Kamis, 31 Oktober 2019

Atensi Dan Harapan Pangdam Diponegoro Di Penutupan TMMD Sengkuyung Brebes

Brebes – Menutup TMMD Sengkuyung III di lapangan Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, menyampaikan permintaan maaf Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi, SE, MM. Kamis (31/10/2019).

“Apabila dalam pelaksanaan TMMD ini, terdapat tutur kata dan tingkah laku para prajurit saya yang kurang berkenan dihati masyarakat, baik disengaja maupun tidak, saya selaku Pengendali Kegiatan Operasional (PKO) TMMD menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ucap Faisal Amri membacakan amanat Pangdam.


Dikatakannya lanjut, Pangdam juga berterima kasih kepada Pemda, prajuritnya dan seluruh pihak yang terlibat mensukseskan pembangunan sehingga dapat rampung dengan aman dan lancar.

Atensi Pangdam adalah agar seluruh pihak tetap memelihara terus semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI-Rakyat, sehingga setiap permasalahan dapat diselesaikan demi memberikan kontribusi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya adalah terus memelihara semangat gotong-royong sebagai warisan budaya bangsa yang sudah terbina dengan baik selama ini, serta merawat hasil pembangunan TMMD sehingga manfaatnya dapat dinikmati oleh warga masyarakat dalam kurun waktu yang cukup panjang.

“Harapan yang perlu saya sampaikan sebagai tindak lanjut dari program TMMD ini antara lain, kepada Dansatgas TMMD, lakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan TMMD untuk dijadikan bahan perbaikan TMMD mendatang,” tandasnya.

Pun, kepada para prajuritnya yang tergabung dalam Satgas TMMD, agar terus menjalin hubungan dengan masyarakat setelah purnanya pembangunan. (Aan)

Dandim Brebes Resmi Tutup TMMD Imbangan Di Jipang Bantarkawung

Brebes – Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, Komandan Kodim 0713 Brebes, secara resmi menutup program pembangunan melalui TMMD Sengkuyung III Tahun 2019, di lapangan Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis (31/10/2019).

Penutupan program yang mengambil tema, “Melalui TMMD Kita Wujudkan Percepatan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat” ini, ditandai dengan pemukulan kentongan dan penandatanganan dan penyerahan notulen TMMD dari Dandim kepada Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, MH serta penyerahan alat peralatan kerja.


Sebagai inspektur Upacara, Dandim membacakan sambutan tertulis Pangdam IV Diponegoro selaku Pengendali Kegiatan Operasional (PKO) TMMD, Mayjen TNI Mochamad Effendi, SE, MM.

Dikatakannya, makna terkandung dari tema adalah bahwa TNI bersama dengan Pemerintah Daerah, Polri, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), telah mensinergikan program dari masing-masing instansi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fasilitas umum dan sosial.

“Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan salah satu dari berbagai macam Operasi Bakti TNI untuk membantu meningkatkan percepatan pembangunan di daerah pedesaan yang tergolong tertinggal/miskin, terisolasi/ terpencil, daerah perbatasan dan kumuh perkotaan serta terdampak bencana,” ucap Faisal Amri.

TMMD Sengkuyung III merupakan imbangan dari TMMD Reguler 106, yang dilaksanakan serentak se-Indonesia selama 30 hari. Dalam pelaksanaannya, tak hanya sasaran fisik saja yang dikerjakan, namun juga non fisik melalui penyuluhan-penyuluhan dan sosialisasi dalam rangka membangun dan memperkokoh jiwa serta semangat nasionalisme masyarakat dalam menangkal Narkoba, aksi terorisme, paham komunisme, radikalisme dan paham lainnya yang dapat mengancam stabilitas nasional.

“Saya selaku PKO TMMD, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan kegiatan TMMD, baik secara moril maupun materiil,” pungkasnya.

Di Jipang, sasaran fisik yang telah terbangun meliputi pembuatan jembatan sebanyak 3 unit (lebar 4 meter panjang 6, 8 dan 10 meter), makadam 750 meter lebar 3 meter, 4 unit plat keker panjang 1,2 meter lebar 4 meter, talud penahan jalan di tiga titik dengan panjang total 116 meter tinggi 1-3 meter, serta rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 6 unit.

