Kamis, 11 Juni 2020

Gubuk Sering Terendam Rob Pesisir Brebes, Warga Randusanga Kulon Bangun Gubuk Baru

Brebes – Patut diacungi jempol kepedulian masyarakat Desa Randusanga Kulon RT. 05 RW. 02, Kelurahan Brebes, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk merelokasi Mbah Rukilah (80), Lansia sebatang kara yang juga terdampak rob di pesisir Brebes (2/6) setinggi 30-50 centimeter.


Disampaikan Kastiman (45), gubuk reyot milik Rukilah yang berukuran 3 x 2,5 meter dan terletak di tanah tambak milik Ketua RT setempat, tak luput terendam air pasang laut dengan bau tak sedap dan ditambah sampah yang terbawa air.

“Rumah Mbah kita pindahkan di tanah milik keponakannya yaitu Pak Amin yang berada tidak jauh dari tempatnya saat ini, dengan swadaya warga setempat,” bebernya, Jumat (12/6/2020).

Menurutnya juga, upaya tersebut karena gubuk nenek tersebut sempat terendam banjir musiman (Mei-Juni) setinggi 50 centimeter sehingga perabotan rumahnya mengapung.

“Kami membangun rumah Mbah Rukilah dengan ukuran 3 x 3 meter di tanah yang lebih tinggi milik keponakannya karena beliau tidak punya tanah. Untuk atap dari asbes dan dinding kalsiboard,” tandasnya.

Untuk pekerjaan selanjutnya adalah plesterisasi lantai dalam dan teras rumah dan pembuatan jembatan depan rumah dari bambu. Sedangkan untuk keperluan MCK, sementara menumpang di rumah keponakannya tersebut.

Tampak Kastiman, salah satu warga setempat yang sedang menukangi gubuk Rukilah juga mendapatkan bantuan Sembako Jumat Berkah dari Kodim 0713 Brebes, yang diperuntukkan bagi para korban rob di Desa Randusanga Kulon dan sejumlah pengemis di Brebes kota.

Atas bantuan Sembako tersebut, Kastiman mewakili Rukilah dan tetangga lainnya mengucapkan terima kasih kepada TNI.

Sekedar diketahui, bantuan serupa sebelumnya juga diberikan oleh Yayasan Berteman Brebes dan Kodim Brebes untuk meringankan beban sang nenek sehari pasca rob (3/6).

Mbah Rukilah berprofesi mencari dan mengumpulkan barang-barang bekas dan dijual kepada pengepul untuk kebutuhan hidupnya. Ia tak enak hanya bergantung dari belas kasihan para tetangganya.

Nenek tersebut selama ini bertahan hidup di atas kasur keras dengan dipan yang reot di dalam gubuk yang sudah miring hampir roboh.

Untuk rencana relokasi dari Pemkab Brebes yang akan membangun rusunawa, warga berharap Mbah Rukilah juga termasuk penerima manfaat.

Sedangkan untuk penanganan rob, Pemkab juga telah menganggarkan kurang lebih Rp. 500 miliar untuk membangun tanggul penahan rob di 5 kecamatan di pesisir Kabupaten Brebes, yakni Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Kecamatan Brebes. Hal ini disampaikan Bupati Brebes, Idza Priyanti saat meninjau lokasi banjir pada Mei 2020 lalu. (Aan)

Kodim Brebes Berikan Paket Sembako Kepada Korban Rob Pesisir Brebes dan Pengemis

Brebes – Kodim 0713 Brebes memberikan bantuan puluhan paket Sembako kepada korban banjir air pasang laut atau rob di Desa Randusanga Kulon dan Sigempol, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jumat (12/6/2020).


Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri melalui Kepala Penerangan Kodim, Pelda Ujang mengatakan bahwa, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada warga masyarakat terdampak rob.

“Bantuan dalam Jumat berkah Kodim Brebes ini juga untuk meringankan warga desa yang juga terdampak krisis ekonomi pandemi virus corona,” ungkapnya.

Selain warga terkena bencana alam, paket bantuan juga diberikan kepada beberapa pengemis yang berada di lampu merah di wilayah Kecamatan Brebes kota.

