Senin, 08 Juni 2020

Kodim Brebes Kini Punya Minimarket, Bengkel Motor dan Tempat Pangkas Rambut Baru

Brebes – Setelah dibangun selama 4 bulan, akhirnya Dipomart, bangunan yang akan dikelola oleh Primer Koperasi Kartika A-09 Brebes, selesai dibangun dan diresmikan oleh Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, melalui pemotongan tumpeng dan pita. Senin (8/6/2020).


Bangunan yang berdiri di lahan Kodim 0713 Brebes, di Jalan Pusponegoro No. 56 dan berukuran 10 x 10 meter ini, juga dilengkapi dengan tempat pangkas rambut yang mempekerjakan orang umum yaitu Dedi Suswanto (49), warga asal Desa Saditan, Kecamatan Brebes yang sudah mengabdikan diri mencukur rambut para prajurit Kodim sejak 2008 lalu.

Selain itu, di depan bangunan koperasi juga telah berdiri bengkel sepeda motor berukuran 4 x 5 meter, yang juga menyediakan spare partnya. Pun dengan teknisinya juga mempekerjakan orang umum asal Kelurahan Pasar Batang, Kecamatan Brebes, yang bernama Amad (50), yang sebelumnya diberhentikan kerja dari PT. Astra Honda Motor.

Disampaikan Faisal Amri, rekonstruksi bangunan dari mulai pondasi ini dimaksudkan agar Dipomart minimal sejajar dengan pelayanan minimarket umum.

“Ini semua bentuk komitmen Koperasi Kodim Brebes dalam memberikan pelayanan terbaiknya untuk anggota sendiri, anggota Subdenpom dan Minvetcad Brebes, serta masyarakat umum yang berkunjung,” ungkapnya memberikan sambutan.

Menurutnya juga, siapa lagi yang akan memajukan koperasi kalau bukan anggotanya sendiri.
Ketua Koperasi A-09 Brebes, Kapten Infantri Sutarno, menyatakan bahwa Dipomaret adalah upaya peningkatan kesejahteraan anggota TNI yang berdinas di wilayah Kabupaten Brebes termasuk Subdenpom dan Minvetcad Brebes yang juga tergabung menjadi anggota.

“Sesuai asas dari koperasi, bahwa untuk laba usaha akan dikembalikan kepada anggotanya melalui SHU yang dibagikan saat RAT setiap tahunnya. Semoga kedepan dengan penambahan usaha bengkel dapat menambah SHU anggota,” ucap Sutarno yang juga menjabat sebagai Danramil 17 Songgom.

Ditambahkannya, untuk harga bersaing dengan usaha serupa lainnya, dan mempersilahkan masyarakat umum jika ingin menitip barang dagangan.

“Pembangunan Dipomart juga mempekerjakan 4 orang masyarakat sehingga terbantu ekonomi saat krisis di tengah pandemi covid-19,” pungkasnya. (Aan)

Sumiati Berterima Kasih Atas Bantuan Beras Dari Polisi dan TNI Brebes Bermotor

Brebes – Ratusan warga masyarakat yang terdampak banjir rob di pesisir Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan beras dari Polres Brebes, yang disalurkan langsung oleh Kapolres AKBP Gatot Yulianto, SIK, M.HP bersama Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE. Senin (8/6/2020).


Disampaikan Kapolres bahwa bantuan berupa 1.000 kilogram beras yang dikemas dalam kantong plastik seberat 5 kilogram.

“Kali ini bersama Kodim kita salurkan bantuan beras 5 kilogram kepada 100 KK di Desa Randusanga Kulon dan 100 KK di Desa Randusanga Wetan,” ungkapnya memberikan sambutan di Depan Balai Desa Randusanga Kulon.

Rencana Gatot selanjutnya adalah bersama Kodim akan membantu masyarakat terdampak rob di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes.

“Semoga bantuan bermanfaat. Kita juga berupaya agar kedepan dapat membantu warga yang miskin,” pungkasnya.

