Senin, 28 Oktober 2019

Kalahkan Malaysia Di Taekwondo Bali Open 10 Negara, Putra Anggota Korem 071 Wijayakusuma Dapat Emas

Banyumas – Febryawan Primadhita Pamungkas alias Embi (8) putra ketiga sekaligus bungsu dari Lettu Infanteri Iwan Setiawan, Perwira Urusan Penerangan Korem 071 Wijayakusuma, juga berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang Taekwondo International Championship 2019 yang diikuti 10 negara dan digelar di Gor Purna Krida, Provinsi Bali, 25-27 Oktober 2019.

Murid kelas 3 SDN Abdi Negara, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini, berhasil menjadi juara pertama kyorugi/sparring di kelas under 24 kilogram, setelah mengalahkan kontestan asal Negara Malaysia (pelindung kepala merah) dengan skor 20-8. Hal ini dibenarkan Lettu Iwan melalui pesan whatsapp, Senin (28/10/2019).


“Walaupun terkena beberapa tendangan di kepala, namun Embi berhasil menjatuhkan lawannya sampai dua kali,” ucapnya.

Dikatakannya juga, prestasi Embi sebelumnya adalah peraih medali emas tingkat nasional Taekwondo Piala Kapolri di Cibubur, Kota Depok, Jabar, yang di gelar di Gor POPKI pada tanggal 14-15 September 2019 bulan lalu.

Sebagai orang tua, dirinya merasa bangga atas prestasi anaknya tersebut, karena tak hanya mewakili Kabupaten dan Provinsinya saja, namun Indonesia.

Ditambahkannya, pertandingan selanjutnya adalah kejuaraan Taekwondo Walikota Bandung Cup yang akan digelar pada bulan Desember ini dan Jakarta International Cup, tahun depan (Januari-Februari 2020).

Tak lupa ia mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan dari seluruh pihak terhadap anaknya, termasuk guru, para pelatih di Taekwondo Bandung Intens (TBI) serta pihak lainnya. Inilah sosok yang dapat menjadi panutan bagi para pelajar lainnya dalam bidang beladiri. (Andy/Aan)

Jajaran Kades Di Bulakamba Brebes Rehab Rumah Untuk Danramil

Brebes – Resmi menjabat sebagai Danramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes di awal Oktober 2019 (7/10), Kapten Infanteri Tuteng Aryolona mendapatkan hadiah dari paguyuban Kepala Desa di Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Hadiah dimaksud adalah renovasi Rumah Dinas (Rumdin) Danramil, yang didanai oleh jajaran Kades dan mulai dikerjakan mulai September 2019 lalu.

Dibenarkan Camat Bulakamba, Sugeng Basuki, SH,M.M, bahwa Rumdin tersebut merupakan bentuk kepedulian dari jajarannya guna lebih merekatkan silaturahmi serta mensupport profesionalitas institusi TNI dalam membina wilayah di Bulakamba.


“Moment tasyakuran ini sengaja dipilih hari yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, dengan harapan semangat persatuan dan kesatuan tetap terjalin Antara TNI dengan lembaga pemerintahan kecamatan dan desa untuk lebih melayani masyarakat Bulakamba,” ucapnya Senin sore (28/10/2019).

Sementara disampaikan Danramil, “Ini merupakan bentuk keberhasilan pembinaan teritorial di wilayah Kecamatan Bulakamba. Rakyat dan perangkat desa benar-benar manunggal disini,” ucap Tuteng.

Tak lupa dirinya mengucapkan terima kasih kepada Kades jajaran atas bentuk perhatian tersebut. Tampak dirinya menerima tumpeng dari Sugeng Basuki.

Dijelaskannya juga, bangunan sebelumnya dimulai pengerjaannya oleh anggota Koramil bersama tukang dari masyarakat sejak 2 minggu lalu (14/10).

