Jumat, 03 Januari 2020

Puluhan Pramuka Penegak Di Ketanggungan Brebes Siap Menjadi Keluarga Baru SWK Koramil

Brebes – Koramil 15 Ketanggungan Kodim 0713 Brebes, menerima puluhan Pramuka penegak tingkat SMU/SLTA se-wilayah Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah untuk tergabung dalam Saka Wira Kartika (SWK). Sabtu pagi (4/1/2020).

Upacara penerimaan dipimpin langsung oleh Danramil, Kapten Infanteri Sugeng Wiratno, dan dihadiri juga Ketua Ormas OI Ketanggungan Fahrudin, Pamong SWK Serma Watimin, serta Panitia SWK Ade Komala (17).


Dijelaskan Danramil bahwa, kegiatan berlangsung selama dua hari (4-5/1) dan para peserta akan dibekali pengenalan tentang materi kesakaan, Wawasan Kebangsaan (Wasbang) serta 5 (lima) krida yang meliputi krida navigasi darat, pionering, mountaineering, survival dan penanggulangan bencana.

“Selain materi yang diberikan oleh anggota kami dan pembina SWK senior, mereka juga akan dibekali materi Narkoba dan kenakalan remaja dari Binmas Polsek serta materi kepemimpinan oleh Mabides (Majelis Pembimbing Desa) melalui Kepala Desa,” terang Sugeng selepas memberikan materi Wasbang.

Sementara ditambahkan Pembina SWK, Serda Solekhudin, bahwa para peserta yang berasal dari 7 sekolahan ini nantinya akan dikukuhkan menjadi keluarga besar SWK Koramil Ketanggungan untuk dua bulan kedepan.

“Setelah menjalani tradisi pelatihan setiap hari Sabtu selama dua bulan kedepan, mereka nantinya akan dilantik menjadi anggota SWK Koramil Ketanggungan,” jelasnya.

Ditambahkannya, peserta ini akan bertenda selam dua hari di lingkungan Makoramil. Semua kegiatan pengenalan dijalankan menggunakan sistem pamong dan prinsip-prinsip metode pendidikan kepramukaan.

“Tujuan tradisi ini adalah untuk mengembangkan dan membina watak, mental, moral, jasmani, bakat, pengetahuan, pengalaman serta keterampilan para anggota yang akan tergabung nantinya,” pungkas Solekhudin.

Untuk diketahui, tambahan bekal berupa wawasan kebangsaan merupakan bagian dari pembinaan teritorial Koramil. Juga sebagai pembinaan perlawanan wilayah dengan memantapkan bela negara kepada generasi muda melalui Pramuka.

Hal ini juga telah disesuaikan dengan ketentuan dari Kwartir Nasional dan TNI-AD, dengan harapan kedepannya mereka juga mampu berperan membantu tugas TNI sebagai relawan bersama pihak lainnya jika terjadinya bencana alam di Kabupaten Brebes khususnya. (Aan)

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung Di Saluran Irigasi Kiri Terusan Kali Pemali Brebes

Brebes – Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas yang diperkirakan berumur 60 tahun, tinggi badan 158 centimeter, ditemukan di saluran irigasi terusan Sungai Pemali Kiri, wilayah Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jumat (3/1/2020).


Dibenarkan Danramil 17 Songgom Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Jupriadi, bahwa ciri-cirinya adalah mengenakan baju lengan pendek warna hitam dengan motif garis, celana panjang kain warna hitam, rambut pendek beruban dan kulit sawo matang.

“Adapun saksi yang melihat jenazah pertama kali saat mengapung di saluran irigasi sekitar pukul 09.30 WIB adalah Saudara Fakhrurozi, agen tiket bus saat berada di pinggir jalan,” terangnya.

Melihat hal tersebut, saksi kemudian memberitahukan kepada warga setempat yaitu Gunawan Bin Wiryo (43), warga Dukuh Karanganyar RT. 02 RW. 01, Desa/Kecamatan Songgom, serta Feri Saldiyanto (32), warga Dukuh Pagendengan RT. 02 RW. 07, Desa/Kecamatan Songgom.