Total anggaran sebesar Rp. 1,46 Miliar yang berasal dari APBD I Kabupaten senilai Rp. 265 juta ditambah APBD II Kabupaten sebesar 1,2 milyar. (Aan)

KBT Brebes Dibekali Bijak Bermedsos Agar Tidak Merugikan Institusi, Pribadi Dan Orang Lain

Brebes – Menyikapi ujaran kebencian atau penyebaran opini negatif di medsos belakangan ini, termasuk unggahan-unggahan tentang insiden penusukan Menkopolhukam, Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto di Alun-alun Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten (10/10), Persit Brebes dibekali bijak bermedsos.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0713 Brebes, Ny. Reva Faisal Amri, memberikan arahan kepada ratusan anggotanya di 17 Koramil jajaran, di Aula Jenderal Soedirman Makodim pasca pelaksanaan senam pagi. Jumat (1/11/2019).


Dalam Jumat sehat dan ramah tamah ini, Ketua Persit mengupas panjang lebar tentang kegiatan di medsos yang kurang pantas sehingga dapat merugikan pribadi, keluarga, orang lain bahkan institusi TNI. Juga tentang postingan atau komentar yang kurang pantas dan jelas menghina simbol negara (Menkopolhukam) ini, terkadang belum dipahami baik oleh Persit maupun masyarakat umum.

Beberapa kasus sebelumnya berdampak kepada suami (TNI - red) yang berdinas aktif sehingga dicopot dari jabatan dan dikenakan sanksi pidana ringan 14 hari akibat ulah sang istri. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun 2014, tentang Hukum Disiplin Militer.

Reva Faisal Amri juga menjelaskan UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) Nomor 19 Tahun 2016, perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008, pasal penyebaran kebencian dan berita bohong atau hoax, sehingga dapat menjerat Persit ke ranah peradilan umum. Ini juga pernah disampaikan Kasad, Jenderal TNI Andika Perkasa, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat (11/10).

“Dalam urusan politik, Keluarga Besar Tentara (KBT) haruslah netral sehingga dilarang berkomentar termasuk di medsos, yang dapat berdampak pendiskreditan pemerintah maupun simbol-simbol negara. KBT yang kedapatan melanggar, dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” ucapnya.

Dikatakannya lanjut, apa yang kita tulis dan unggah di medsos semua orang akan cepat tahu, sehingga lebih bijak untuk diam dan tidak berinteraksi jika memang belum atau tidak jelas kebenaran dan asal usul sumber beritanya.

“Jika mau menulis atau berkomentar, unggahlah hal-hal yang memang benar aman dan bermanfaat bagi orang lain. Jaga nama baik TNI, jangan terpengaruh dengan berita hoax untuk memprovokatif," tegasnya.

Ditambahkannya, sosialisasi penggunaan medsos tersebut sangat penting agar tidak terjadi kesalahan fatal terhadap KBT. (Aan)

Selasa, 29 Oktober 2019

Korsleting Listrik, Rumah Juragan Di Bulakamba Brebes Ludes Terbakar

Brebes – Kebakaran rumah terjadi di Desa Grinting RT. 05 RW. 06, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Rabu dini hari (30/10/2019).

Diduga korsleting listrik, rumah milik H. Rofii (55) wiraswasta material bangunan, ludes terbakar.

Dari penyampaian Danramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Tuteng Aryolona, bahwa kebakaran terjadi mulai pukul 03.40 WIB.


“Saat terbangun hendak melaksanakan sholat subuh, Haji Rofii sudah melihat api di bagian atas rumahnya,” ucapnya.

Dijelaskannya lanjut, yang bersangkutan langsung berteriak meminta tolong kepada warga warga sekitarnya. Upaya pemadaman pun langsung dilakukan dengan peralatan dan air yang seadanya. Api cepat membesar karena di dalam rumah banyak tersimpan kusen.

“Anggota kami segera menghubungi pihak pemadam kebakaran setelah mendapatkan laporan dari warga masyarakat,” imbuhnya.

