Sabtu, 02 Februari 2019

Penambalan Tanggul di Empat Titik Kritis Sungai Pemali Brebes Mulai Dikerjakan

Brebes – Puluhan tim gabungan yang terdiri dari Dinas PU, Dinas PSDA dan BPBD Kabupaten Brebes, PSDA Pemali-Comal, TNI-Polri dan Aparatur Kecamatan Wanasari, perangkat desa serta warga masyarakat Sidamulya Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, secara massal menambal tanggul Sungai Pemali. Minggu (3/2/2019).


Hal ini dibenarkan Koordinator Lapangan (Korlap) Hadi Darnoto yang juga Kades Sidamulya, “Kerja bakti penambalan tanggul akan dilangsungkan selama 10 hari kedepan dengan jumlah tenaga sebanyak 80 orang. Kami dibantu dengan 1 unit excavator serta 2 armada dump truk pengangkut material dari Pemkab Brebes,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kades menyampaikan, ini merupakan tindak lanjut Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan darurat tanggul Sungai Pemali yang telah dilaksanakan Kantor Camat (29/1) kemarin. Pasalnya, penanggulangan di tanggul tersebut sudah sering dilakukan melalui kerja bakti antara masyarakat dan TNI-Polri, namun hasilnya kurang maksimal karena hanya secara manual dengan peralatan konvensional.
Dibenarkan juga Danramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes, Kapten Inf. Turiman bahwa, hasil kerja secara manual sebelumnya berupa tumpukan karung-karung tanah sebagai tanggul darurat sia-sia, manakala tidak ditunjang dengan talud bambu atau kayu yang ditancapkan dalam menggunakan alat berat. Derasnya arus Sungai Pemali beberapa kali memakan tanggul tersebut.

Tim ini akan memperkuat tanggul di 4 titik sebelah kiri barat Sidamulya guna mitigasi bahaya banjir karena jebolnya Pemali yang diketahui menjadi urat nadi serta pembuangan air utama Kabupaten Brebes ke muara pantai (induk saluran sekunder).

Setidaknya 12.600 karung tanah, akan menjadi tanggul darurat karena belum adanya anggaran untuk mempermanenkannya. Karung-karung ini diperoleh dari Dinas PU SDA Taru Provinsi Jateng (5000 kantong), Balai Besar PSDA Pemali-Comal (5000 kantong), Dinas PSDA PR Kabupaten Brebes (1000 kantong) dan BPBD Kabupaten Brebes sebanyak 2000 kantong. (Aan0713).

Masyarakat Brebes Kota Digugah Bersihkan Irigasi Agar Jalan Tak Seperti Irigasi

Brebes – Puluhan relawan gabungan peduli sampah yang terdiri dari TNI, Tagana BPBD, Dinas LH, Ormas dan Pramuka Saka Wira Kartika binaan Koramil 01 Kodim 0713 Brebes, mencoba menggugah kepedulian masyarakat Brebes Kota dengan melaksanakan karya bakti pembersihan saluran irigasi di lingkungan Jalan KH. Ahmad Dahlan Kelurahan Pasar Batang Kecamatan/Kabupaten Brebes. Minggu (3/2/2019).



Sasarannya meliputi parit dan selokan, ini dibenarkan Danramil 01 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi dilokasi. “Ini sebagai langkah cipta kondisi melalui edukasi visualisasi dan persuasif kepada masyarakat Kelurahan Pasar Batang dan sekitarnya agar membersihkan lingkungannya dari sampah terutama saluran irigasi. Jika hujan deras sedikit saja, jalan di kelurahan ini identik seperti aliran sungai,” ungkapnya.

Nurhadi menambahkan ini juga sebagai langkah antisipasi dalam mengurangi banjir rutin terutama di musim penghujan ini.

Terlihat dengan peralatan konvensional seperti sapu, cangkul dan bahkan kayu, mereka mengangkat sampah yang tersangkut di saluran. Untuk pembuangan sampah, digunakan Tossa dan truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah Kabupaten Brebes. (Aan0713).

Jumat, 01 Februari 2019

Tak Mau Gagal Panen, Petani Banjarharjo Brebes Semprot Blas

Brebes - Belajar dari pengalaman pahit terserang blas tahun 2017-2018 lalu, para petani di Kabupaten Brebes khususnya Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo, melaksanakan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di areal persawahan seluas 10 hektar Kelompok Tani Subur. Sabtu (2/2/2019).