Hadir juga dalam acara ini Kapolsek AKP Widiaspo, Kades se-Bulakamba serta para tamu undangan lainnya. (Aan)

Minggu, 27 Oktober 2019

Pelajar Asal Kota Tegal Harumkan Indonesia Di Ajang Taekwondo 10 Negara Di Bali

Tegal - Harsa Abidarda (11) murid kelas 6 SDN Kejambon 7 Kota Tegal, Jawa Tengah, berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam ajang Taekwondo International Championship 2019 yang digelar di Gor Purna Krida, Provinsi Bali, 25-27 Oktober 2019 ini.

Putra kelima sekaligus bungsu dari salah satu wartawan online dan cetak Kabar Nusantara, Slamet MD (53) ini, berhasil menjadi juara pertama kyorugi atau sparring di kelas under 33 kilogram.


Disampaikan Slamet, warga Jalan Arjuna Gang 15 RT. 7 RW. 3, Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, bahwa sebagai orang tua dirinya merasa bangga atas prestasi anaknya tersebut karena tak hanya mewakili kabupaten dan provinsinya saja.

“Di final anak saya mengalahkan kontestan Indonesia lainnya, Fiqri Rahmadian dari SDS Bhakti Tugas Jaguar, DKI Jakarta dengan skor 19-3, dan bahkan menjatuhkan lawannya sampai tiga kali,” ucapnya.

Dikatakannya juga, prestasi Harsa sebelumnya adalah medali emas taekwondo Pekan Olahraga Antar Pelajar (POPDA) Kota Tegal (12/10) di di Gor Mini Tegal Selatan dengan mengandaskan Taekwondoin Hanif H dari SDIT Usamah Kota Tegal.

Saat ditanya kiat suksesnya, Slamet mengaku bahwa anaknya hanya melakukan latihan secara rutin termasuk menjaga pola makan dan istirahat.

“Kuncinya adalah Harsa mencintai taekwondo dan berlatih sejak kelas 2 SD, sehingga mau berdisiplin menjalankan menu latihan. Saya selaku orang tua hanya memotivasinya saja,” imbuhnya.

Ditambahkannya, kejuaraan selanjutnya adalah mewakili kontingen pelajar Kota Tegal dalam event POPDA se-Karesidenan Pekalongan yang akan digelar akhir tahun ini. Tak lupa ia mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan dari seluruh pihak terhadap anaknya.

Senada juga disampaikan Harsa (memakai pelindung kepala merah saat kejuaraan), kepada kedua orang tuanya, guru, para pelatih di Proton Taekwondo Club, serta pihak lainnya.

Inilah sosok penginspirasi bagi pelajar atau generasi muda lainnya. (Aan)

Jumat, 25 Oktober 2019

Inilah Sasaran Razia Polres Brebes Gabungan Malam Hari

Brebes - Demi cipta kondisi Kamtibmas yang aman dan kondusif, Polres Brebes terus melakukan terobosan. Salah satunya dengan digelarnya razia dan patroli malam guna menjamin kenyamanan masyarakat serta pengguna jalan raya dari aksi kejahatan.

Tampak anggota Polres sedang melakukan razia dengan memeriksa kelengkapan surat-surat maupun kelengkapan kendaraan bermotor di Jalan Jenderal Sudirman Brebes, dengan dibackup puluhan petugas gabungan baik dari Kodim 0713 Brebes maupun Sub Denpom IV/1-4 Brebes. Jumat malam, (25/10/2019).


Dibenarkan Kapolres Brebes, AKBP Aris Supriyono melalui Kabag Ops, Kompol Raharja, bahwa razia tersebut digelar untuk meminimalisir operandi kriminalitas jalanan di wilayah Kabupaten Brebes, sehingga masyarakat dapat tenang melakukan aktivitas sehari-hari.

"Kami pastikan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi hal yang utama karena. Razia dan patroli malam juga untuk lebih meningkatkan situasi yang sudah aman dan terkendali,” ujar Raharja.

Dijelaskannya lanjut, operasi antisipasi yang digelar dengan sasaran untuk mengantisipasi tindak pidana C3, yakni Curhat (Pencurian Berat), Curas (Pencurian dengan Kekerasan) serta Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor).

