Selasa, 26 November 2019

Ujo Brebes : Makna Maulid Nabi Muhammad Walaupun Digelar Sederhana

Brebes – Puluhan orang keluarga besar Kodim 0713 Brebes, juga menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW, di Masjid Darut Taqwa Makodim, Jalan Pusponegoro No. 35 Brebes, Jawa Tengah. Senin siang (25/11/2019).

Maulid adalah hari kelahiran utusan terakhir dari Tuhan YME kepada umat islam, yang diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awwal, dan pada tahun ini jatuh pada 9 November. Acara ini berkembang pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW. Hal ini disampaikan penceramah, Ujo, panggilan akrab Ustad Dirjo dari Desa Gandasuli, Kecamatan/Kabupaten Brebes.


“Ini merupakan wujud rasa syukur serta penghormatan kepada utusan Allah,” ucapnya.

Lanjutnya, maulud mendorong orang untuk bershalawat yang merupakan perintah Allah. Hal ini merujuk kepada QS Al-Ahzab : 56 yang berbunyi, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkan lah salam sejahtera kepadanya.”

Allah akan memberikan anugerah kepada umatnya yang bergembira atas kelahiran Nabi, termasuk juga terhadap orang non muslim.

Kecintaan kepada utusan Allah ini harus melebihi kecintaan terhadap diri sendiri, anak dan isteri, harta benda dan pangkat jabatan. Ini merujuk kepada HR. Bukhari yang berbunyi, “Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian hingga aku (Muhammad) lebih dicintainya daripada orang tua dan anaknya.”

Sambung Ujo, barang siapa berkumpul, membaca ayat-ayat Al Quran, menceritakan sejarah kehidupan dan perjuangan Nabi dari kelahiran hingga wafatnya, dan diadakan pula sedekah berupa hidangan lainnya, adalah merupakan perbuatan bid’ah hasanah sehingga akan mendapatkan pahala baik bagi yang mengadakannya ataupun yang menghadirinya.

“Barang siapa yang memuliakan hari kelahiran Rosululloh maka Allah akan memberinya syafa’at di hari kiamat. Termasuk yang memberikan infaq dalam perayaan,” pungkasnya. (Aan)

Belasan Kades Dari Bone Sulawesi Selatan Serap Ilmu GKB Di Cenang Brebes

Brebes – 12 Kepala Desa dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, melakukan studi banding GKB (Gerakan Kembali Bersekolah) ke Desa Cenang, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Mereka meliputi Kades Cumpiga, Cakke Bone, Lompu, Kading, Melle, Mallari, Ulaweng Cinnong, Cakkeware, Bune, Padaidi, Tempe, Maminase dan Lamuru.


Dibenarkan Kepala GKB Kabupaten Brebes, H. Bahrul Ulum, bahwa selain Kades, hadir juga kurang lebih 43 orang yang meliputi para perwakilan dari Dinkes, Disdik, Dinsos, Diskominfo, Kemenag, DPMD, PKBM, BPD dan PKK desa.

“Pihak pemerintahan di wilayah Kabupaten Bone tertarik belajar kesuksesan dengan kiprah Pemerintah Desa Cenang dalam upaya mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk kembali bersekolah,” ucapnya, Senin siang (25/11/2019).

Sementara Kades Cenang, Imam Rifai, menyatakan terima kasih karena mendapatkan kehormatan tersebut. Dijelaskannya, pihaknya telah mengembalikan ratusan ATS ke pendidikan formal maupun non formal.

Desa yang jauh dari keramaian ini harus berjuang sejak tahun 2016 silam, pihaknya memanfaatkan data SIPBM manual untuk memajukan terutama dalam bidang pendidikan. Baseline ATS Cenang ada 440 anak, setelah dikonfirmasi ternyata ada 223 anak.

“Hingga tahun 2019 ini, sudah ada 120 ATS yang siap dikembalikan ke bangku sekolah. Untuk target desa kami pada 2021 mendatang adalah semua ATS bisa kembali bersekolah," tegasnya optimis.

