Selasa, 11 Februari 2020

Longsor Batu Raksasa, Objek Wisata Curug Cantel Brebes Sementara Ditutup Untuk Umum

Brebes – Hujan deras yang telah mengguyur wilayah Kabupaten Brebes Selatan, Jawa Tengah, khususnya di wilayah Kecamatan Sirampog, mengakibatkan tebing di lokasi Objek Wisata (OW) Curug Cantel, Desa Batursari, longsor (7/2).

Dibenarkan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Mukhrodi, bahwa sekitar pukul 18.00 WIB terjadi longsor akibat tanah dan bebatuan tebing di OW tersebut labil akibat diguyur hujan deras mulai pukul 16.00 WIB.


“Tebing longsor setinggi 70 meter di OW Curug Cantel, wilayah Hutan Perhutani RPH Igirklanceng petak 13 C, dengan lebar mencapai 15 meter. Untuk material longsor berupa tanah dan batu-batu ukuran besar,” jelasnya, Sabtu (8/2/2020).

Mendapatkan laporan, pihak Koramil bersama segenap unsur dan pihak terkait, segera meluncur ke lokasi. Mereka memasang petunjuk/larangan serta police line agar masyarakat dan pengunjung untuk sementara tidak memasuki kawasan tersebut.

“Ini untuk menghindarkan korban jiwa jika terjadi potensi longsor susulan,” tandasnya.

Sementara ditambahkan Budi Sujatmiko, dari Satgas Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Brebes, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemdes setempat dan unsur terkait guna pelaksanaan kerja bakti penanganan. Pasalnya, di bawah titik longsor merupakan jalan raya sehingga sangat membahayakan para pengguna jalan.

Tidak ada korban jiwa karena saat kejadian sepi pengunjung. Ini karena sudah sore ditambah hujan.

Tampak di OW tersebut, sebuah bongkahan batu besar menimpa gazebo dan warung yang mengalami kerusakan yang cukup berarti.

Sampai dengan berita ini terbit, OW Curug Cantel untuk sementara ditutup bagi umum. (Aan)

Dua Sungai Di Brebes Tengah Meluap, Banjir Genangi Tujuh Desa Di Tiga Kecamatan

Brebes – Hujan deras yang mengguyur di hampir sebagian wilayah Kabupaten Brebes Tengah, Jawa Tengah, mulai pukul 15.20-19.40 WIB (7/2), telah menyebabkan bencana banjir.

Tujuh desa di wilayah Kecamatan Ketanggungan, Larangan dan Banjarharjo, tergenang air dari luapan Sungai Babakan (Ketanggungan) dan Kabuyutan (Banjarharjo), dengan ketinggian antara 40 centimeter sampai dengan 2 meter.

Dibenarkan Danramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes, melalui Bati Tuud, Peltu Sartono, bahwa luapan air akibat tanggul sungai tak mampu menampung debit air dari wilayah Brebes selatan. Sabtu pagi (8/2/2020).

“Di wilayah kami, luapan air Sungai Kabuyutan diakibatkan hujan deras selama kurang lebih 2,5 jam. Air menggenangi pemukiman warga di Desa Banjarharjo RT/RW. 08/03, 03/05, 04/05, 06/05 dan 07/05. Ketinggian air antara 1-2 meter,” jelasnya.

Salah satu rumah warga di Dukuh Nambo RT. 07 RW. 05, Catim (42), dindingnya roboh akibat tergerus air.

Untuk wilayah Kecamatan Larangan, banjir menggenangi Desa Karangbale, sedangkan di Kecamatan Ketanggungan meliputi Desa Ketanggungan, Karangmalang, Baros, Dukuhturi dan Buara. Ketinggian air di enam desa ini antara 40-100 centimeter.

Dibenarkan Danramil 15 Ketanggungan, Kapten Infanteri Sugeng Wiratno, di sepanjang Jalan Raya Ahmad Yani dan Jenderal Sudirman, Kecamatan Ketanggungan, saat banjir tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, banyak motor macet disana. Sedangkan untuk roda empat, kendaraan memilih masuk pintu Tol Pejagan.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Brebes Nushy Mansur, mengatakan bahwa sejumlah relawan dari BPBD, PMI, TNI-Polri, Pemuda Pancasila, terjun ke beberapa lokasi banjir guna membantu evakuasi korban banjir ke tempat yang lebih aman.