“Mereka lantas mengecek mayat dan kemudian segera melaporkannya kepada pihak Polsek Songgom dan Koramil. Petugas kemudian menghubungi pihak Puskesmas Jatirokeh, Songgom, untuk dilakukan visum awal,” tandasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh tim medis, ditemukan luka robek pada bagian kepala dan dahi yang tak beraturan sepanjang 2 centimeter serta serta dua luka robek di bagian atas telinga kanan.

Sementara KBO Satreskrim Polres Brebes, Iptu Triyatno mengatakan bahwa, mayat meninggal diduga akibat hanyut dan terbentur bebatuan. Sementara tanda-tanda kekerasan pada tubuh tidak ada.

Tidak ditemukan kartu identitas apapun dan saat ini mayat tersebut dievakuasi ke RSUD Brebes guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Jika ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dapat menghubungi pihak kepolisian," tegasnya. (Aan)

Kamis, 02 Januari 2020

Warga Larangan Brebes Butuh Bantuan Untuk Hidup Lebih Sehat Dan Layak

Brebes – Upaya sosial dilakukan oleh sejumlah masyarakat Desa Siandong, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terhadap salah satu korban terdampak angin puting beliung yang melanda wilayah Larangan pada November 2019 lalu.

Selain warga setempat, unsur TNI-Polri, Pemdes serta Karang Taruna ambil bagian dalam renovasi rumah Khalimi (75), buruh tani asal Dukuh Siandong RT. 04 RW. 02.


Disampaikan Danramil 16 Larangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Dipo Suyatno, untuk perbaikan rumah sementara menggunakan dana stimulus yang bersumberkan dana tanggap bencana alam dari Dana Desa (DD). Jumat (3/1/2019).

Sementara dibenarkan Babinsa setempat, Kopka Wahyudiono, bahwa bantuan dana desa sementara adalah sejumlah Rp. 8 juta.

“Saya selaku Babinsa disini dan bersama perangkat desa akan segera melakukan terobosan untuk mencarikan dana tambahan untuk membangun ulang rumah Pak Khalimi yang sekarang ditempati anaknya,” ucapnya.

Ditambahkan Wahyudiono, bagi para dermawan yang ingin menjadi donatur yang ingin berbagi kepada sesamanya yang membutuhkan dapat menyampaikannya kepada pihak Koramil, perangkat desa ataupun kepada yang bersangkutan langsung.

Babinsa bersama pemuda karang taruna juga sedang berkoordinasi dengan pihak desa guna merencanakan penggalangan swadaya masyarakat serta para pengusaha di Siandong.

“Rekonstruksi akan dilakukan selama beberapa hari kedepan. Untuk kualitas bangunan tergantung dana yang terkumpul nantinya. Sementara kami fokus kepada perbaikan atap, dinding dan lantai rumah,” tandasnya.

Sekedar diketahui, rumah tersebut kini ditempati anak Khalimi yaitu Satori (31), buruh tani dengan penghasilan kurang lebih Rp. 900 ribu per bulan. (Aan)

Babinsa Tanjung Brebes Bantu Evakuasi Kecelakaan Maut Di Jalan Raya Pantura Brebes

Brebes – Satu orang pelajar sekolah SMP di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tewas setelah mengalami kecelakaan maut di Jalan Raya Pantura, tepatnya di depan Apotek Puspa Jalan Cenderawasih, Desa/Kecamatan Tanjung. Kamis siang (2/1/2020).

Dijelaskan Danramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Muhtadi, bahwa korban meninggal atas nama Rizki (14), asal Desa Losari Kidul RT. 04 RW. 03, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, tewas ditempat setelah sepeda motor yang dikendarainya yaitu Honda Beat dengan Nopol G 3277 IR tertabrak Bus PO Dewi Sri dengan Nopol G 1413 GR yang dikemudikan Rojali (51) warga asal Desa Kalisalak RT. 02 RW. 11, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jateng.


“Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Satu orang pelajar meninggal dunia dan kawan sekaligus tetangganya yang bernama Nano (14) mengalami patah tulang kaki kanan,” ucapnya.

