Minggu, 12 Januari 2020

Brebes Bersiap Membangunan Museum Situs Bumiayu Tonjong

Brebes – Rencana Pembangunan Museum Situs Buton (Bumiayu-Tonjong) oleh Pemkab Brebes yang dinilai masih sebatas angan-angan oleh banyak kalangan. Kini hal ini mulai menampakkan titik terang setelah digelarnya rakor di Balai Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis siang (9/1/2020).

Pasalnya, estimasi biaya yang diperlukan untuk mewujudkan pembangunan mencapai angka Rp. 16 miliar. Namun dalam rakor yang juga dihadiri dinas terkait dan Muspika Tonjong ini, menghasilkan kesepakatan berupa bangunan akan ditempatkan di atas tanah bengkok Desa Galuh Timur, dengan sistem kerjasama antara Pemda dengan Pemdes selama 15 tahun dan bisa diperpanjang.


Dibenarkan Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi melalui Bati Tuud, Peltu Edi Burhanudin, bahwa surat pengajuan kerjasama kedua belah pihak akan segera dibuat dalam waktu dekat.

“Untuk pembangunan tahap awal museum dari Pemkab Brebes sejumlah Rp. 1 milyar pada anggaran tahun ini,” jelasnya dari hasil rapat.

Sementara Kepala Desa Galuhtimur, Sobandi, A.Ma, menyatakan bahwa kerjasama akan dituangkan juga dalam Perdes dan dikonsultasikan kepada Pemprov Jateng sebelum ditandatangani pihaknya.

Rakor yang dimulai pukul 10.00 WIB dan berlangsung selama 2 jam lebih ini dihadiri pejabat di lingkungan Pemkab Brebes yang meliputi Kadinbudpar Diding Setiadi, Kadin Perwaskim Ahmad Sofia Nukman, Kabag Pemdes Pemkab Subagyo, Kabag Hukum Janu S, dan dari Dinas PU Siswanto.

Sementara dari pihak setempat dihadiri Camat Tonjong Cecep Aji Suganda, Danramil, Kapolsek diwakili Aiptu Basuki, Kades Galuhtimur, Pengelola Museum Buton H. Rizal Ramli, Ketua BPD Galuhtimur Siswoyo, Pokdarwis Kampung Poerba (pelestari fosil), Ketua Yayasan Taallumussibyan, dan juga para tokoh masyarakat.

Sekedar diketahui, museum ini nantinya akan digunakan untuk menyimpan berbagai temuan fosil manusia purba dan benda purbakala di kawasan Situs Buton, sehingga potensi kepurbakalaan di situs tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan dan pariwisata/sumber devisa daerah dari lokal maupun mancanegara.

Situs Boton juga telah menjadi tempat penelitian dunia sejak tahun 1920, dengan salah satu temuannya adalah gajah purba tertua (Sinomastodon Bumiayuensis). Juga manusia purba yang usianya 300 ribu tahun, lebih tua dari Situs Sangiran, situs yang terletak 15 kilometer sebelah utara Kota Surakarta, di lembah Sungai Bengawan Solo.

Museum Mini Purbakala Buton saat ini yang berada di Bumiayu, hanya memiliki luas bangunan 12x10 meter yang dirintis pada 2016 silam. Diperkirakan di tempat ini setidaknya telah menyimpan 5.000 koleksi fosil purbakala.

Dikutip dari Tribun Jateng.Com, seperti apa yang pernah disampaikan Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Brebes, Wijanarto (27/9/19), bahwa pembangunan museum merupakan hal yang sangat perlu namun terbentur dengan APBD Brebes yang dianggap terlalu berat.

Besaran taksiran kebutuhan anggaran sebesar 16 miliar untuk pembangunan diatas lahan seluas 2 hektar itulah yang menjadikan penganggaran dilakukan secara multi years. Catatan adalah Pemkab ingin museum dibangun di atas lahan milik Pemkab sendiri.

Pasalnya, jika dibangun di atas lahan milik Pemdes setempat maka Pemkab harus memikirkan lahan penggantinya (tukar guling). Jika mendapatkan bantuan dari Kemendikbud pusat maka Pemkab hanya tinggal menyediakan lahan saja.

