarakat setempat dan prajurit sangat mengapresiasi kebersamaan lintas sektoral ini,” imbuhnya.

Kini akses utama perekonomian dan pendidikan warga masyarakat antar Kecamatan/Kabupaten (Brebes-Majenang Cilacap) tersebut sudah dapat dilalui, walaupun masih licin akibat lumpur bekas longsoran. (Aan0713).

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...