Lanjutnya, pihaknya telah mengalokasikan anggaran desa dan dukungan dari paguyuban orang Cenang di perantauan. Bahkan desa sudah mempunyai PKBM yang diinisiasi dari dana desa itu, juga NPSN PKBM (Nomor Pokok Sekolah Nasional Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)  dan bisa mengentri data siswa lewat dapodik kesetaraan, dimana sumber dananya berasal dari BOP non formal.

"Dulu PKBM mencari ATS, sekarang sebaliknya. Dulu FMPP (Forum Masyarakat Peduli Pendidikan) berkunjung dari rumah ke rumah, sekarang keluarga ATS yang mau sekolah datang ke Sekretariat FMPP," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Studi Banding, dr. H. Andi Kasma Padjalangi, M.Kes menyatakan terkesan dengan langkah yang dilakukan oleh Pemdes Cenang. Pihaknya berharap, pasca transfer ilmu tersebut, nantinya 12 Kades dapat menerapkannya di desa masing-masing.

"Pastikan semua anak di Kabupaten Bone bersekolah, jangan ada anak tidak sekolah yang tidak menempuh pendidikan dengan baik," ucapnya.

Selanjutnya, Kabid Dikdas Dindikpora Kabupaten Brebes, Lela menjelaskan bahwa, Cenang adalah salah satu desa yang cukup berhasil dalam implementasi GKB di level desa. Disamping FMPP desanya aktif, ada layanan PKBM yang menangani ATS non formal dan life skill, ini berarti searah dengan komitmen Pemkab Brebes bahwa pendekatan layanan pendidikan dimulai dari hulu ke hilir.

"Dukungan pihak desa dalam upaya pengembalian anak ke sekolah menjadi garda terdepan, siapa lagi kalau bukan pemerintah desa yang membantu kami dalam mensukseskan Wajar 12 tahun. Termasuk dukungan multisektor dari level desa, kecamatan, kabupaten dan pihak lainnya," ucap Lela. (Bahrul Ulum/Aan)

Karya Bakti TNI Bangun Pos Kamling Hijau Dan Akses Layak Di Dukuh Karangmangu Brebes

Brebes – Hasil dari karya bakti TNI bersama masyarakat di Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berupa Pos Kamling, kini siap digunakan oleh warga untuk meningkatkan Kamtibmas.

Dibenarkan Danramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Muhtadi, bahwa pembangunan salah satu sarana Kamtibmas ini sangat diperlukan karena mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan (90 %).

“Jika musim ikan, banyak warga yang miang/pergi ke laut sehingga sistem pengamanan lingkungan penting untuk mencegah aksi kejahatan lingkungan serta warning sistem terhadap bencana alam,” ucapnya Rabu pagi (27/11/2019).

Ditambahkannya, pendirian pos jaga juga akan sangat membantu pihak dusun dalam menambah kas melalui penarikan jimpitan.

Selain itu, sasaran fisik lainnya yang telah dibangun meliputi pekerjaan jalan rabat beton sand sheet di 13 titik di gang RT. 01-03 RW. 05 Dukuh Karangmangu, Pengaradan, sepanjang total 886 meter dengan lebar 1,2 – 2,8 meter dan ketebalan 10-15 centimeter, kini siap digunakan oleh warga untuk beraktivitas perekonomian, pertanian, kesehatan dan pendidikan.

Untuk sasaran tambahannya meliputi pembuatan talud penahan sepanjang 52 meter, tinggi 1,5 meter dan ketebalan 40 centimeter. Talud di kanan-kiri jembatan sepanjang 7 meter, tinggi 1,5 meter dengan ketebalan 40 centimeter.

“Pembangunan semua sasaran fisik di Dukuh Karangmangu, telah dikerjakan masyarakat bersama TNI selama 13 hari. Mabes TNI juga membantu pendanaan senilai Rp. 74,5 juta,” tandasnya.