Beberapa penerima manfaat terlihat begitu gembira atas bantuan yang diterimanya. Salah satunya adalah Mbah Rukilah (80), Lansia sebatang kara asal Desa Randusanga Kulon RT. 05 RW. 02, yang beberapa waktu lalu juga menerima bantuan Sembako dari Yayasan Berteman Brebes dan Kodim, saat gubuk berukuran 3 x 2,5 meter miliknya masih tergenang air (3/6).

“Semoga bantuan dapat bermanfaat bagi keluarga yang membutuhkan," tandas Ujang.

Zaeni (42), Kepala Dusun I Randusanga Kulon, mewakili sejumlah warganya mengucapkan terima kasih atas kepedulian tersebut. (Aan)

Diduga Hanyut di Sungai, Petani Asal Larangan Brebes Ditemukan Selamat Telanjang

Brebes – Seorang petani yang dilaporkan hilang oleh keluarganya karena hanyut di saluran irigasi di desanya, Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (11/6), telah ditemukan dalam kondisi selamat oleh warga setempat pada pukul 19.00 WIB. Kamis malam (11/6/2020).


Disampaikan Danramil 16 Larangan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, dugaan hanyut berdasarkan dari hasil penemuan peralatan bertani dan satu stel baju yang berada di pinggir saluran irigasi tersebut pada pukul 06.00 WIB oleh pemilik warung yang berada di samping saluran irigasi, Ibu Rohani (45).

”Tarjono Bin Ratmo alias Glampeng (53), ditemukan warga setempat telanjang berada di pintu air tempat dirinya dinyatakan hilang,” ucapnya.

Untuk pencarian massal yang melibatkan Tim SAR Kabupaten Brebes dan Cilacap, BPBD Brebes, masyarakat setempat, anggota Koramil dan Polsek Larangan, PMI Brebes, Pemuda Pancasila Larangan, dan Ubaloka, dihentikan pada pukul 17.30 WIB, dan akan dilanjutkan hari berikutnya (12/6) karena belum membuahkan hasil.

“Alhamdulillah, dengan ditemukannya Saudara Tarjono maka pencarian di hari kedua tidak dilakukan dan secara resmi operasi SAR resmi ditutup,” tandasnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Cilacap, I Nyoman Sidakarya mengatakan, pihaknya dihubungi oleh BPBD Brebes pada pukul 13.40 WIB, diminta membantu melakukan pencarian warga yang diduga tenggelam.

Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas Cilacap memberangkatkan satu regu beserta peralatannya yakni 1 unit rescue carrier, 2 set pakaian hazmat, 1 unit rubber boat, peralatan SAR air serta peralatan pendukung lainnya.

“Pak Tarjono ditemukan selamat oleh warga setempat dalam kondisi basah kuyup tanpa luka sama sekali,” ungkapnya.

Hambatan pencarian adalah banyaknya gorong-gorong di saluran irigasi dan juga sampah. Fokus pencarian adalah menyelam dan menyisir sungai.

Kopka Wahyudiono, Piket Koramil Larangan mengatakan bahwa, usai ditemukan, Tarjono langsung dibawa ke PKU Muhammadiyah Larangan untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Pak Tarjono kebingungan saat ditanya penyebab dirinya hilang. Beliau mengatakan saat masuk air, dirinya memasuki desa di Gunung Karangbale dan berada disana selama tiga hari bertemu banyak orang aneh,” ungkapnya.

Suwarni (45), istri dari Tarjono, menangis terbata dan mengaku bahagia karena suaminya masih hidup. Ia juga mengaku sempat cekcok dengan suaminya sebelum berangkat ke ladang.

Untuk diketahui, rutinitas Tarjono adalah membersihkan peralatan tani dan mandi di tempat tersebut sehabis menyiram tanaman bawang pada pukul 03.00 WIB. (Aan)

Meski New Normal, Koramil Paguyangan Brebes Eksis Himbau Masyarakat Melalui Tulisan

Brebes – Awal diberlakukannya kebijakan new normal pasca kewaspadaan pandemi virus corona/covid-19 di Kabupaten Brebes, pihak TNI dari Koramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes tetap melakukan himbauan secara tertulis kepada masyarakat umum untuk tetap mengikuti protokol kesehatan.


