Sabtu, 16 November 2019

Mobil Tabrak Sembilan Pejalan Kaki Dan Motor Di Traffic Light Jatibarang Brebes

Brebes – Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 11 orang luka-luka terjadi di traffic light pertigaan Jatibarang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sabtu sore (16/11/2019).

Satu unit mobil sedan jenis Honda City, B 8599 QA, dikemudikan Abdillah (60) warga asal Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jateng, keluar dari rumah H. Mohamad Abdul Karim, warga Desa Jatibarang Lor, Kecamatan Jatibarang, berjarak kurang lebih 200 meter dari arah utara pertigaan Jatibarang.


Mereka bergerak menuju ke selatan, sesampainya di pertigaan tersebut, mobil mendadak oleng sehingga menabrak para pejalan kaki dan pengendara sepeda motor karena mobil hilang kendali.

Dibenarkan Danramil 02 Jatibarang, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Kunpriyanto, bahwa mobil tersebut oleng ke kiri dan ke kanan, kemudian berhenti setelah menabrak pembatas jalan dan sepeda motor, di depan Toko Muda Elektronik.

“Mobil berhenti pada pukul 16.05 WIB setelah menabrak pembatas jalan dan kendaraan roda dua jenis Vixion yang berhenti karena lampu merah menyala,” terangnya.

Dijelaskannya lanjut, Abdillah membawa H. Mohamad Abdul Karim untuk menghadiri undangan selamatan ke Desa/Kecamatan Margasari. Kaki kanannya tiba-tiba mengalami kram sehingga terjadilah kecelakaan.

Adapun korban meliputi Yusuf (43) asal Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, mengalami luka lecet pada kaki dan kedua kaki tidak bisa digerakan. Kemudian Susanti (24) Desa Jatibarang Lor, Jatibarang, luka lecet di bagian kaki dan kepala benjol.

Kasdianto (31) Desa Curug, Kecamatan Pangkah, Tegal, luka robek lengan kanan dan kaki lecet serta tidak bisa berjalan. Siti (29) Dukuh Rantam, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Brebes, luka robek bagian kepala sampai tulang tengkorak kelihatan dan trauma perut.

Selanjutnya Yo Pindu (20) Desa Jatibarang Lor, luka trauma di kepala dan lecet-lecet. Evi (21) Desa Kertasinduyasa, Jatibarang, luka robek kaki kanan (dua belas jahitan) dan kaki tidak bisa digerakkan.

Sofan (48) Desa/Kecamatan Jatibarang, luka lecet di kaki dan tangan. Amanah (19) Desa Karanglo, Jatibarang, luka lecet bagian kaki dan kepala benjol serta M. Sahrul (4) putra dari Amanah, mengalami pendarahan pada hidung dan bengkak tangan kanan.
“Untuk sopir mengalami luka dan bengkak pada bagian kaki kiri serta lecet bagian tangan, sedangkan Pak Mohamad Abdul Karim, luka pada bagian pelipis dan bibir serta lecet kaki,” tandasnya.

Seluruh korban telah dibawa ke RSU dr. Susilo Slawi, Tegal, dan sebagian ke Puskesmas Jatibarang.

Insiden masih dalam penanganan Unit Laka Lantas Polres Brebes. Tampak para petugas termasuk Dishub dan Babinsa, mengatur lalu-lintas untuk mengurai kemacetan. (Aan)

Kamis, 14 November 2019

Pembangunan Lapangan Tembak Standar Internasional Di Brebes, Progres Penguatan Tanggul

Brebes – Pembuatan lapangan tembak Kodim 0713 Brebes terus dilakukan di bekas lapangan terbang milik TNI Angkatan Darat seluas 11,6 hektar, yang terletak di Jalan Raya Pejagan-Bumiayu, wilayah Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Lapangan ini terletak kurang lebih 1,5 kilometer ke arah utara dari tugu perbatasan Kabupaten Brebes-Tegal, di jalan tersebut.


Tampak sejumlah anggota Kodim dipimpin Bintara Operasi, Pelda Abdul Kholik, sedang memasang ban bekas yang akan difungsikan sebagai tanggul sasaran tembak sepanjang 60 meter. Jumat (15/11/2019).

Dijelaskannya, pembuatan lapangan tembak sebelumnya mulai dikerjakan pada Maret 2018 dengan pembuatan tanggul setinggi 4 meter melingkar sejauh 100 meter, dengan tanah urug swadaya Kodim.

“Kami melakukan penebalan tanggul lesan tembak yang berdiameter 6 meter, dengan menggunakan ban bekas. Kedepan tanggul akan lebih lebar lagi menjadi 8 meter,” jelasnya.  