Wijanarto menambahkan, di tempat inilah dari sisi pendidikan diharapkan generasi kedepan akan mampu mendapatkan edukasi tentang kehidupan pra sejarah. (Aan)

Hindari Gagal Panen, Para Petani Di Losari Kidul Brebes Tutup Kali

Brebes – Upaya pencegahan dari bencana banjir dilakukan oleh puluhan masyarakat Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dengan menutup saluran pembuangan agar air sungai tidak masuk ke persawahan masyarakat saat debit Kali Kecipir melimpah. Kamis (9/1/2020).

Danramil 05 Losari Kodim 0713 Brebes melalui Bati Tuud, Peltu Multi, bahwa upaya ini untuk mengamankan tanaman padi dan bawang, milik para petani setempat.


Dibenarkan Ketua Kelompok Tani (Poktan) Harapan Jaya Losari Kidul, Kisnandar, bahwa secara bergotong-royong, mereka menambak mulut Kali Kecipir yang terletak di sebelah Jembatan Kali Bancang, Jalan Raya Pantura Km. 1 wilayah Losari.

“Dengan alat seadanya kami melakukan penutupan saluran pembuangan air sawah (Kali Kecipir) menuju Kali Bancang,” ucapnya.

Langkah darurat ini dimaksudkan agar para petani tidak merugi akibat gagal panen di lahan seluas kurang lebih 18 hektar yang mayoritas ditanami padi.

Kisnandar mengapresiasi keterlibatan Babinsa dan Babinkamtibmas dalam memberikan support kepada mereka. (Aan)

Pasca Banjiri Melanda 5 Desa Di Ketanggungan Brebes, Alat Berat Dikerahkan Menambal Tanggul Sungai Babakan

Brebes – Pasca jebolnya tanggul Sungai Babakan di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, upaya penambalan tanggul di empat titik dilakukan segenap komponen.

Satu unit alat berat diterjunkan untuk mempercepat pekerjaan karena dipacu dengan cuaca untuk mengantisipasi banjir susulan akibat kiriman air dari hulu saat hujan deras.


Sebelumnya di Makoramil 15 Ketanggungan Kodim 0713 Brebes pada Rabu malam (8/1), Dandim Letkol Infanteri Faisal Amri, bersama Forkopimda dan BPBD, telah berkoordinasi untuk pengerahan alat berat.

“Pagi ini Excavator PC 200 milik DPU Taru Brebes telah datang dan mulai bekerja menangani tanggul Sungai Babakan,” ucapnya.

Ini untuk mempercepat pekerjaan sebelumnya, yaitu pembuatan tanggul darurat secara manual. Masyarakat, TNI-Polri, Satpol PP, serta masyarakat, menggunakan karung yang diisi tanah/pasir dengan diperkuat dengan kayu/bambu sebagai tanggul penahan air di titik RT. 004 RW. 003 Desa Ketanggungan.

“Air sudah surut sehingga warga masyarakat sibuk bersih-bersih rumah dari lumpur. Kalaupun ada rumah yang tergenang karena masalah saluran buangan," ucap Faisal Amri.

Sementara aktivitas lalu-lintas di Jalan Raya Jenderal Sudirman kembali normal setelah sempat tergenang dengan ketinggian air berkisar 30 centimeter.

Diketahui sebelumnya (8/1), banjir menggenangi pemukiman masyarakat pada kedalaman maksimal mencapai 70 centimeter. Puluhan rumah mengalami kerusakan terutama bangunan semi permanen di 5 Desa yang meliputi, Sindangjaya, Pamedaran, Cikeusal Lor, Ketanggungan dan Karangmalang.
Masing-masing tercatat 20 rumah, 4 rumah, 30 rumah, 6 rumah, dan di Desa Karangmalang 3 rumah.

Tidak ada korban jiwa, untuk pengungsi juga tidak ada, hanya saja bagi rumah yang terendam agak parah mereka tidur di masjid/mushola atau kerabatnya yang rumahnya aman.

Banjir yang melanda wilayah Ketanggungan ini merupakan banjir musiman, terjadi dari limpasan air Sungai Babakan yang melewati tanggul akibat debit air yang melimpah.

Tim siaga bencana yang terdiri dari unsur TNI-Polri, BPBD, PMI dan pihak terkait lainnya, juga sudah mendirikan Dapur Umum (DU) BPBD di Makoramil, serta membagi-bagikan makanan yang dimasak kepada masyarakat terdampak. (Aan)

Kesibukan Di Dapur Umum Dan Penyaluran Sarapan Pagi Untuk Korban Banjir Ketanggungan Brebes

Brebes – Dapur Umum (DU) dari BPBD Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah didirikan di Makoramil 15 Ketanggungan Kodim 0713 Brebes, untuk membantu para korban terdampak banjir akibat jebolnya 4 titik tanggul Sungai Babakan di Desa/Kecamatan Ketanggungan.