Sementara dari keterangan kondektur bus yaitu Hasan Basri (32) di lokasi kejadian kepada Serda Slamet Widodo Babinsa Koramil Tanjung, bahwa pengemudi sepeda motor (Almarhum Rizki), tertabrak dan terlindas bus yang melaju kencang dari arah yang sama yaitu dari barat (Cirebon, Jawa  Barat) menuju ke timur (wilayah Tanjung Brebes).

Sopir bus yang kaget akibat lajunya dipotong oleh sepeda motor tersebut dari sebelah kiri tak mampu menghindarkan tabrakan. Honda Beat terseret hingga kurang lebih 10 meter.

Hingga berita diturunkan, kedua korban sudah dievakuasi ke RSUD Brebes untuk visum/otopsi dan penanganan medis kepada korban selamat, Nano.

Tampak Babinsa bersama beberapa masyarakat setempat sedang membantu petugas lalu-lintas untuk mengevakuasi para korban.

Saat ini kasus ini sedang dalam penanganan Polsek Tanjung, sedangkan korban selamat masih mengalami syok. (Aan)

Rabu, 01 Januari 2020

Kerja Keras Masyarakat Plompong Brebes Bebaskan Akses Antar Pedukuhan Yang Tertutup Longsor

Brebes – Bencana alam longsor menutup total akses warga masyarakat Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Kamis dini hari (2/1/2020).

Puluhan orang Plompong melaksanakan kerja bakti menyingkirkan material batu dan tanah yang menutup badan jalan.


Dibenarkan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, bahwa warga binaannya yaitu Dukuh Gunung Sumping dan Dukuh Luwung, Plompong, mengevakuasi guguran tanah tebing untuk menormalkan kembali arus lalu-lintas masyarakat setempat dan sekitarnya.

“Longsor yang terjadi di Dukuh Gunung Sumping RT. 02 RW. 08 pada pukul sekitar 05.00 WIB, dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sirampog,” jelasnya.

Atas kerja keras dan gotong-royong, akses vital masyarakat antar pedukuhan ini kini dapat digunakan kembali untuk beraktivitas masyarakat.

Ditambahkannya, longsor lainnya juga terjadi sehari sebelumnya (1/1) sekitar pukul 22.00 WIB di Dukuh Cirendu RT. 02 RW. 04, Plompong. Namun di lokasi jalan antar pedukuhan ini masih bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun empat. Masyarakat juga telah melaksanakan kerja bakti mengevakuasi longsoran. (Aan)

Mitigasi Bencana Puncak Musim Penghujan 2019-2020, Kodim Brebes Siagakan LCR Dan Pendukungnya

Brebes – Sebagai salah satu motor penanggulangan bencana alam di Kabupaten Brebes, Kodim 0713 bergerak cepat dengan menyiapkan alat serta peralatan khususnya untuk evakuasi korban banjir jika terjadi pada puncak musim penghujan 2019-2020, pada Januari-Februari 2020 ini.


Dibenarkan Ketua Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kabupaten Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, bahwa pihaknya sudah membentuk tim siaga di Kodim yang sewaktu-waktu siap diluncurkan.

“LCR atau perahu karet juga akan difungsikan untuk mendorong logistik kepada para korban banjir jika terjadi dan diperlukan,” ucapnya saat mengecek kesiapan personel dan peralatan di Makodim, Kamis pagi (2/1/2020).

Ditambahkannya juga, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk Pemda, BPBD, SAR, PMI serta para relawan di Brebes, untuk bersinergi jika ada wilayah Brebes yang perlu penanganan.

Sekedar diketahui, Kodim Brebes menyiagakan 1 unit LCR pinjam pakai dari BPBD Brebes, 3 unit mesin tempel perahu dengan kapasitas 15 PK serta beberapa tenda peleton yang siap digelar di lokasi bencal untuk menampung para pengungsi. (Aan)

Relawan Gabungan Di Salem Brebes Lanjutkan Pemasangan Pembatas Jalan Darurat Hindarkan Motor Masuk Jurang Susulan

Brebes – Ratusan relawan gabungan di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali melanjutkan pemasangan pembatas jalan darurat dari bahan kayu dan ban bekas di Jalan Raya Provinsi ruas Banjarharjo-Salem, Brebes.
Tanggul pengaman jalan yang difungsikan sebagai guardrail darurat ini bersumberkan dari swadaya masyarakat untuk mengurangi kecelakaan lalu-lintas masuk ke jurang khususnya bagi pengendara sepeda motor yang melintas.