Dikatakannya juga, selain penebalan nantinya direncanakan juga akan dilakukan peningkatan ketinggian tanggul lesan tembak menjadi 8 meter. Ini merupakan langkah pengamanan kegiatan menembak, sehingga proyektil peluru tidak menembus tanggul lesan dan membahayakan masyarakat.

“Untuk ban bekas yang akan dipasang direncanakan kurang lebih 2.000 buah atas instruksi dari Dandim,” imbuhnya.

Ditambahkannya, untuk lebar sayap kanan-kiri tanggul adalah 4 meter. Lapangan tembak ini kedepan akan menjadi sarana latihan bagi anggota Kodim dalam memelihara dan meningkatkan kemampuan menembak. Pun juga dapat digunakan oleh pihak lainnya seperti Polres dan Perbakin Brebes maupun KONI dalam pembinaan atlet petembak.

"Yang jelas kita memanfaatkan lahan untuk dibangun menjadi lapangan tembak sehingga suatu saat barangkali dapat memfasilitasi kejuaraan menembak di Brebes,” pungkas Abdul Kholik.

Sekedar diketahui, selama ini pihak Kodim meminjam penggunaan Lapangan Tembak Yonif 407 Padmakusuma, Jalan Raya ujungrusi, Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal. Hal yang sama juga dilakukan Polres Brebes selain menggunakan lapangan tembak milik Polres Slawi, Tegal. (Aan)

Rabu, 13 November 2019

Ini Alasan TNI Membangun Pos Jaga Di Pengaradan Tanjung Brebes

Brebes – Pentingnya suatu sistem pengamanan di lingkungan masyarakat, menjadi salah satu target program karya bakti TNI Kodim 0713 Brebes lintas sektoral di wilayah desa binaan Koramil 04 Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yaitu Desa Pengaradan.

Terlebih Pengaradan mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan 90 %, sehingga jika musim ikan dan banyak warganya yang ke laut, maka keamanan lingkungan sangat diperlukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.


Sebelumnya (13/11) pekerjaan adalah pengecoran sloof sekaligus mengikat kolom praktis pada bangunan pos jaga dengan volume 2 x 3 meter, di Dukuh Karangmangu, Pengaradan. Pekerjaan hari ini adalah pemasangan hebel sebagai dinding bangunan. Kamis (14/11/2019).

Dijelaskan Danramil, Kapten Infanteri Muhtadi, karya bakti TNI yang didukung anggaran dari Mabes TNI senilai Rp. 74,5 juta, dengan dikolaborasikan dengan Dana Pemdes setempat ini, akan dikerjakan sampai dengan akhir November 2019.

“Pemasangan batu dan pengecoran pondasi Pos Kamling hasilnya adalah 25 %. Pekerjaan lanjutan adalah pemasangan hebel,” terangnya.

Menurutnya juga, bangunan yang merupakan sasaran tambahan karya bakti TNI ini, sangat penting untuk meminimalisir aksi kejahatan karena warganya ikut bergerak dalam membantu petugas (Babinsa, Babinkamtibmas dan Linmas) menciptakan Kamtibmas.

“Selain sebagai pengamanan lingkungan dari aksi-aksi pencurian, pos ronda juga untuk siaga bencana alam dengan ragam bunyi kentongan yang akan dibunyikan piket jaga,” ungkapnya.

Kepala Desa, Nurudin (38), menyambut baik gagasan pengadaan pos kamling karena dinilainya memang sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi warganya serta bagi dusun dalam menambah kas melalui jimpitan.

Hasil dari pengambilan jimpitan nanti, akan memberikan kontribusi sebagai dana sosial warga Dukuh Karangmangu yang mengalami musibah, selain juga bermanfaat bagi keperluan lain yang lebih produktif misalnya untuk operasional kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI, halal bihalal, maupun acara sosial lainnya.

Untuk diketahui, sasaran utama program ini adalah pembangunan rabat beton sand sheet di 13 titik di gang RT. 01-03 RW. 05, Karangmangu, dengan total panjang 886 meter, lebar 1,2 – 2,8 meter serta ketebalan 10-15 centimeter.

Sedangkan sasaran tambahan lainya adalah pembuatan TPT (Tembok Penahan Tanah) sepanjang 52 meter, tinggi 1,5 meter dan ketebalan 40 centimeter serta TPT untuk memperkuat jembatan sepanjang 7 meter, tinggi 1,5 meter dengan ketebalan 40 centimeter.

Capaian hasil pembuatan TPT di hari ketiga ini adalah 100 % untuk sayap kanan sepanjang 35 meter, yaitu dengan rampungnya pengacian. Sementara untuk sayap kiri sepanjang 17 meter, telah diselesaikan sebelumnya di hari kedua (13/11).