Bersama Bhabinkamtibmas dan dibantu warga setempat, mereka tampak mereka melakukan pemasangan spanduk atau banner dengan ukuran panjang 6 x 1,20 meter yang bertulisan “Anda Memasuki Wilayah Wajib Masker”, melintang di Jalan Nasional Tegal–Purwokerto, tepatnya di tapal batas antara wilayah Kabupaten Brebes dengan Banyumas, Jawa Tengah, yakni di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Kamis (11/6/2020).

Disampaikan Danramil Paguyangan, Kapten Arhanud Suryadi, SH melalui Babinsa Sertu Aneko Priambodo, pemasangan spanduk tersebut merupakan instruksi dari Dandim dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona.

Himbauan melalui banner dipasang setinggi 3,5 meter lebih menghadap ke selatan melintang di jalan.

”Himbauan tertulis ini agar masyarakat tetap menerapkan hidup sehat dan selalu waspada agar terhindar dari wabah covid-19 dengan mengikuti protokol kesehatan yakni rutin mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak,” ujarnya.

Ditambahkannya, upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari bantuan TNI-Polri dan masyarakat kepada Pemerintah dalam penanganan wabah mematikan tersebut. (Imam/Aan)

Bersih-bersih di Sungai, Petani Asal Larangan Brebes Diduga Hanyut

Brebes – Warga Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dihebohkan dengan hilangnya salah satu warganya secara misterius, Tarjono Bin Ratmo alias Glampeng (53). Kamis (11/6/2020).

Warga menduga, petani yang merupakan tetangganya ini hanyut di saluran irigasi yang mengalir di desanya.


Menurut keterangan salah satu saksi, Ibu Rohani (45), saat dirinya hendak membuka warung pada pukul 06.00 WIB, dilihatnya 1 satu stel pakaian berikut dengan celana dalam dan peralatan pertanian yang berada di pinggir sungai.

“Biasanya yang sering mandi disini pagi-pagi adalah Pak Tarjono,” ungkapnya.

Ia pun lantas memanggil Farel (15), anak dari korban yang diduga hanyut untuk memastikan apakah benar barang-barang tersebut milik ayahnya. Farel pun lantas segera memberitahukan penemuan itu kepada ibunya, Suwarni (45) atau istri Tarjono.

“Benar ini pakaian dan barang milik suami saya. Ia pergi ke sawah untuk menyiram tanaman sekitar jam tiga pagi tadi,” ucapnya sambil terisak.

Karena tidak ditemukan setelah dilakukan pencarian keberadaan suaminya di sawah dan rumah keluarganya, akhirnya Suwarni melaporkannya kepada perangkat desa dan dilanjutkan kepada pihak Polsek dan Koramil Larangan.

Disampaikan Danramil 16 Larangan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, bahwa dugaan hanyut berdasarkan dari hasil temuan di pinggir saluran irigasi berupa 1 stel pakaian, 1 buah alat siram manual pertanian, dan 1 buah sabit.

“Dari pengakuan beberapa saksi, rutinitas dari saudara Tarjono adalah membersihkan diri atau mandi sepulang dari sawah di saluran irigasi Desa Karangbale, di depan warung milik Ibu Rohani (45), RT. 009 RW. 004,” terangnya.

Setelah menghubungi Tim SAR Kabupaten Brebes, masyarakat Karangbale bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas membantu Tim SAR melakukan pencarian dengan menyusuri saluran irigasi.

“Tumpukan sampah yang tersangkut di pintu air di pintu-pintu air juga dikorek barangkali korban hanyut tersangkut disana,” tandasnya.

Ditambahkannya, pencarian dihentikan pada pukul 17.30 WIB dan akan dilanjutkan kembali esok hari (12/6). (Aan)

Selasa, 09 Juni 2020

Dandim Pekalongan Terima Penghargaan Juara I Lomba Karya Jurnalistik TMMD Reguler 107

Pekalongan - Kodim 0710 Pekalongan, Korem 071 Wijayakusuma, Kodam IV Diponegoro, berhasil meraih juara 1 Lomba Karya Jurnalistik TMMD Reguler ke-107 Tahun 2020 tingkat nasional untuk kategori Dansatgas TMMD.


Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Muhammad Efendi, SE, MM dan Kasdam IV Diponegoro, Brigjen TNI Widi Prasetijo, tampak memberikan penghargaan kepada dua orang Dandim, yaitu Dandim Pekalongan Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto serta Letkol Armed Irwansah, Dandim 0722 Kudus, Korem 073 Makutarama, Kodam IV Diponegoro, yang berhasil meraih juara ke-3 dalam kategori yang sama.

Hadiah ini diserahkan langsung saat acara Rakornis TMMD ke–108 Tahun 2020, di Ruang Bina Yudha Markas Kodam IV Diponegoro, Jalan Perintis Kemerdekaan, Watugong, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. Selasa (9/6/2020).

Rakornis tersebut diselenggarakan di masing-masing Kodam di NKRI terkait situasional pandemi virus corona, untuk menggantikan Rakornis terpusat serta penyerahan hadiah kepada para pemenang Lomba Karya Jurnalistik TMMD yang selama ini dipusatkan di Balai Sudirman Jakarta, Jalan Dr. Saharjo No. 268, Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Selepas penyerahan hadiah, Dandim Pekalongan Letkol Arfan menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang berhasil diraih Satgas TMMD Reguler 107 Kodim Pekalongan dalam mengikuti perlombaan tersebut.

“Kita bangga dapat mempertahankan juara pertama Lomba Karya Jurnalistik TMMD kategori Dansatgas di jajaran Korem 071 Wijayakusuma yang sebelumnya diraih Kodim 0703 Cilacap pada TMMD Reguler 107,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa sebelumnya, yakni pada Lomba Karya Jurnalistik TMMD Reguler ke-98 tahun 2017 silam, Kodim Pekalongan juga pernah meraih prestasi dalam kategori yang sama yaitu sebagai juara ke-2.

“Ini jelas prestasi yang membanggakan dan menambah daftar penghargaan bagi satuan Kodim dan Korem serta Kodam IV Diponegoro,” tandasnya.

Tak lupa Arfan berterima kasih kepada seluruh personilnya, anggota Satgas TMMD Reguler 107, Pemda, Polri, instansi terkait lainnya, swasta perorangan, serta para awak media sosial yang telah mempublikasikan kegiatan pembangunan infrastruktur di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi. Pun dengan masyarakat yang sangat sengkuyung membantu TNI.

Dengan prestasi ini, dirinya berharap dukungan dari awak media yang sudah terjalin harmonis dapat terus ditingkatkan sehingga kedepannya prestasi serupa dapat terus dipertahankan pada TMMD Reguler ke-108 di Kodim 0701 Banyumas.

Untuk diketahui, Lomba Karya jurnalistik TMMD Reguler ke-107, masih memperlombakan empat kategori, yakni kategori wartawan media elektronik, wartawan cetak/online, serta jumlah pemberitaan terbanyak dari Pendam (Penerangan Kodam), dan kategori Dansatgas.

Untuk juri perlombaan adalah dari Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), Media MNC TV, dan Media Buana Jati Jakarta.

Kategori Pendam, juara I diraih Pendam XII Tanjungpura dengan nilai 1.137, juara II Pendam V Brawijaya dengan nilai 1.106, dan juara III Pendam XIV Hasanudin dengan nilai 1.081.

Untuk nilai kategori Dansatgas, juara I diraih Kodim 0710 Pekalongan dengan total nilai 216.050, juara II Kodim 0823 Situbondo 175.446, dan juara III Kodim 0722 Kudus dengan total nilai 165.912. (Rus-Aan)

TMMD 108 Siap Membangun Desa di 44 Kabupaten atau Kota

Jakarta – TNI AD akan kembali menggelar TNI Manunggal Membangun Desa TMMD ke-108, sebagai lanjutan TMMD ke-107 Tahun Anggaran 2020, yang kali ini akan digelar untuk membangun infrastruktur di 44 Kabupaten/Kota atau 49 kecamatan (74 desa).


Selain sasaran fisik/infrastruktur, tentu juga non fisik, dimana pada TMMD ke-108 ini, TNI akan berkolaborasi dengan Kemendagri RI.

Untuk mensukseskan hajatan TNI dalam membantu tugas Pemda membangun daerah dan masyarakat yang akan dimulai pada 30 Juni hingga 29 Juli 2020 secara serentak ini, TNI AD memulainya dengan menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TMMD ke-108 di Gedung E, Puskodalad Mabesad, Jakarta Pusat. Selasa (9/6/2020).