Kepala Desa, Nurudin (38), bakti TNI tersebut. Pasalnya, selain membantu meningkatkan kesejahteraan melalui pembangunan infrastruktur, juga menghidupkan kembali gotong royong di tengah-tengah masyarakatnya.

Ini terbukti dari keterlibatan warganya yang tak kurang dari 50 orang per harinya, terbagi dalam dua sif (pagi dan siang) bekerja bersama BPD, TPK, Ketua RW dan TNI. (Aan)

Minggu, 24 November 2019

Cegah Narkoba Di Wilayah Brebes, BNK Lakukan Urinalisis Triwulan Akhir 2019 Di Kodim

Brebes – Pemeliharaan profesionalisme jajaran TNI Kodim 0713 Brebes dalam melaksanakan tugas sebagai aparat kewilayahan terus dilakukan. Salah satunya dengan menggelar agenda rutinitas setiap triwulan sekali berupa kegiatan tes urine.

Tampak Lukman Suyanto, Kepala Seksi Pencegahan BNK Brebes, bersama anggotanya melakukan skrining narkoba dengan urinalisis, baik kepada prajurit maupun PNS Kodim. Senin (25/11/2019).

“Tujuannya adalah untuk mencegah peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Brebes dan lingkungannya,” ucap Lukman.


Dijelaskannya singkat, ekstasi atau MDMA akan bertahan 3-4 hari dalam urin dan 1-2 hari dalam darah, Metamfetamin atau met/sabu-sabu 3-6 hari dalam urin dan 2-3 hari dalam darah, ganja 7-30 hari dalam urin dan 5 hari-2 minggu dalam darah, serta morfin akan bertahan 2-3 hari dalam urin dan 6-8 jam dalam darah. Sedangkan alkohol sendiri akan bertahan 3-5 hari dalam urin dan 10-12 jam dalam darah.

Sementara jenis tes yang paling akurat untuk mendeteksi residu narkoba yang tertinggal dalam tubuh adalah melalui analisa rambut yang akan membeberkan secara detail riwayat penggunaan dari amfetamin, heroin, ganja, morfin dan alkohol dalam 90 hari terakhir.

Sementara disampaikan Dandim melalui Pasi Intel, Kapten Infanteri Dipo Suyatno, bahwa kegiatan merupakan langkah preventif/antisipatif untuk melindungi anggota kodim agar tidak terjerumus menyalahgunakan narkoba.

“Kami bekerjasama dengan pihak BNK Brebes untuk memerangi narkoba di wilayah Brebes, sehingga institusi TNI harus bersih narkoba,” tegasnya.

Ditambahkannya, menggunakan narkoba merupakan pelanggaran berat, sehingga jika didapati maka sanksinya adalah pemecatan.

Dari hasil uji, tidak ditemukan anggota yang terindikasi menggunakan narkoba. Pasi Intel mengajak kepada anggota TNI, Polri serta masyarakat, agar berperan serta membantu tugas BNK dalam mencegah peredaran narkoba yang jelas mengancam generasi penerus bangsa. (Aan)

Tiga Ruang Kelas SMK 2 Karangsembung Songgom Brebes, Rata Dengan Tanah

Brebes – Bangunan sekolah SMK 2 Karangsembung, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang baru 80 % dibangun, ambruk setelah diterjang angin kencang. Minggu sore (24/11/2019).

Disampaikan Danramil 17 Songgom Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Jupriadi, yang menghimpun keterangan dari saksi yaitu Supriyo (51), Sekretaris Desa Karangsembung, bahwa kejadian terjadi pada pukul 15.00 WIB.


“Setengah jam sebelumnya, wilayah Desa Karangsembung diguyur hujan dengan intensitas sedang namun angin cukup kencang sehingga merobohkan bangunan sekolah yang baru saja dibangun,” ucapnya.

Tidak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir mencapai Rp. 150 juta dari 3 ruang kelas yang rata dengan tanah.

“Saat ini permasalahan tersebut sedang ditangani oleh Polsek Songgom,” tandasnya.