Dibenarkan Danramil, Kapten Infanteri Sugeng Wiratno, bahwa persiapan sudah dilakukan mulai tadi malam (8/1) dan mulai didirikan pada pagi ini. Kamis (9/1/2020).

Untuk situasi terakhir Sungai Babakan sudah mulai surut. Anggota Koramil dan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim Brebes, bersama anggota Polsek Ketanggungan, membagi-bagikan sarapan pagi kepada masyarakat.

Kepala BPBD Kabupaten Brebes, Nurshy Mansur, menyatakan bahwa pendirian DU dimaksudkan untuk memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok yaitu makanan dan minuman kepada masyarakat terdampak.

“Untuk bantuan air bersih sedang kita upayakan bersama pihak terkait lainnya,” ucapnya.

Kades Ketanggungan, Sofani, sangat mengapresiasi upaya segenap unsur dan para relawan dalam meringankan beban masyarakatnya. Ia juga berharap penanganan tanggul segera selesai guna meminimalisir dampak banjir susulan.

Sementara itu, Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, bersama Forkopimda dan BPBD, telah berkoordinasi untuk menggunakan alat berat dalam menangani tanggul Babakan.

Ditambahkannya, pekerjaan lainnya meliputi membantu pembersihan rumah masyarakat dan fasilitas umum dan terus mendorong logistik kepada korban banjir.

Bagi pihak yang ingin logistik bahan makanan kepada para korban banjir, dapat disalurkan ke Koramil Ketanggungan untuk dimasakkan. Termasuk penyaluran makanan siap saji/nasi bungkus.

Warjono (40) salah satu warga setempat yang menjadi korban banjir menyatakan terima kasih atas perhatian pemerintah dan seluruh pihak yang membantu. (Aan)

Kerja Keras Unsur Terkait Dan Masyarakat Evakuasi Barang Korban Longsor Di Salem Brebes

Brebes – Puluhan masyarakat, unsur terkait serta para relawan di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melaksanakan kerja bakti pasca longsor tebing yang terjadi pada Rabu petang (8/1) di Desa Citimbang RT. 03 RW. 02. Kamis pagi (9/1/2020).

Dijelaskan Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes melalui Bati Tuud Koramil, Pelda Jahri, bahwa tebing sepanjang 11 meter dan tinggi 6 meter, longsor sekitar pukul 18.55 WIB sehingga menimpa dan mengancam beberapa rumah warga setempat.

Longsor tebing dipicu akibat hujan yang sangat lebat yang terjadi mulai pukul 16.00-19.00 WIB.

Korban terdampak yang merupakan petani meliputi Suhatno (50) kerusakan pada teras dan pagar rumah dengan kerugian ditaksir Rp. 10 juta, Ruba (53) dinding rumah bagian belakang jebol dengan kerugian berkisar Rp. 15 juta, Karwiti (70) dinding rumah belakang jebol dengan kerugian kurang lebih Rp. 20 juta.

“Para pemilik rumah pada saat kejadian sedang berada di dalam rumah mendengar gemuruh dari luar rumah. Secara spontan mereka keluar dan mendapati tebing yang berada di belakang rumah longsor mengenai beberapa bangunan,” jelasnya.

Sedangkan untuk rumah yang terancam meliputi milik Ibu Turbo (43), Kendi, dan Erian (41).

“Pagi ini kami bersama pihak desa, anggota Polsek dan Satpol PP, serta masyarakat yang berjumlah kurang lebih 75 orang, melakukan evakuasi terhadap barang-barang berharga korban terdampak,” imbuhnya.

Instansi terkait tersebut juga menghimbau kepada masyarakat setempat yang diperkirakan rawan terdampak longsor susulan, agar mengungsi ke tetangga yang lebih aman jika hujan lebat datang ke depannya.

Tidak ada korban jiwa atas musibah bencana alam ini. Sedangkan untuk penanganan tebing, sudah diajukan bronjong kawat kepada pihak BPBD.