Dibenarkan Kasturi Ketua Poktan bahwa, usia tanam padi kelompoknya antara 35-40 hari. "Kami bergotong-royong bersama BPP Banjarharjo, Kepala Desa, PPL, Babinsa Koramil 14 Banjarharjo Kodim Brebes serta 35 orang anggota tani, melakukan penyemprotan fungisida terhadap hama blast yang menyerang padi," ungkapnya saat dimintai keterangan mengaku senang dan antusias mendapatkan pendampingan.


Sementara diterangkan Ketua PPL Desa Cikuya, Casman bahwa, penyakit ini disebabkan oleh jamur pyricularia oryzae, menjadi ancaman serius bagi tanaman padi di banyak negara. Blas punya potensi menjadi epidemi dalam skala luas atau pandemi, di Indonesia sendiri, dikenal sebagai penyakit yang menyerang padi gogo. Antara periode 2001-2017, serangan blas meningkat hingga 12 kali lipat dan menjadi ancaman serius.

“Tahun 2018 sudah menjadi OPT utama padi terutama gogo. Terjadinya duplikasi lingkungan akibat teknik budidaya kurang selaras alam menjadi penyebab blas menyerang padi sawah,” terang Casman.

Dibeberkannya lanjut, pola pertanian dengan pupuk kimia tak seimbang (herbisida, fungisida, dan pestisida), telah membuat lingkungan sawah menjadi serupa dengan lingkungan padi gogo yaitu kadar Kalium (K) tersedia lebih rendah, Nitrogen (N) dalam bentuk NO3 karena air terbatas. Penggunaan pupuk N berlebih menyebabkan mikroorganisme menguntungkan dalam tanah tidak berkembang baik karena bahan organik alam kurang.

Hama ini dapat menyerang pada semua fase pertumbuhan, mulai dari daun, buku batang, leher malai dan malai, bulir dan kolar daun. Bahkan benih padi pun bisa terinfeksi. Penyakit ini memang mampu berkembang cepat membentuk ras baru. Satu bercak pada daun akan menghasilkan spora jamur baru sampai ratusan hingga ribuan dalam satu malam. Mudahnya pyricularia oryzae melakukan mutasi menjadi penyebab blas sangat tahan terhadap penggunaan fungisida.

“Saat kondisi lingkungan mendukung, satu siklus blast hanya membutuhkan waktu 1 minggu bersporulasi atau menyebarkan spora jamur melalui media udara, sehingga saat menginfeksi, terlihat bercak daun pada padi,” tandasnya. (Utsm-Aan0713).

Koperasi Kartika A-09 Brebes Dinilai Maksimal dan Tepat RAT

Brebes – Hal ini disampaikan, Kepuskopad A Kodam IV Diponegoro Semarang melalui Letkol (K) Purn. Dra. Rahayu, Kasi Puskopad, dalam RAT (Rapat Anggota Tahunan) Ke-50 tutup buku Tahun 2018 Primer Koperasi Kartika A-09 Brebes, di Aula Jenderal Soedirman Makodim 0713 Brebes. Kamis (31/1/2019).
Acara mengambil tema “Dengan Semangat Kebersamaan, Profesionalisme dan Kerja Keras, Kita Tingkatkan Pengabdian Sebagai Insan Koperasi Dalam Rangka Pencapaian Tugas Pokok dan Fungsi Koperasi Kartika”, diikuti oleh seluruh prajurit dan PNS Kodim serta Minvetcad Brebes.


Ditambahkan Rahayu bahwa, RAT bagi sebuah Koperasi merupakan hal yang mutlak dilaksanakan setiap tahunnya. Pasalnya, ini merupakan ciri dan sendi utama penggerak koperasi yang bertujuan membantu meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarga serta masyarakat sekitar, terutama aspek ekonomi dalam mencukupi sandang-pangan.

“Saya memberikan apresiasi terhadap kinerja pengurus Primkop A-09 atas terselenggaranya RAT teratur dan tepat waktu. Ini merupakan implementasi Pasal 30 Undang-undang No. 25 Tahun 1992, tentang Perkoperasian,” ungkapnya.

Forum rapat anggota tersebut merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam organisasi Koperasi, sehingga setiap anggota mempunyai hak yang sama mengeluarkan pendapatnya, dalam pengembangan koperasi ke arah yang lebih baik lagi. Forum ini juga dibahas laporan pertanggung jawaban pengurus, rencana kerja dan anggaran pendapatan serta belanja Koperasi. Hal senada juga dibenarkan Ketua Dekopinda Kabupaten Brebes, Jaenuddin serta Dandim Letkol Inf. Faisal Amri selaku pembina.