Itulah upaya TNI dalam membantu tugas Pemda untuk memeratakan pembangunan di wilayah sesuai UU TNI No. 34 tahun 2004 pasal 9, dan memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta (pasal 8), yaitu dengan dibangunnya Pos Kamling. (Aan)

Aksi Nyata Mengatasi Kenakalan Remaja Di Limbangan Kersana Brebes

Brebes – Talk show tentang aksi Babinsa Kodim 0713 Brebes, yang disiarkan secara live di Radio Singosari 103.9 FM Brebes dan News Singosari FM Ketanggungan, kali ini mengupas tentang penanganan kenakalan remaja melalui olahraga dan organisasi kepemudaan. Rabu (13/11/2019).

Narasumber yang dihadirkan dari Desa Limbangan, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, adalah Babinsa Serda Solikhin dan Kades Tulap, Sp (54), sedangkan pemandu acara adalah Mohamad Ibnu Mudzakar (45) dengan nama udara Ian Rakawinu, Manager Singosari.


Memulai acara, Serda Solikhin menjelaskan tentang ajakan kepada para pemuda desa berpartisipasi dalam organisasi spiritual/keagamaan, yang diantaranya remaja masjid, pemuda NU dan karang taruna. Selain itu juga melalui pendekatan penyuluhan.

“Selaku Babinsa, kita harus rajin untuk nimbrung jika ada kegiatan apapun di desa. Saat itulah kita mengarahkan untuk selalu memulai kegiatan dengan berdoa dan pesan moral lainnya,” ucapnya.

Menjawab pertanyaan dari beberapa penelpon, Solikhin menyampaikan tentang pendampingan dari para orang tua sangat penting untuk membatasi penggunaan medsos yang dapat memicu kenakalan remaja.

“Peran orang tua juga menjadi kunci bagi remaja yang sedang mencari jati diri agar tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas yang bertentangan dengan budaya bangsa sehingga memicu kenakalan remaja,” tandasnya.

Sementara ditambahkan Kades Tulap, upaya nyata dari pihaknya adalah dengan menghidupkan kesenian rebana/hadroh (seni musik islam) serta kegiatan olahraga.

“Dengan support Babinsa, kami juga melakukan pencegahan dini terhadap kenakalan remaja melalui olahraga yaitu sepakbola, bola voli dan tenis meja,” ucap Tulap.

Pihaknya juga menggelar beberapa event pertandingan olahraga tersebut antar dusun dalam setiap kesempatannya. Dalam waktu dekat, dirinya juga akan menyiapkan minimal 7 meja pingpong di 7 RW/dusun di Limbangan.

“Dengan berorganisasi, para remaja akan lebih mudah untuk diarahkan karena mempunyai sosok figur pemimpin,” pungkas Kades yang baru 3 bulan menjabat tersebut.

Sekedar diketahui, acara dialog interaktif ini ditayangkan setiap hari Rabu pagi pukul 10.00-11.00 WIB. Pendengar dapat mengaksesnya untuk berdialog dengan para narasumber melalui telepon (0283) 671636. Dan dapat disaksikan melalui link youtube di https://youtu.be/7heRkU14Llk serta link radio streaming di http://singosarifmbrebes.radiostream123.com/. (Aan)

Senin, 11 November 2019

Karya Bakti TNI Lintas Sektoral Di Tanjung Brebes, Cor Jalan Dan Bangun Pos Kamling

Brebes – Kegiatan TNI Manunggal Masyarakat Desa di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah kali ini, adalah menyasar Dukuh Karangmangu, Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung, untuk membangun rabat beton sandsheet.

Dijelaskan Danramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Muhtadi, sasaran fisik karya bakti TNI lintas sektoral bersama masyarakat ini meliputi pekerjaan di gang RT. 01-03 RW. 05 di 13 titik untuk di rabat beton sandsheet sepanjang total 886 meter dengan lebar 1,2 – 2,8 meter, dengan ketebalan 10-15 centimeter.


Untuk sasaran tambahannya meliputi pembuatan talud penahan sepanjang 52 meter, tinggi 1,5 meter dan ketebalan 40 centimeter. Talud di kanan-kiri jembatan sepanjang 7 meter, tinggi 1,5 meter dengan ketebalan 40 centimeter.

“Dalam karya bakti TNI bersama Pemdes Pengaradan yang dimulai Hari Senin ini juga membangun 1 unit Pos Kamling permanen dengan ukuran 2 x 3 meter,” bebernya.