“Belum ada laporan korban jiwa. Kami bersama unsur lainnya masih melakukan pendataan di lokasi,” ucapnya saat memimpin anak buahnya menyalurkan bantuan.

Para petugas menghimbau kepada warga masyarakat, agar selalu waspada dan mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman apabila cuaca di wilayah Brebes selatan mendung dan turun hujan dengan intensitas deras dan lama.

Dari pantauan di lapangan, mulai pukul 21.30 WIB, air mulai surut karena lokasi di beberapa desa tersebut cukup tinggi.

Saat berita ini diturunkan (8/2), pembersihan lumpur masih dilaksanakan di desa-desa tersebut. Bantuan awal dari BPBD Brebes juga telah berdatangan. (Aan)

Ratusan Orang Di Ketanggungan Brebes Bantu Kuatkan Tanggul Sungai Babakan Dengan Jumbo Bag

Brebes – Lebih dari 100 orang masyarakat Desa Cikeusal Lor, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan upaya perkuatan tanggul Sungai Babakan, pasca banjir yang menggenangi ratusan pemukiman warga masyarakat di 5 desa yaitu Sindangjaya, Pamedaran, Cikeusal Lor, Ketanggungan dan Karangmalang (8/1/2020).

Mereka dibantu unsur TNI serta relawan lainnya. Tampak salah satu dari 7 alat berat milik Dinas PU dan BBWS Cimanuk-Cisanggarung, berkolaborasi dengan tenaga manual. Jumat (7/2/2020).


Dibenarkan Danramil 15 Ketanggungan Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Sugeng Wiratno, bahwa pihaknya terjun dalam karya bakti penguatan tanggul bersama masyarakat Cikeusal Lor, dalam membantu alat berat mengisi jumbo bag dengan tanah dan pasir sungai.

“Kerja bakti ini adalah membantu excavator untuk mengisi jumbo bag dengan tanah dan pasir sungai, kemudian akan disusun sebagai tanggul penahan air pertama dari Kali Babakan,” ucapnya.

Dijelaskannya lanjut, pekerjaan yang akan dilakukan kedepannya adalah memasang kurang lebih 7000 jumbo bag di tanggul sungai di desa tersebut.

“Jumbo bag yang sudah terpasang setidaknya adalah 2000 buah yang dilakukan alat berat. Untuk target hari ini adalah memasang 200 jumbo bag,” tandasnya.

Sekedar diketahui, di Desa Cikeusal Lor sendiri ada 3 titik tanggul yang jebol. Sebelum jebol, air limpasan sebelumnya juga menyebabkan banjir (6/1) yang menggenangi puluhan rumah di dua pedukuhan Cikeusal Lor (Dukuh Babakan dan Campur), serta Jalan Raya Pejagan-Ketanggungan (kurang lebih 30 cm).

Air limpasan dipicu sedimentasi Sungai Babakan di Cikeusal Lor yang cukup tinggi, tanggul tak mampu menampung debit air dari hulu.

Seperti disampaikan Gubernur Jateng, H. Ganjar Pranowo saat terjun langsung ke lokasi (14/1), kondisi ini disebabkan lahan di wilayah hulu sungai mulai kritis sebagai dampak dari kerusakan lingkungan akibat banyaknya aktivitas penambangan liar dan galian C yang tak sesuai aturan. (Aan)

Rabu, 05 Februari 2020

Bintara dan Tamtama Kodim Brebes Diuji Kemampuannya

Brebes – Ratusan anggota TNI Kodim 0713 Brebes, dilatihkan kembali materi dasar keprajuritan di wilayah Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dalam kegiatan Uji Terampil Perorangan (UTP) yang digelar selama dua hari mulai tanggal 5 sampai 6 Februari 2020.

Dijelaskan Pengendali dan Pengawas Latihan (Dalwaslat), Kapten Infanteri Yatno, Danramil 04 Tanjung merangkap Pasi Intel Kodim, “UTP Triwulan I TA. 2020 ini sebagai momen untuk mengingatkan kembali bagi seorang prajurit tentang apa yang menjadi tugas dan fungsinya,” ucapnya, Kamis pagi (6/2/2020).


Lebih lanjut, UTP untuk menguji kemampuan perorangan yang dimiliki oleh masing-masing prajurit baik Bintara maupun Tamtama sesuai dengan pangkatnya, yaitu kecakapan 1-7 dari prajurit yang berpangkat Prada sampai dengan Pelda.