Kepala Desa Randusanga Kulon, Afan Setiono, menyatakan bahwa di desanya terdapat masih ada 1.000 KK (Kepala Keluarga) terdampak rob awal bulan Juni kemarin (2/6) yang memerlukan bantuan serupa.

“Dari seribu KK, warga kami di Pedukuhan Banjangsari mengalami dampak terparah. Bantuan sebelumnya dan saat ini akan disalurkan menggunakan perahu karena jalur darat terputus dan terendam rob,” imbuhnya.

Walaupun tidak ada korban jiwa di pedukuhan tersebut namun semua warganya sangat memerlukan sentuhan bantuan.

“Saya mewakili 2.500 KK Randusanga Kulon mengucapkan terima kasih atas doa masyarakat Brebes khususnya sehingga di hari ketujuh ini rob sudah surut. Juga atas bantuan-bantuan logistik dari seluruh pihak selama seminggu terdampak banjir,” tandasnya mengapresiasi.

Tak lupa Afan menyampaikan bahwa sisa stok bahan makanan di Dapur Umum BPBD Brebes yang didirikan pada tanggal 3 Juni 2020 lalu, telah dibagikan kepada 1.500 KK di desanya.

“Sekali lagi saya selaku kepala desa merasa trenyuh dan mendapatkan kehormatan karena para pejabat Forkopimda tanpa diwakili mau datang untuk membantu warga kami,” tutupnya.

Sementara Rasimad (72) dan istrinya Sumiati (45), buruh tani mengucapkan terima kasih kepada Kapolres melalui Dandim atas bantuan tersebut. Pasalnya, sekecil apapun bantuan di tengah pandemi covid-19 akan sangat berarti bagi masyarakat terlebih juga terdampak bencana alam.

Terpisah, Kepala Desa Randusanga Wetan, Dwi Agung Budiantara, juga mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut. Menurutnya banjir rob tahun ini merupakan yang terparah sehingga menyebabkan para petani tambak udang, ikan dan rumput laut mengalami gagal panen. (Aan)

Rabu, 03 Juni 2020

Protokol Kesehatan Covid-19 Tetap Diterapkan di Lapangan Tembak Brebes

Brebes – Salah satu implementasi slogan tersebut adalah saat prajurit dari Kodim 0713 Brebes terus memelihara kemampuan dasarnya yaitu menembak dan terhindar dari covid-19 karena disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan rajin mencuci tangan selepas melakukan kegiatan apapun.


Seperti tambak sejumlah prajurit diwajibkan mencuci tangan dengan sabun selepas latihan menembak di Lapangan Tembak Kodim Brebes yang terletak di bekas bandara TNI-AD di Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis (4/6/2020).

Bintara Tinggi Operasi (Bati Ops) Kodim Brebes, Pelda Abdul Kholik, “Selain diwajibkan mencuci tangan, juga diwajibkan memakai masker selama Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbakjatri) Triwulan kedua tahun 202 ini,” tegasnya.

Ditambahkannya, latihan yang dilaksanakan setiap triwulan tersebut selain untuk memelihara juga untuk meningkatkan kemampuan menembak. (Aan)

Warga Terdampak Rob di Pesisir Brebes Mulai Terima Bantuan

Brebes – Bantuan untuk para korban rob atau air pasang laut di pesisir Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yaitu warga Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan, berupa sembako mulai disalurkan Pemkab Brebes dan dinas terkait. Rabu malam (3/6/2020).


Tampak Forkopimda Kabupaten Brebes yang antara lain Bupati Hj. Idza Priyanti, Dandim 0713 Letkol Infantri Faisal Amri, dan Kapolres AKBP Gatot Yulianto, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak.

Mereka didampingi para Kepala SKPD, Muspika Brebes, dan juga Kades Randusanga Kulon H. Arfan Setiyono, SE.

Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE, MH, menyatakan bahwa dengan adanya rencana kawasan industri di Brebes, maka kawasan pesisir akan segera dibangun tanggul penahan rob dengan tujuan agar kedepan tidak akan terjadi banjir rob lagi.