"Operasi Zebra Candi yang digelar serentak di seluruh jajaran Kepolisian ini, sebagai langkah meminimalisir modus operandi penjahat yang melakukan aksinya di jalanan pada malam hari," tegasnya.

Tak jarang dari pengendara dihentikan dan diperiksa surat-surat, isi tas maupun kendaraannya jika dirasa mencurigakan. Bagi yang melanggar, petugas kepolisian langsung menindak tegas dengan memberikan bukti pelanggaran atau tilang. (Sarinto/Aan)

Dua Pelajar Asal Brebes Wakili Indonesia Di Ajang Jambore Internasional, Telah Terbang Ke Chonburi Thailand

Brebes - Gerakan Pramuka Indonesia mengirimkan 73 orang peserta ke Jambore Internasional atau The 21st National Scout Jamboree of Thailand, di Vajiravudh, Chonburi, Thailand.

Kegiatan yang akan dilangsungkan mulai tanggal 26 Oktober sampai 1 November 2019 ini, Kontingen Pramuka Merah Putih diwakili dari 5 provinsi yang meliputi Kwartir Daerah Lampung 13 orang, DKI Jakarta 6 orang, Jawa Barat 47 orang, Jawa Tengah 2 orang dan Kwartir Daerah Kalimantan Timur sebanyak 5 orang.

Dibenarkan Saptapandu Wiwied (45), Staf Bidang Abdi Masyarakat dan Kehumasan Kwarcab Brebes atau biasa disapa Kak Wiwit, bahwa kontingen tersebut terdiri dari 45 Pramuka penggalang dan 20 penegak.

“Mereka juga didampingi oleh 8 orang pembina dan juga Ketua Kontingen, Kak Junaeni, dari Kwarcab Kota Sukabumi, Kwarda Jawa Barat,” jelasnya. 

Dikatakannya lanjut, sebelumnya rombongan telah dilepas oleh Wakil Pimpinan Kwarnas Pramuka Nasional, Mayjen TNI (Purn) Bachtiar, S.I.P, M.AP serta Andalan Nasional, Kak Laiyin Nento, pada Kamis malam (24/10) di Aula Srikandi, Buperta (Bumi Perkemahan Pramuka dan Graha Wisata) Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

“Kita sebagai Pramuka Kabupaten Brebes, harus berbangga karena 2 orang adik-adik kita yang juga merupakan santri dan santriwati, mengharumkan nama Jawa Tengah dan Indonesia di ajang nasional tersebut,” imbuhnya.

Mereka adalah Raihan Dhiya Fathi Athaillah (16) dan Muhamad Salimal Afif (16), para Pramuka Penegak kelas XI Gudep MA Darunnajah Bumiayu, Kwarran Bumiayu, Kwarcab Brebes, Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu.

Diketahui, rombongan yang sebelumnya telah menjalani pemusatan latihan di Buperta dari tanggal 23 Oktober kemarin, telah diberangkatkan melalui Bandara Soekarno Hatta pagi ini.

Di Thailand, mereka juga akan berupaya memperkenalkan keragaman Indonesia melalui seni dan budaya, bahkan kulinernya.

“Saya mewakili kontingen dari Brebes, Jawa Tengah dan nasional, mohon doa kepada seluruh rakyat Indonesia untuk duta bangsa yang akan berjuang mengharumkan bangsa kita,” pungkasnya. (Wiwied/Aan)

Kamis, 24 Oktober 2019

Karhutla Perhutani RPH Kutayu Tonjong Brebes Berhasil Dipadamkan

Brebes – Kebakaran hutan oleh ulah orang yang tak bertanggung jawab saat membuka lahan jelang musim tanam Oktober 2019, mengakibatkan hutan jati milik Perhutani RPH Kutayu, BKPH Linggapada, KPH Balapulang, Jawa Tengah, terbakar.

Dari keterangan Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, hutan jati milik Perhutani RPH Kutayu petak 48a yang berbatasan dengan Desa Rajawetan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, terbakar seluas kurang lebih 2,5 hektar.