Hadir juga Kakankop Brebes, Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim, Ny. Reva Faisal Amri serta Ketua Koperasi Kartika A-09 Kapten Inf. Wajirin (setelan coklat), yang memaparkan surplus keuangan koperasi. Ia juga memimpin pengundian doorprize, dengan hadiah utama berupa kulkas dan sepeda. (Aan0713).

Biji Kurma Kini Bisa Tumbuh di Indonesia Dengan Cairan Ajaib Wijayakusuma

Brebes – “Petani pahlawan bangsa yang bekerja tanpa lelah, setiap bulir adalah ibadah maka jangan biarkan dia lelah,” Itulah penggalan kalimat yang dilemparkan Aji (42) penemu pupuk cair ajaib Wijayakusuma Nutrition dari PT. Permata Agro Nusantara (PON) Purwokerto, saat memaparkan keunikan temuannya dihadapan puluhan petani, Poktan, Danramil dan Babinsa di Aula Kodim 0713 Brebes. Kamis sore (31/1/2019).
Perusahaan tersebut berkolaborasi dengan Korem 071 Wijayakusuma guna memperkenalkan nutrisi tanaman hayati ramah lingkungan. Terlihat dirinya menjelaskan gamblang kelebihan pupuk cair organik untuk menyelamatkan komposisi tanah lahan pertanian yang rusak seiring penggunaan pupuk pestisida berlebihan.


Aji juga menjelaskan tentang pembibitan kurma yang bisa tumbuh tunas setelah direndam cairan organik dan ditaruh dalam media tanam sembari disiram Wijayakusuma Nutrition. Disamping itu, para hadirin juga diperlihatkan bukti-bukti hasil pertanian lainnya. “Jangan malu jadi petani muda, karena nasib kemakmuran bangsa juga ditentukan petani,” serunya.

Lebih dalam diurainya tentang kelebihan produknya, meliputi memiliki kandungan semua unsur baik mikro maupun makro (glukosa, vitamin, protein, lemak dan bahan positif lainnya), bisa dicampur pupuk lain serta tidak ada masa kadaluarsanya, mengandung anti virus, bakteri, jamur, antibodi dan antioksidan, mengaktifkan dan meningkatkan unsur hara tanah, menggemburkan tanah dan menetralisir zat kimia (menetralkan PH tanah sehingga memaksimalkan penyerapan nutrisi), memperkuat akar, batang, daun, bunga dan buah serta mempercepat pertumbuhan, mempersingkat masa panen hingga 20 %, meningkatkan hasil panen secara bertahap hingga 50 % serta meningkatkan imunitas tanaman terhadap hama penyakit. Cairan ini bening, tidak berwarna, berasa dan berbau, produk panen juga aman, sehat/organik terbebas dari residu bahan kimia.

“Jadi mengandung unsur yang dibutuhkan serta sifatnya menyesuaikan kebutuhan tanaman secara sistematik. Untuk pembibitan, akan memaksimalkan pertumbuhan bibit walaupun suhu ekstrim, mempercepat pertumbuhan benih dan immune serta mampu merubah semua benih menjadi bibit unggul,” tegasnya.

Dalam 1 botol cairan ini, dapat dicampur dengan air antara 50-80 ml, tak hanyut oleh air siraman maupun hujan, bisa dicampur pupuk lain, bisa digunakan sebagai hidroponik/aquaponik dan bisa disimpan tanpa takut terkontaminasi (semakin lama disimpan semakin bagus) serta harga pas dikantong penggiat tani. Pasalnya, mampu memangkas harga pembelian pupuk 100 %, dan ketiga adalah efisien mengingat untuk semua jenis tumbuhan dan tempat ketinggian tanam. (Aan0713).

Pupuk Cair Ajaib Wijayakusuma Dikenalkan di Brebes

Brebes – Sosialisasi Pupuk Wijayakusuma Nutrition back to the nature di 9 Kodim/Kabupaten jajaran Korem 071 Wijayakusuma, juga singgah menyapa para petani, Kelompok Tani (Poktan) di Kabupaten Brebes. Aula Kodim 0713 Brebes, dijadikan tempat memperkenalkan nutrisi tanaman hayati ramah lingkungan ini. Kamis sore (31/1/2019).



Korem 071 menggandeng PT. Permata Agro Nusantara (PON) Purwokerto untuk memotivasi penggiat tani meningkatkan produksi panen. Nampak penemu, Aji (42), memaparkan kelebihan pupuk organik cair untuk menyelamatkan komposisi tanah lahan pertanian karena kerusakan yang diakibatkan penggunaan pupuk pestisida berlebih. “Kelebihannya adalah memiliki kandungan semua unsur baik mikro maupun makro (glukosa, vitamin, protein, lemak dan bahan positif lainnya), bisa dicampur pupuk lain serta tidak ada masa kadaluarsanya,” ungkapnya.