Dugaan sementara, faktor kurang kuatnya konstruksi bangunan yang dikerjakan oleh pemborong, menyebabkan bangunan yang belum diplester tersebut roboh. (Aan)

Enam Orang Masih Menjalani Perawatan Intensif Di Puskesmas Bantarkawung Pasca Keracunan Massal

Brebes – Enam orang masih dirawat secara intensif di Puskesmas Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pasca keracunan massal akibat bubur ayam makanan pendamping Balita. Minggu siang (24/11/2019).


Diketahui, sebanyak 22 orang warga RW. 3 Bangbayang, yang terdiri dari 19 Balita, 1 Bumil dan 3 orang dewasa, mengalami keracunan setelah menyantap makanan tersebut saat pelayanan Posyandu di Balai Desa setempat, Sabtu pagi.

Dibenarkan Kepala BLUD Puskesmas Bantarkawung, dr. Ali Budiarto, melalui Bati Tuud Koramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Peltu Diono, bahwa hingga Minggu siang, tinggal 6 orang pasien rawat inap yang meliputi Arfa (2), Abdul Zaki (3), Zidan (20 bulan), Rayyana (1,5), Mulki (3) dan 1 orang dewasa atas nama Rabiah (44).

“Untuk penyebab keracunan secara pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” ucap Diono. (Aan)

Sabtu, 23 November 2019

Jalan Utama Kaliloka-Plompong Sirampog Brebes Putus Total, Masyarakat Bangun Jalan Darurat

Brebes – Pasca putusnya jalan utama penghubung antara Desa Kaliloka-Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Sabtu malam (23/11) pukul 23.00 WIB, puluhan orang gabungan membuat jalan darurat. Minggu (24/11/2019).

Akses tersebut putus total sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Panjang longsoran kurang lebih mencapai 25 meter dengan  lebar 8 meter dan kedalaman 15 meter.


Dibenarkan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Mukhrodi, bahwa sebanyak 75 orang yang terdiri dari pihak BPBD Brebes, perangkat desa dan masyarakat setempat, Koramil, Polsek, Dinas PU Kecamatan Bumiayu, anggota Kokam, serta para relawan lainnya.

“Adapun sasaran yang dikerjakan dalam gotong royong antara lain membuat jalan darurat sepanjang 30 meter dan lebar 3 meter dengan memangkas tebing persawahan serta pembersihan rumput dan semak belukar,” terangnya.

Dikatakannya juga, pembuatan akses tersebut untuk memperlancar transportasi anak sekolah dan masyarakat menuju ke Kecamatan Bumiayu.

Dijelaskannya juga, selain merenggut jalan utama, longsor juga menelan lahan sawah milik Aro (50) petani asal Dukuh Karang Dadap RT. 05 RW. 01, Kaliloka, di Dukuh Manggis RT. 04 RW. 01, Kaliloka (lokasi bencal).

Kronologi kejadian bermula pasca hujan deras yang mengguyur wilayah Sirampog malam itu juga. Police line juga telah dipasang di sekitar lokasi tersebut untuk memperingatkan warga serta pengendara yang akan melintas.

“Kami juga menghimbau kepada warga masyarakat agar tidak mendekati lokasi untuk mencegah korban jiwa jika terjadi longsor susulan,” tegasnya.
Kepala Desa, Nanang Hakim, juga membenarkan kejadian yang lokasinya berjarak kurang lebih 50 meter dari pengerjaan Jembatan Plompong yang sedang dibangun karena pada awal 2019 (21/1) lalu, juga putus total terbawa banjir bandang.

“Pasokan material yang dibawa armada pengangkut untuk pembangunan Jembatan Plompong juga terganggu karena jalan tidak bisa dilewati,” ucapnya.

Ditambahkannya, tanah sebelumnya retak-retak karena kekeringan saat musim kemarau, ditambah di lokasi merupakan dengan kontur tanah rawan longsor. Ia berharap kepada pemerintah untuk segera memberikan penanganan.

Tidak ada korban jiwa, kerugian materiil juga belum bisa ditaksir atas putusnya infrastruktur tersebut. (Aan)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...