“Masyarakat Rajawetan yang melaksanakan aktivitas bertani melihat asap dan kobaran api sekitar pukul 14.30 WIB. Kami menerima laporan dan bersama pihak Perhutani, Polsek dan masyarakat setempat langsung ke lokasi untuk upaya pemadaman,” terang Suwardi, Kamis (24/10/2019).

Dikatakannya lanjut, api baru berhasil dipadamkan tiga jam berselang yaitu sekitar pukul 17.30 WIB. Tampak diantara relawan, Babinsa setempat, Sertu Subagyo, dengan peralatan seadanya telah berhasil memadamkan Karhutla.

Pasca kejadian, pihak Koramil, Polsek dan Perhutani, terus memantau perkembangan lokasi.

“Kami bersama petugas lainya juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar tanaman dan semak, karena membahayakan orang lain dan hutan. Juga dengan asapnya yang jelas mengganggu kesehatan,” pungkasnya. (Aan)

Puluhan Petani Paguyangan Brebes Dibekali Cara Membasmi Tikus Paling Efektif

Brebes – Puluhan petani dan Gapoktan Tani Harapan Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dibekali tentang cara pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) oleh BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) Paguyangan.

Kali ini, penyuluhan dan pelatihan Gerdal (Gerakan Pengendalian) OPT yang diberikan, tentang cara membasmi hama tikus dengan obat dalam bentuk umpan berwarna hijau serta asap beracun yang berlokasi di rice mill serta persawahan setempat. Kamis (24/10/2019).


Disampaikan Sunardi, AMD, Kepala BPP Paguyangan, kedua fungsi obat rodentisida yang digunakan sangat bermanfaat membasmi tikus sawah (rattus argentiventer) dan tikus semak (rattus tiomanicus).

Untuk umpan hijau sangat disukai tikus karena isinya campuran beras, jagung, gandum dan roti. Racun ini mempunyai sifat antikoagulan, dimana metabolisme tikus akan terganggu dan selanjutnya mati.

“Tikus yang memakan umpan tidak akan langsung mati, tetapi dalam waktu 3-5 hari. Tikus akan terganggu sistem metabolisme tubuhnya dan mengalami perdarahan internal,” bebernya.

Dijelaskannya lanjut, setelah memakan umpan, tikus akan mencari sumber air untuk mengurangi dehidrasi dan mati di dekat perairan, bukan di sarangnya, sehingga aroma bau tidak timbul dari tubuh tikus. Metode ini tidak menimbulkan efek jera karena tidak disadari oleh tikus lainnya. Untuk pengumpanan, racun diletakkan secukupnya di jalur tikus atau juga dimasukkan ke lubang aktif.

Sedangkan racun asap/alpostran yang bekerja dengan sistem fumigasi atau pengasapan, sebelum dibakar para petani harus lebih memperhatikan arah angin. “Asap beracun yang dibakar dan kemudian dimasukan ke sarang tikus sebaiknya membelakangi arah angin sehingga asap tidak mengenai pelakunya. Selanjutnya lubang tikus ditutup dengan tanah agar asap tidak keluar,” lanjutnya.

Sunardi juga menekankan agar para petani menggunakan masker dan sarung tangan sebelum pengasapan, serta memperhitungkan jarak pembasmian dari pemukiman dan ternak penduduk.

Sementara ditambahkan Bati Tuud Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, Pelda Ismangil, penyuluhan dan pelatihan tersebut untuk membantu para petani yang belum menemukan cara yang tepat dan efisien untuk mengatasi hama, untuk mencapai ketahanan pangan.

“Untuk penggunaan kedua jenis racun saya harapkan para petani dan Gapoktan mengikuti instruksi dari pemateri. Jangan berlebihan agar tidak mencemari lingkungan,” tegasnya.

Turut hadir OPT dari Kabupaten Pemalang, OPT dan petugas PPL Kecamatan Paguyangan, Kades Wanatirta Lukman, Babinsa setempat Koptu Ade Setiawan beserta anggota Koramil serta Gapoktan Tani Harapan desa tersebut. Pungkas acara dibagikan racun tikus kepada para petani dan Gapoktan. (Aan)

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...