Di tengah pendemi covid-19 ini, Rakornis tersebut tidak menghadirkan para Dandim, pejabat daerah atau Bupati, dan Dispermasdes masing-masing kabupaten/kota, melainkan melalui video conference yang dipimpin Asisten Teritorial (Aster) Kasad, Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, S.I.P, M.Si, selaku Pati Bidang Perencanaan PJO (Penanggung Jawab Operasional) TMMD, dengan didampingi Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Desa, Dr. Deddy Winarwan, M.Si, mewakili Dirjen Bina Pemdes Kemendagri RI.

Dalam sambutannya dalam Rakornis TMMD yang menerapkan protokol kesehatan covid-19 ini, Aster Kasad mengatakan bahwa program TMMD merupakan kegiatan lintas sektoral dengan berbagai Kementerian/Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) dan komponen masyarakat lainnya, yang dilaksanakan secara gotong-royong dan bukan domain TNI saja.

Jenderal bintang dua ini mengajak para stakeholder untuk mendukung dan berkontribusi baik fisik maupun nonfisik sehingga tugas mulia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ini dapat sukses.

“Mari kita jadikan Rakornis TMMD ini menjadi wahana berkoordinasi dan berkomunikasi secara teknis, berdiskusi, serta mensinkronkan berbagai program Kementerian/LPNK dengan TMMD ke-108 ini,” ungkapnya.

Bakti Agus Fadjari berharap dalam Rakornis tersebut ada saran, masukan, serta ide-ide kreatif, inovatif dan konstruktif guna mendorong upaya peningkatan dan pengembangan program TMMD ke depannya demi tercapainya percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa yang menjadi sasaran program.

Tema yang diangkat dalam Rakornis adalah “TMMD Pengabdian untuk Negeri”, dengan sistem bottom up planning dengan tujuan menjawab aspirasi dan kebutuhan masyarakat setempat sehingga hasilnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu, Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Desa Kemendagri RI, Dr. Deddy Winarwan, menyampaikan materi tentang kebijakan pemerintah dalam mewujudkan percepatan pembangunan desa yang meliputi peningkatan kapasitas fiskal Pemdes, peningkatan kapasitas dalam pemahaman berbagai regulasi pengelolaan keuangan desa, memahami masalah dan potensi, target skala prioritas pembangunan, serta seni dan cara mencapai target.

Dalam kesempatan ini juga, Deddy juga memaparkan kebijakan terkait penggunaan APBD dan APBDes untuk penanganan covid-19.

"Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi atas risiko pelemahan ekonomi melalui instrumen kebijakan fiskal, menggerakkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan menjaga masyarakat rentan terdampak covid-19,” ujarnya.

Selanjutnya, Kolonel Infanteri Paiman, Kasubdispenmedtak Dispenad dan Sekretaris PJO TMMD yang diwakili Pabandya-1 Bin Ops Bag TNI Spaban V Bhakti TNI Sterad, Letkol Infanteri Ahmad Hadi Hariono, secara bergantian memaparkan rencana terkait pelaksanaan Lomba Karya Jurnalistik (LKJ) TMMD Reguler ke-108 TA. 2020.

Terkait LKJ TMMD Reguler 108 yang merupakan rutinitas TNI-AD dan sudah digelar yang ke-15 kali ini, program/kegiatan ini merupakan wahana dalam mensosialisasikan pelaksanaan program TMMD kepada masyarakat, pemenuhan informasi publik, mengekspos potensi desa yang menjadi sasarannya, serta menggugah kepedulian masyarakat terhadap upaya pembangunan di desanya.

Lomba LKJ ini dibagi menjadi 4 kategori yakni kategori Kapendam, Dandim selaku Dansatgas TMMD, dan 2 kategori untuk wartawan umum baik cetak/online dan elektronik.

Puncak acara, Waaster Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) Purnomo, yang hadir mewakili Aster Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada para pejabat Pemda yang tetap semangat dan mengalokasikan anggaran pembangunan yang diselaraskan dengan TMMD di tengah pandemi covid-19. (Dispenad-Aan/Red)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...