Capaian hasil di hari kedua ini adalah talud sayap kiri sepanjang 17 meter dengan hasil 100 %, sementara pemasangan batu di talud sayap kanan sepanjang 35 meter mencapai realisasi 75 %.
Untuk para teknisi/tukang bangunan meliputi 18 orang TNI dan masyarakat setempat yang berjumlah 50 orang meliputi BPD, perangkat desa dan TPK.

“Masyarakat Dukuh Karangmangu sejumlah 50 orang per hari secara bergiliran membantu dalam 2 shift, yaitu pagi dan siang,” imbuhnya.

Untuk anggaran pembangunan tersebut bersumber dari Mabes TNI senilai Rp. 74,5 juta dan Pemdes setempat, dan akan dikerjakan sampai dengan akhir November ini.

“Peningkatan akses ini untuk lebih memberikan kemudahan bagi masyarakat setempat baik perekonomian, pertanian, kesehatan dan pendidikan, selain mencegah pengikisan tanah,” pungkas Muhtadi. (Aan)

Brebes Archery Club Kirimkan Sepuluh Atlet Juniornya Di Kejurda Jateng

Brebes – Puluhan atlet pelajar dan klub di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengikuti seleksi atlet panahan junior tingkat kabupaten, yang digelar mulai tanggal 10 November 2019 lalu.

Menurut Tarsono, M.Pd atau Coach Son sapaan akrabnya, pembesut Brebes Archery Club, mereka sedang disiapkan guna Kejurda (Kejuaraan Daerah) panahan junior tingkat provinsi yang akan digelar pada 10-12 Desember mendatang di Kabupaten Batang, Jateng.


“Seleksi dari kategori divisi/kelas yang akan dilombakan yaitu compound, recurve dan standart nasional, sudah berjalan dua hari ini (10-11/11) dari sejumlah 50 orang atlet,” terangnya di Lapangan Gor Sasana Kridha Adikarsa Brebes, Selasa (12/11/2019).

Dijelaskannya lanjut, para anak didiknya yang lolos untuk dikirim ke Batang meliputi, untuk kategori compound yaitu Safira, Iqrima, Abbiyu dan Farel. Kategori recurve yaitu Aulia, Daffa, Putra dan Nibras, sedangkan standar nasional Dita, Aflah dan Galang.

Sepuluh anak didiknya tersebut, harus terus diberikan banyak ruang dan jam terbang sehingga terpelihara dan meningkat kemampuannya.

“Mereka adalah bibit-bibit atlet yang diharapkan mampu memberikan warna baru KONI Brebes dan tentunya mengharumkan nama Brebes kedepannya,” tandasnya.

Untuk itulah dirinya bersama Official Pelatih, Serda Bangun Hidayat Babinsa Koramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes, telah menjadwalkan latihan ekstra guna mendapatkan hasil yang maksimal sehingga memenuhi target di Batang. (Utsm-Aan)

Minggu, 10 November 2019

Brebes Kehilangan Kembali Dua Babinsanya

Brebes – Satuan teritorial Kodim 0713 Brebes, kembali kehilangan dua orang Babinsanya, namun mendapatkan tambahan 23 orang Bintara baru yang nantinya akan memperkuat 17 Koramil di 17 Kecamatan.

Tampak Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, di lapangan upacara Makodim memberikan apresiasi kepada Sertu Martoyo, Babinsa Koramil 01 Brebes (MPP 1-10-2019) dan Serda Teguh Budiawan, Babinsa Koramil 12 Bantarkawung, yang alih tugas ke Koramil 04 Sokaraja Kodim 0711 Banyumas, Jawa Tengah. Senin (11/11/2019).


“Kepada Sertu Martoyo, selamat menikmati Masa Persiapan Pensiun untuk berkumpul dengan keluarga dan bermain bersama cucu. Sedangkan kepada Serda Teguh, selamat bertugas di tempat yang baru dan dekat dengan keluarga di Banyumas,” ucapnya mengapresiasi.

Ditambahkannya, atas TNI dan keluarga besar Kodim Brebes, dirinya mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan dedikasinya selama ini kepada masyarakat, Kodim dan TNI.

“Bukan berarti jika MPP berhenti melakukan pengabdian kepada bangsa dan negara. Saat kembali menjadi masyarakat, tentunya masih banyak bentuk pengabdian lainnya yang dapat dilakukan sehingga tetap bermanfaatkan bagi lingkungan,” tandasnya.

Tak lupa Faisal Amri berpesan agar tetap menjaga citra TNI dalam kehidupan bermasyarakat maupun di tempat tugas yang baru.

Sementara penerimaan awal ke-23 Babinsa baru dilakukan Kasdim, Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku.

Dikatakannya, mereka selanjutnya akan melaksanakan orientasi di Kodim sebelum dilepas ke jajaran Koramil sebagai Babinsa. (Aan)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...