Kerja bakti melanjutkan pemasangan tanggul pengaman dari ban bekas di wilayah Pegunungan Lio yaitu di turunan atau tanjakan Muncang dan Simpur, Kecamatan Banjarharjo, selain relawan juga dibantu oleh TNI-Polri, Dishub dan Bina Marga Provinsi, Satpol PP Salem, Perhutani BKPH Salem KPH Pekalongan Barat, Libansa (supir mobil pick up L300 lintas Salem-Banjarharjo), Komunitas Bangbara, Banser, para supir travel lintas Salem-Jakarta, Grup Trabas Nalaktak Salem, Karang Taruna Desa Pasirpanjang dan Pemuda Pancasila PAC Salem, serta pemrakarsa jalan darurat Gunung Lio.

Hal ini dibenarkan Serma Wartono, Anggota Unit Intel Kodim 0713 Brebes wilayah Salem. Tampak dirinya mengecek beberapa lokasi pemasangan pengaman jalan sepanjang kurang lebih 200 meter yang terbagi di beberapa titik tanjakan/turunan antara lain, di Simpur sepanjang 50 meter, Panginuman (4 titik) sepanjang 70 meter, Saninten (2 titik) 60 meter, Muncang 50 meter serta tanjankan/turunan Kiara sepanjang 20 meter. Kamis pagi (2/1/2020).

“Pemasangan ini dilakukan di sekitaran jalan yang sering terjadi kecelakan lalu-lintas khususnya roda dua, sambil menunggu dipasangnya guardrail atau pembatas jalan permanen dari Dinas Bina Marga Provinsi yang direncanakan pada tahun 2020 ini,” jelas Wartono.

Dikatakannya juga, pemasangan tersebut dikerjakan beberapa hari yang lalu (31/12/2019) dan saat ini telah selesai 100 %.

Sebelumnya (27/12), Kepala BPJ (Balai Pengelolaan Jalan) wilayah Kabupaten Tegal Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Wahyusutoro Soetarno, telah mengundang Kasat Lantas Polres Brebes, Muspika Salem serta Paguyuban Kades se-Kecamatan Salem, guna berembug dalam mencarikan solusi penanganan kecelakaan di ruas jalan provinsi tersebut yang tercatat dari tahun 2018-2019 sudah memakan 13 korban jiwa serta 5 orang luka berat akibat sepeda motor masuk ke jurang.

Terakhir, sepasang suami istri masuk ke jurang sedalam 5 meter (15/12/2019) atas nama Dwi Mulyo Aji (27) warga Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal dan istrinya yaitu Septia Bestari (24), warga Desa Salem, RT 2 RW 2, Salem. Kejadian ini tepat berada di samping pemasangan tanggul darurat yang sebelumnya dipasang pada November 2019 lalu oleh para relawan gabungan tersebut serta warga masyarakat Desa Sindangheula, Banjarharjo.
“Dari penyampaian Kepala BPJ Tegal, pada tahun 2020 ini akan dianggarkan untuk pemasangan guardrail, rambu-rambu lalu-lintas, delineator/patok jalan, lampu penerangan jalan. Dan pada awal Januari 2020 ini juga akan dilakukan survey bersama untuk menentukan titik-titiknya,” tandasnya.

Sekedar diketahui, turunan atau tanjakan di sekitar Pegunungan Lio sangat dikenal warga Kabupaten Brebes, Cilacap dan wilayah Provinsi Jawa Barat karena tingkat kemiringannya yang ekstrim.

Hampir semua korban adalah pengendara motor matic yang mengalami rem blong akibat pengereman yang berlebih saat menuruni Gunung Lio dari arah Salem menuju Banjarharjo. 99 % kejadian terjadi di turunan atau tanjakan tersebut. (Aan)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...