Tanggul akan segera dibangun sesuai Perda nomor 13 mengenai Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) yang tertulis pada Perpres Nomor 79 tahun 2019, tentang percepatan pembangunan ekonomi kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung, dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang.

Untuk salah satu prioritas pembangunan di kawasan Brebes adalah tanggul penahan rob yang sangat dibutuhkan warga untuk mengamankan tambak dan pemukiman.

“Kita berharap masyarakat untuk bersabar dan berdoa bencana banjir rob ini segera surut,” ungkapnya.

Tak bosan-bosannya, Dandim mengharapkan agar masyarakat memakai masker jika keluar rumah dan menerapkan jaga jarak atau physical distancing guna mengantisipasi tertular covid-19.

Rombongan Forkopimda selanjutnya meninjau lokasi terdampak di Dukuh Karang Sembung, Desa Randusanga Kulon, dan lokasi pengungsi warga di Desa Randusanga Wetan yang berada di Masjid Ikhsaniyyah.

Kepala BPBD Brebes, Nushy Mansur, menyatakan bahwa pihaknya malam itu juga mendirikan Dapur Umum dan akan mulai beroperasi keesokan harinya (4/6).

Selain Kecamatan Brebes, Nushy menyebut rob juga merendam sejumlah desa di 4 kecamatan pesisir pantai yakni Losari, Tanjung, Bulakamba dan Wanasari. Rob diperkirakan akan berlangsung pada periode Mei-Juni dan puncaknya pada awal Juni ini.

Sementara Afan Setiono, Kepala Desa Randusanga Kulon, mematikan bahwa para petani mengalami gagal panen akibat kurang lebih 200 hektar tambak ikan, udang dan rumput laut terendam rob yang merupakan terbesar sejak tahun 2017 silam.

Afan menjelaskan, banjir rob sudah terjadi di wilayahnya sejak 9 hari lalu dan ketinggian air paling parah terjadi selama dua hari (2-3/6).

“Banjir rob biasa cepat surut namun kali ini bertahan lebih lama dan bertambah tinggi pada sore hari dengan ketinggian maksimal antara 30-50 centimeter menggenangi rumah-rumah warga,” bebernya. (Aan)

Senyum Mbah Rukilah Dapat Sembako di Tengah-tengah Rob Pesisir Brebes

Brebes – Rukilah (80), Lansia asal Desa Randusanga Kulon RT. 05 RW. 02, Kelurahan Brebes, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako yang diterimanya pasca gubuk berukuran 3 x 2,5 meter miliknya terendam rob (2/6).


Bantuan awal kepada nenek sebatang kara yang tak memiliki anak tersebut datang dari Yayasan Berteman Brebes dan Kodim 0713 Brebes.

Tampak Dede Yusuf atau Ciming (33), Ketua Yayasan dan Pelda Ujang, memberikan bantuan guna meringankan beban sang nenek, Rabu (3/6/2020).

Dijelaskan Zaeni (42), Kepala Dusun I Randusanga Kulon, bahwa Mbah Rukilah tinggal di gubuk yang terletak di tanah tambak milik Pak RT setempat, sehingga selalu menjadi langganan banjir jika rob datang.

“Rob musiman yang sering melanda di pesisir Kabupaten Brebes terutama pada bulan Mei-Juni, membuat pemukiman penduduk terendam air termasuk rumah Mbah Rukilah,” ungkapnya.

Masyarakat juga berharap adanya perbaikan tanggul Sungai Sigeleng, sehingga kedepannya air rob tidak menggenangi beberapa titik jalan dan rumah-rumah penduduk. Pasalnya, air rob yang menggenang berbau amis, belum lagi masalah sampah yang terbawa air.

Sementara disampaikan Pelda Ujang, nenek tersebut layak mendapatkan bantuan karena tidak memiliki rumah dan kesehariannya hanya mengandalkan upah dari usahanya mencari dan mengumpulkan barang-barang bekas.

“Mbah Rukilah juga dibantu warga setempat untuk bertahan hidup. Ia tidur diatas kasur keras dengan dipan yang reot dan di gubuk yang sudah miring mau roboh,” ucapnya.