Pukul 05.00 WIB, petugas dan mobil pemadam kebakaran Kabupaten Brebes tiba di lokasi. Satu jam kemudian api berhasil dijinakkan, namun bangunan rata dengan tanah.

Korban jiwa nihil namun kerugian harta benda ditaksir mencapai Rp. 200 juta. Saat ini petugas dari Polsek sedang melaksanakan identifikasi penyebab api.

Pasca kejadian Tuteng mengingatkan warga agar lebih memperhatikan instalasi kelistrikan di rumah. Termasuk mencabut kabel peralatan listrik jika sudah tidak digunakan serta mengganti kabel sekunder di rumah dengan serat atau tembaga yang lebih besar. (Aan)

Warga Cangkaraung Paguyangan Brebes Bawa Panci Untuk Dapatkan Air Bersih BPBD

Brebes – Kekeringan, krisis air dan bantuan air bersih, adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan dari masyarakat pada musim kemarau. Namun, akan menjadi hambar jika aspek ketiga yaitu sisi kemanusiaan kita mampu akan tetapi enggan melakukannya.

Seperti halnya apa yang dilakukan pihak BPBD Kabupaten Brebes, saat merespon keluhan masyarakat Dukuh Cangkaraung, Desa Pakujati, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang terkena dampak kemarau yang berkepanjangan.


Dibenarkan Sertu Aneko, Babinsa Pakujati Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes bahwa, BPBD telah mendatangkan 6.000 liter air bersih atas rekomendasi pihaknya. Sebanyak 6.000 liter air bersih telah di droping ke wilayah desa binaannya sehingga disambut antusias oleh kurang lebih 400 orang. Bahkan ada yang membawa panci dan toples serta berbagai wadah hanya untuk menampung bantuan.

“Saya mewakili warga masyarakat Pakujati mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian BPBD Kabupaten Brebes merespon bencana warga kami,” ucapnya mengapresiasi, Selasa sore (29/10/2019).

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dusun, Didi, bahwa bantuan 6 tandon air tersebut akan sangat bermanfaat bagi warganya untuk pemenuhan kebutuhan memasak dan minum beberapa hari kedepan.

“Terima kasih banyak dan semoga bantuan lainnya menyusul,” harap Didi.

Dari apa yang dilakukan tersbut, bukan perkara banyaknya, namun sedikit jika bermanfaat bagi orang lain adalah ibadah. (Aan)

Senin, 28 Oktober 2019

Relawan Gabungan Berhasil Padamkan Hutan Perhutani BKPH Bantarkawung Brebes

Brebes – Kebakaran hutan di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kali ini terjadi di wilayah Kecamatan Bantarkawung. 6,5 hektar hutan pinus produktif milik Perhutani BKPH Bantarkawung, KPH Pekalongan Barat, terbakar.

Adapun titik hutan dan lahan yang terbakar meliputi petak 63 Gunung Jati, RPH Tambakserang, wilayah Dukuh Pekiringan, Desa/Kecamatan Bantarkawung seluas 2 hektar mulai pukul 11.00 WIB, kemudian merembet ke Gunung Gajah Utara, petak 77 RPH Banjarsari, wilayah Desa Cibentang menelan areal seluas 2,5 hektar, mulai pukul 12.30 WIB.


Sementara titik ketiga merembet pada pukul 17.00 WIB, menelan pinus di petak 38 di Bukit Dukuh Cipancur, RPH Terlaya, wilayah Dukuh Cipancur, Desa Sindangwangi dengan cakupan 2 hektar. Hal ini dibenarkan Danramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, Senin malam (28/10/2019).

“Kebakaran hutan Perhutani BKPH Bantarkawung, KPH Pekalongan Barat terjadi mulai pukul 12.30 WIB di tiga RPH,” ucapnya melalui pesan whatsapp.