“Sesuai dengan pangkatnya, setiap prajurit Kodim Brebes diuji penguasaan tingkat kecakapan dari pengetahuan dan keterampilan umum seorang prajurit. UTP ini merupakan kegiatan lanjutan dari Latihan Perorangan Dasar (Latorsar),” imbuhnya.

Adapun latihan ini para prajurit harus menyelesaikan uji terampil di 10 pos. Sedangkan satu pos lagi dikhususkan hanya untuk prajurit intelijen/intel.

“Tujuan utama latihan adalah agar setiap prajurit di semua tingkatan mampu melaksanakan tugasnya secara profesional dan proporsional,” pungkas Yatno.

Diketahui, pemeliharaan latihan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan satuan sesuai dengan program dari Mabesad, sebagai pertanggungjawaban terhadap rakyat. (Aan)

Minggu, 02 Februari 2020

Ratusan Orang Tamani Hutan Gunung Batu Cikajang Garut Dengan Ribuan Bibit Pohon

Garut - Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, terutama kawasan hutan yang gundul di Gunung Batu, Kampung Ngamplang, Desa Cibodas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, relawan dari Satuan Tanggap Bencana (Satgab) Bela Negara, ikut reboisasi.
Dibenarkan Cepi Gantina, Ketua Satuan Tanggap Bencana Bela Negara, bahwa kegiatan penghijauan tersebut digagas oleh Pemdes Cibodas bersama Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Cikajang, Minggu sore (2/2/2020).


“Kegiatan reboisasi disini memang sangat perlu dilakukan mengingat kondisi Hutan Gunung Batu tepatnya di kawasan Curug Rohmat, sekarang sudah gundul dan beralihnya fungsi menjadi lahan pertanian masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, upaya jangka panjang ini diharapkan dapat meremajakan kembali Curug Rohmat yang menjadi sumber mata air oleh masyarakat setempat.

Masih menurutnya, hendaknya setiap masyarakat meniru dan melanjutkan kesadaran akan pentingnya lingkungan hutan. Pasalnya, penanaman pohon menjadi faktor penentu bagi bagi generasi penerus kelak karena akan memberi manfaat terhadap lingkungan dan masyarakat itu sendiri.

Sementara itu Korwil Disdik Cikajang, Otang Saepulloh, S.I.P, MM, menyampaikan bahwa penghijauan kawasan Gunung Batu yang merupakan salah satu kawasan hutan yang ada di Kampung Ngamplang dilakukan dengan menanam 2.500 bibit pohon berbagai jenis yaitu ekaliptus, jambu merah, kopi dan albasia.

“Selain bersama masyarakat dan segenap unsur lainnya, kami juga melibatkan pelajar SDN 3 Cibodas dan SMPN 2 Cikajang dalam rangka menanamkan karakter cinta lingkungan sejak dini,” ucapnya.

Diceritakan singkat tentang sejarah Desa Ngamplang oleh Otang, bahwa sebutan desa tersebut dulunya karena dulunya memiliki Hutan Ngemplang (hutan dengan air yang melimpah).

“Saat ini kondisi Hutan di Kampung Ngamplang sudah memprihatinkan. Semoga dengan reboisasi ini, Hutan Gunung Batu menjadi ngemplang seperti dahulu," pungkasnya.

Sekedar diketahui, tak kurang dari 500 orang mengikuti kegiatan ini termasuk para guru pendamping sekolah tersebut. Hadir juga Camat Cikajang Undang Saripudin, S.Sos, M.Si, Danrami 1116/Cikajang yang diwakili Serka M. Nur Angkotasan, Kades Cibodas Aip, S.H.I, KKM Banyuasih, JPKP, serta Satgab-BN. (Cepi/Aan)

Tujuh Orang Danramil Di Brebes Alih Tugas

Brebes – Tujuh orang pejabat Danramil Kodim 0713 Brebes alih tugas ke tempat jabatan baru di lingkungan Kodim Brebes dan Kabupaten/Kodim 0715 Kendal.

Untuk intern Kodim Brebes meliputi, Kapten Infanteri Yatno Danramil 16 Larangan menjadi Danramil 04 Tanjung, Kapten Infanteri Suwardi Danramil 09 Tonjong menjadi Danramil 16 Larangan, Kapten Infanteri Ngadino Danramil 08 Bumiayu menjadi Danramil 09 Tonjong, Kapten Armed Jupriadi Danramil 17 Songgom menjadi Danramil 08 Bumiayu, Kapten Infanteri Sutarno Danramil 05 Losari menjadi Danramil 17 Songgom, serta Kapten Infanteri Muhtadi Danramil 04 Tanjung menjadi Danramil 05 Losari.