Ditambahkannya, di Hari Kelahiran Pancasila ini dirinya mengajak untuk peduli terhadap sesama dengan meringankan beban karena terdampak bencana alam musiman dan ditambah dampak ekonomi dari pandemi covid-19.

“Masih banyak Mbah Rukilah lain yang juga memerlukan bantuan agar dapat minimal tersenyum kembali. Selama ini mereka sudah menderita akibat terdampak virus corona dan saat ini terdampak rob,” tandasnya.

Rukilah berharap rob segera surut sehingga dapat mencari barang bekas lagi. Ia menyatakan tidak enak jika terus bergantung dari bantuan para tetangganya.

Untuk diketahui, gubuk nenek tersebut saat ini terendam rob dengan ketinggian mencapai 50 cm. Dengan kejadian saat ini, dirinya akan pindah rumah di lahan milik keponakannya (Amin) yang berada tidak jauh dari tempatnya saat ini.

Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti saat meninjau lokasi pada Mei 2020 lalu mengatakan bahwa Pemkab telah menganggarkan Rp. 500 miliar untuk pembuatan tanggul penahan rob yang membentang di 5 kecamatan di pesisir Kabupaten Brebes, yakni Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Kecamatan Brebes.

Untuk relokasi warga Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan yang terdampak terparah karena rumahnya berada di bantara Sungai Sigeleng atau tanah lepe-lepe, juga menjadi prioritas Pemkab dengan rencana membangun rusunawa.

Rencana penanganan lainnya adalah akan meninggikan jalan di kedua desa tersebut bersama dinas terkait. (Utsm-Aan)

Senin, 01 Juni 2020

Kecelakaan Lalu-lintas di Jalan Raya Pagungan Brebes

Brebes – Dua buah mobil mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Nasional Ruas Tegal-Purwokerto, tepatnya di depan pabrik pemotongan ayam CV Agung Persindo, Jalan Raya Paguyangan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akibat terpeleset tumpahan oli. Selasa pagi (2/6/2020).


Disampaikan Danramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Arhanud Suryadi, SH, bahwa kedua mobil masing-masing adalah satu mobil pribadi Pajero dengan Nopol E 1674 CP dan satu bus PO. Indah Putri.

“Kecelakaan terjadi pada pukul 06.30 WIB yakni Bus Indah Putri menabrak pembatas jalan sedangkan mobil Pajero masuk ke sungai di sisi jalan,” ungkapnya.

Dengan pemasangan rambu-rambu penyekat jalan oleh pihak Polantas Paguyangan mampu membuat para pengendara sepeda motor mengurangi laju kendaraannya sehingga tidak sampai menimbulkan korban walaupun beberapa terpeleset.

Tidak ada korban jiwa atas insiden ini. Untuk sopir mobil Pajero, Komarudin (50), Perangkat Desa Pamedaran, Kecamatan Ketanggungan, juga selamat.

“Sopir Mobil Pajero yang hendak menuju ke Purwokerto tidak dapat mengendalikan kendaraannya akibat tumpahan oli yang tercecer di sepanjang jalan dari depan PT. Etira sampai di depan CV Agung Persindo,” tandasnya.

Anggota Polsek Paguyangan dibantu Babinsa untuk mengatur arus lalu-lintas agar tidak macet. Masyarakat setempat juga membantu petugas dengan menaburkan bubuk gergaji guna membantu mengeringkan jalan sehingga tidak licin dan menimbulkan korban lagi.

Sampai berita ini diturunkan belum diketahui siapa atau kendaraan mana yang menumpahkan oli di jalan tersebut. (Aan)

Syukuran Selesainya Pemugaran Makam Keramat Syekh Junaedi Al Baghdadi Brebes

Brebes – Salah satu destinasi wisata religi di Kota Bawang atau Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, adalah Makam Syekh Junaedi Al Baghdadi, Desa Randusanga Wetan Kecamatan Brebes.