Lanjut dibeberkannya, pupuk cair ini juga mengandung anti virus, bakteri, jamur, antibodi dan antioksidan. Mengaktifkan dan meningkatkan unsur hara tanah, menggemburkan tanah dan menetralisir zat kimia (menetralkan PH tanah sehingga memaksimalkan penyerapan nutrisi), memperkuat akar, batang, daun, bunga dan buah serta mempercepat pertumbuhan, mempersingkat masa panen hingga 20 %, meningkatkan hasil panen secara bertahap sampai 50 %, meningkatkan imunitas tanaman terhadap hama dan penyakit.

“Untuk pembibitan adalah memaksimalkan pertumbuhan bibit walaupun suhu ekstrim, mempercepat pertumbuhan benih dan immune serta mampu merubah semua benih menjadi bibit unggul,” tegasnya.

“Ini adalah cairan bening, tidak berwarna, berasa dan berbau. Selain itu hasil panen juga akan sehat/organik karena terbebas dari residu bahan kimia. Jadi mengandung unsur yang dibutuhkan serta sifatnya menyesuaikan kebutuhan tanaman secara sistematik,” imbuhnya.

Keuntungan lainnya bagi petani adalah praktis karena dalam 1 botol dapat dicampur dalam air antara 50-80 ml, tak hanyut oleh air siraman maupun hujan, bisa dicampur pupuk lain, bisa digunakan sebagai hidroponik/aquaponik dan bisa disimpan tanpa takut terkontaminasi (semakin lama disimpan semakin bagus). Yang kedua adalah ekonomis dengan harga yang terjangkau bahkan mampu memangkas harga pembelian pupuk 100 %, dan ketiga adalah efisien mengingat untuk semua jenis tumbuhan.

Upaya antara Korem 071 ini, sebagai wujud perbantuan kepada Pemerintah melalui Kementan RI, dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional. (Aan0713).

Danrem 071 Wijaya Kusuma : “Pupuk Wijayakusuma Nutrition” Back To The Nature

Banyumas – Korem 071 Wijayakusuma berinovasi untuk kembali ke pemanfaatan alam, yaitu dengan memproduksi pupuk organik cair. Upaya ini sebagai wujud perbantuan kepada Pemerintah atau Kementan RI, dalam rangka mendukung program ketahanan pangan.


Untuk itulah sosialisasi Pupuk Wijayakusuma Nutrition di wilayahnya yang meliputi 9 Kodim atau Kabupaten, gencar dilakukan. Terpisah, dijelaskan Komandan Korem 071 Wijayakusuma, Kolonel Kavaleri Dani Wardhana bahwa, perlu adanya upaya menyelamatkan lahan pertanian karena faktor rusaknya komposisi tanah yang diakibatkan penggunaan pupuk berbahan pestisida berlebih “Back to the nature”.

Pupuk cair ini diyakini mampu mempercepat pertumbuhan tanaman, meningkatkan hasil panen, menambah kesuburan tanah dan organiknya. Selain itu, hasil panen juga akan aman atau terbebas dari residu bahan kimia.

“Tentu dalam pelaksanaannya memerlukan pola budidaya tanaman yang mengacu kepada konsep pertanian organik atau non kimia, disamping itu juga kami selalu melakukan pendampingan terhadap para petani,” terangnya, Kamis (31/1/2019).

Lebih lanjut, beberapa hari sebelumnya (26/1) juga telah dilakukan sosialisasi pupuk di Desa Binorong Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara kepada Gapoktan Tiga Serangkai, serta di Desa Bajong Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga kepada Gapoktan Tegalurung. Sedangkan pada (28/1) dilaksanakan peninjauan lokasi Demplot Kodim 0703 Cilacap di Desa Mulyasari Rt/Rw. 03 Kecamatan Majenang di Poktan Manunggal Karsa.

“Selanjutnya sosialisasi, motivasi dan pendampingan ini akan terus bergerak ke seluruh Kodim-Kodim Jajaran Korem 071 Wijayakusuma,” imbuhnya. (Korem071-Aan0713).

Kodim Brebes Salurkan Beras Untuk Masyarakat Terdampak Krisis Ekonomi Covid-19

Brebes – Kodim 0713 Brebes kembali menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat terdampak krisis ekonomi pandemi covid-19, yang belum se...