Dijelaskan lanjut, api pertama kali dilihat warga masyarakat di sekitar hutan Perhutani di petak 63 RPH Tambakserang. Selanjutnya masyarakat di sekitar hutan tersebut bersama LMDH, pihak Perhutani, TNI-Polri dan relawan lainnya, berupaya memadamkan api dengan racun api dan peralatan seadanya serta membuat sekat bakar agar api tidak meluas lagi.
“Sumber kebakaran diduga dari puntung rokok yang dibuang sembarangan ataupun pembukaan lahan dengan cara dibakar. Cuaca kemarau ditambah angin yang cukup kencang mengakibatkan api cepat merambat membakar pohon pinus dan semak belukar,” imbuhnya.

Api berhasil dipadamkan pada pukul 21.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dilaporkan. Pasca kejadian, pihak Perhutani, TNI-Polri dan masyarakat sekitar hutan masih terus melakukan pemantauan.

“Kami bersama petugas lainnya terus memberikan arahan melalui aparat desa dan kelompok masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan dibakar serta memastikan puntung rokok benar-benar mati sebelum dibuang,” pungkasnya. (Aan)

Disebabkan Burung Hantu, Babinsa Bumiayu Brebes Dapat Penghargaan Dari Danrem Wijayakusuma

Brebes – Babinsa Kodim 0713 Brebes dari Koramil 09 Bumiayu, Sertu Eko Nuhyoto, telah menerima penghargaan sebagai salah satu dari sepuluh orang Babinsa inspiratif di jajaran Korem 071 Wijayakusuma, yang berhasil membantu mengatasi kesulitan masyarakat di desa binaannya.

Eko Nuhyoto mendapatkan penghargaan dari Danrem, Kolonel Kavaleri Dani Wardhana, di Lapangan Upacara Makorem, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dengan upayanya yaitu pembuatan sarang/rumah burung hantu (strix seloputo) untuk menanggulangi hama tikus sawah (rattus argentiventer). Hal ini dibenarkan Danramil, Kapten Infanteri Ngadino, Senin malam (28/10/2019).


Ke-10 Babinsa lainnya meliputi Sertu Sarino Babinsa Koramil 08 Kodim 0701 Banyumas dalam mengembangkan pupuk organik cair untuk meningkatkan hasil pertanian, Pelda Margiono Babinsa Kodim 0702 Purbalingga, yang berhasil dalam pemanfaatan limbah kayu untuk pembuatan stik es krim.

Selanjutnya Serka Slamet, Babinsa Kodim 0703 Cilacap dalam bidang peternakan bebek full intensif kandang kering modern, Serma Lismadi, Babinsa Kodim 0704 Banjarnegara dalam pembuatan tanaman organik rotan untuk meningkatan hasil pertanian. Serma Jasmadi, Babinsa Kodim 0710 Pekalongan yang berhasil menjadi inovator pendidikan karakter di SMUN 1 Kajen, Serma Basuki, Babinsa Kodim 0711 Pemalang yang berhasil dalam inisiator rekruitmen TNI/Polri dan sekolah kedinasan.

Sertu Darsin, Babinsa Kodim 0712 Tegal yang berhasil memotivasi masyarakat untuk mengikuti KB pria, Serka Ari Cipto, Babinsa Kodim 0736 Batang sebagai motivator Wawasan Kebangsaan, serta Serka Yatiman, Babinsa Kodim 0703 Cilacap sebagai motivator pembinaan karakter anak usia dini melalui Perpustakaan Keliling Delman/Andong.

Sementara dalam acara tersebut Danrem mengatakan bahwa, sangatlah pantas pihaknya memberikan penghargaan kepada para Babinsa yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik dalam berbagai bidang di wilayah binaannya.

Atas nama Korem 071 Wijayakusuma, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para Babinsa yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi dalam melaksanakan tugas di wilayah binaannya dengan baik,” katanya.

Ditambahkannya, apa yang dicapai oleh para Babinsa dalam mempelopori dan mengembangkan daya imajinasi dan kreatifitasnya, sangat membantu mengatasi kesulitan masyarakat di sekelilingnya. Hal tersebut diharapkannya dapat memberikan motivasi kepada para Babinsa lainnya di 9 Kodim jajaran.

“Kepada para Dansat (Dandim), agar terus memotivasi semangat kerja kepada Babinsa jajarannya, berikan suatu penghargaan jika mereka berprestasi,” pungkasnya. (Didi/Aan)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...