Pembangunan kompleks makam salah satu ulama penyebar agama islam di Kabupaten Brebes yang dipercayai masyarakat berasal dari Baghdad ini dimulai pemugarannya pada 20 Agustus 2019 lalu dengan menggunakan APBD Pemkab Brebes 2019 sebesar Rp. 3,7 miliar, dan ditandai dengan peletakan batu pertama secara simbolis oleh Muspika dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Drs. Didin Setiadi.

Disampaikan Danramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin, bahwa pemugaran lanjutan dimulai pada Maret 2020 lalu di bawah pengawasan ulama besar Jawa Tengah asal Kabupaten Pekalongan, Habib Luthfi Bin Yahya.

“Pemugaran telah selesai dilaksanakan dan tidak ada petunjuk tambahan dari Habib Luthfi selaku pengawas dan pengarah pemugaran. Selanjutnya pengelolaan makam diserahkan kepada Pokdarwis setempat melalui Kades setempat,” ungkapnya Minggu sore (1/6/2020).

Untuk orbitasi kurang lebih 9 kilometer dari pusat kota Brebes. Tempat ini ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat pada hari-hari tertentu, seperti malam Jumat dan Selasa kliwon, namun kebanyakan di malam Jumat kliwon.

“Dengan selesainya renovasi makam diharapkan secara khusus dapat membantu masyarakat setempat dari segi perekonomian karena dikelola dengan baik oleh Pokdarwis. Sedangkan secara umum yakni mendongkrak sektor pariwisata di Brebes,” pungkasnya.

Para peziarah umumnya menginap di desa, di aula Balai Desa, mushola di kompleks makam yang sebelumnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

Sementara Juru Kunci Makam, Syakhur Romli (84), menyatakan bahwa syukuran selesainya pemugaran makam diisi dengan tahlil atau doa bersama yang dipimpin Habib Luthfi.

"Suasana makam kini sudah tertata sehingga diharapkan para peziarah yang datang dari berbagai daerah dapat nyaman dan khusyuk dalam berdoa," ungkapnya.

Menurut Syakhur, tahun ini adalah Haul yang ke-276 dari Syekh Junaedi Al Baghdadi.

Acara peresmian ini juga dihadiri Bupati Brebes yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Masfuri, Dandim yang diwakili Danramil 01 Brebes, Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto, SIK,M.HP, Kapolsek Brebes AKP Harti, SH, Kepala Desa Randusanga Wetan, H. Swi Agung, Habib Abdulloh Al Haddad dari Kabupaten Tegal, Kyai Amin Parakan dari Kecamatan Bumiayu, Kyai Syaefudin dari Kecamatan Songgom, para Tokoh Agama dan warga masyarakat setempat.

Untuk sekedar diketahui tentang sejarah Syekh Junaedi Al Baghdadi, sosok ini diperkirakan hidup satu masa dengan Walisongo. Beliau datang setelah Randusanga ditinggalkan Walisongo ke Cirebon, Jawa  Barat.

Untuk Randusanga sendiri berasal dari kata randu atau randa yang berarti bekas dan sanga berarti sembilan. Jadi Randusanga berarti tempat bekas musyawarah Walisanga.

Penemuan keberadaan makam awalnya dari rasa penasaran masyarakat yang melihat banyaknya burung yang jatuh saat terbang di atas areal makam di tengah rawa-rawa dulunya. Setelah dilakukan pencarian penyebabnya, masyarakat mendapati gundukan tanah yang ternyata adalah sebuah makam sehingga terus dirawat hingga sekarang.

Makam yang terletak di wilayah pesisir utara Kabupaten Brebes ini juga menyajikan potensi sumber daya laut berupa perikanan tambak bandeng, rumput laut, udang dan juga kerajinan terasi. Pun ditambah dengan Obyek Wisata Pantai Randusanga Indah.

Para peziarah akan melewati pematang tambak penduduk untuk mengakses ke kompleks makam yang berada di tengah-tengah areal tambak. Ini menunjukkan bahwa proses syiar agama islam dari Arab ke Pulau Jawa dimulai dari wilayah pesisir, termasuk di pesisir Laut Jawa ini. (Aan)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...