Tampak Babinsa setempat, Serda M. Subhan bersama anggota Satpol PP, perangkat desa dan masyarakat sedang melakukan evakuasi barang berharga dan material bangunan yang dapat dipergunakan kembali. (Aan)

Tebing Setinggi 7 Meter Longsor Menutup Akses Antar Desa Di Bantarkawung Brebes

Brebes – Bencana alam tanah longsor memutus total akses jalan antar desa di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada Rabu malam (8/1) pukul 22.10 WIB.

Dibenarkan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, mengatakan bahwa tebing di sisi jalan setinggi kurang lebih 7 meter menutupi badan jalan sepanjang 7 meter dengan ketebalan material kurang lebih 0,5 meter.


“Longsoran tebing di Jalan Desa Banjarsari, di petak 79 F wilayah hutan Perhutani BKPH Bantarkawung, KPH Pekalongan Barat, menutup jalan antar desa yang menghubungkan Banjarsari ke Cibentang,” ucapnya Kamis pagi (9/1/2020).

Dijelaskannya lanjut, longsor dipicu akibat tanah tak mampu menahan resapan air akibat curah hujan deras yang terus menerus selama beberapa hari.

Sebelumnya kejadian, hujan yang cukup deras dengan intensitas cukup lama juga mengguyur wilayah Kecamatan Bantarkawung dan sekitarnya mulai pukul 14.00-20.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa atas musibah ini. Pihak Koramil, Polsek dan perangkat desa, segera meluncur ke lokasi untuk pendataan.

“Kami telah berkoordinasi dengan Muspika untuk melaksanakan karya bakti pagi ini dalam menyingkirkan material longsor dari badan jalan agar lalu-lintas masyarakat kembali normal,” tandasnya.

Sekedar diketahui, kondisi geografis wilayah Bantarkawung adalah perbukitan, di beberapa daerah kondisi tanahnya labil sehingga jika mendapatkan curah hujan dengan intensitas yang lebat dan lama maka berpotensi longsor.

Tak lupa para petugas menghimbau kepada masyarakat setempat dan sekitarnya, untuk lebih berhati-hati dan waspada dalam melaksanakan kegiatan khususnya pertanian/perkebunan di bawah perbukitan jika hujan lebat datang. Ini mengingat intensitas curah hujan di kawasan Brebes Selatan masih tergolong cukup tinggi sehingga berpotensi terjadinya longsor. (Aan)

Dandim Brebes Bersama Unsur Terkait Terjun Ke Lokasi Banjir Kiriman Di Ketanggungan

Brebes – Dandim 0713 Brebes selaku Ketua Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, bersama Wakil Bupati, Narjo, SH, terjun langsung ke lokasi banjir yang menggenang wilayah Kecamatan Ketanggungan. Rabu malam (8/1/2020).

Tampak Dandim (memakai jaket hitam strip orange) dan Wabup (peci hitam), bersama Muspika setempat, berada di Jalan Raya Jenderal Sudirman pada pukul 19.00 WIB, untuk selanjutnya bergerak mengecek wilayah Desa Padakaton dan Dukuhturi.


Dijelaskan Danramil 15 Ketanggungan, Kapten Infanteri Sugeng Wiratno, bahwa luapan air Sungai Babakan telah membawa dampak kepada akses lalu-lintas/jalan dengan kedalaman berkisar 30 centimeter, serta pemukiman warga masyarakat dengan kedalaman tertinggi mencapai 70 centimeter.  

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan pengungsi sampai saat ini dari musibah banjir lewat ini,” ucapnya.

Sekedar diketahui, banjir yang melanda wilayah Ketanggungan ini merupakan banjir langganan jika tanggul Sungai Babakan tak mampu menampung debit air yang melimpah akibat kiriman dari hulu.

Untuk akses lalu-lintas sementara masih dapat dilewati baik kendaraan roda dua maupun empat dengan hati-hati. Sedangkan tim siaga bencana yang terdiri dari BPBD dan TNI-Polri, siaga satu di Makoramil Ketanggungan, siap membantu warga jika memerlukan evakuasi.

Sebelumnya (7-8/1), masyarakat Ketanggungan bersama unsur terkait terus melakukan penebalan dan penambalan tanggul Sungai Babakan, pasca banjir (6/1, petang) yang juga menggenangi sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga di Desa Cikeusal Lor yaitu Dukuh Babakan dan Campur, juga akibat limpasan sungai tersebut.

Mereka berupaya dengan tanggul darurat dengan menggunakan karung yang diisi dengan tanah dan ditopang oleh pagar kayu/bambu di Desa Ketanggungan RT. 004 RW. 003. (Aan)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...