Sedangkan untuk alih satuan adalah Kapten Infanteri Agus Sulistyo Praptono, Danramil 14 Banjarharjo menjadi Danramil 01 Kodim 0715 Kendal, Korem 073 Makutarama, Kodam IV Diponegoro.

Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE menuturkan bahwa, alih tugas merupakan hal lumrah di lingkungan TNI.

“Mutasi jabatan dalam rangka penyegaran, pembinaan karier prajurit serta pembinaan wilayah/teritorial,” ucapnya.

Ditambahkannya, mutasi jabatan ini merupakan aturan baku di tubuh TNI-AD apabila telah menjabat selama 2 tahun.

“Kami ucapkan selamat kepada para pejabat Danramil yang baru, termasuk kepada Kapten Agus Sulistyo yang pindah ke Kodim Kendal sehingga akan lebih dekat kepada keluarganya di Semarang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapten Agus Sulistyo yang telah mengabdikan diri di Kabupaten Brebes selama 4 tahun, mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Kodim Brebes termasuk Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim Brebes.

“Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan dan Persit karena telah bekerja sama dengan baik dalam pengabdian kepada bangsa dan negara di Angkatan Darat serta Kabupaten Brebes khususnya,” ucapnya mengapresiasi.

Diketahui, mutasi jabatan tersebut berdasarkan Surat Perintah Danrem 071 Wijayakusuma, Kolonel Kavaleri Dani Wardhana, S.Sos, M.M, M.Han, terhitung mulai tanggal 20 Desember 2019 lalu.

Tujuh orang perwira Kodim Brebes ini alih tugas bersama 11 perwira lainnya di lingkungan Kodam IV Diponegoro. (Aan)

Inilah Tujuan Saka Wira Kartika Koramil Paguyangan Brebes Dibekali Repling

Brebes – Salah satu pembinaan Saka Wira Kartika (SWK) Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, adalah pengenalan materi mountaineering guna melatih keberanian, kedisiplinan, kerja sama dan kehati-hatian dalam menghadapi tantangan.

Kegiatan yang dilangsungkan pada Minggu pagi-sore (2/2) di Jembatan Kali Buntu, Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah itu, diikuti 30 orang Pramuka Penegak anggota SWK dari SMK Maarif NU Winduaji Paguyangan, SMK Amelia Paguyangan dan SMN 1 Paguyangan. 

Dibenarkan Serda Sugeng, pelatih SWK, bahwa pihaknya selaku pembina SWK mendapatkan support peralatan repling dan para instruktur dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Mapala Bumi, Universitas Peradaban (UP) Bumiayu.

“Latihan dilaksanakan di Jembatan Kali Buntu yang mempunyai ketinggian kurang lebih 8 meter dari dasar sungai. Tujuannya agar pramuka mengenal dan mampu melakukan repling sehingga suatu saat dapat membantu tugas TNI dan unsur terkait dalam evakuasi bencana alam,” beber Sugeng melalui pesan whatsapps, Senin pagi (3/2/2020).

Dikatakannya juga, sebelum melakukan praktek, mereka terlebih dahulu mereka melaksanakan apel yang diambil langsung oleh Danramil, Kapten Arhanud Suryadi, SH, kemudian dilanjutkan dengan teori pengenalan serta fungsi dari masing-masing alat peralatan repling untuk keselamatan.

“Kami bersama instruktur dari Mahapala Bumi, sebelumnya mengenalkan kegunaan dari karmantel, carabiner, webbing, body harness, set earnest, helm, figure of eight dan sarung tangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua UKM Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Bumi UP, Akbar Yudistira Al Hakami menyatakan bahwa, pihaknya merasa bangga dapat menularkan ilmu kepada anggota SWK Koramil Paguyangan, khususnya dalam salah satu krida SWK yaitu mountenering.

“Pembinaan kepada anggota SWK Koramil 11 Paguyangan, akan kami lakukan secara bertingkat dan berlanjut. Kedepan akan diberikan tantangan dengan ketinggian yang lebih tinggi lagi sehingga mereka mampu dan bahkan mahir,” ujarnya.

Sekedar diketahui, 5 Krida SWK meliputi Navigasi Darat (Navrat), pioneer, mountaineering, survival dan krida penanggulangan bencana alam. (Aan)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...